Artikel Peringatan KAA Raih Pembaca Tertinggi

BANDUNG, MUSEUM KAA – Peringatan KAA di Museum KAA ternyata selalu berhasil mencuri perhatian publik. Buktinya, laman statistik di balik situs museum sejarah diplomasi ini (www.asianafricanmuseum.org) menunjukkan empat artikel soal Peringatan KAA meraih ribuan pembaca.

Artikel bertajuk ‘Pendaftaran Bandung Historical Study Games 2019’ dengan 2712 pembaca menjadi artikel yang paling banyak dibaca. Di dalamnya memuat informasi panduan tata cara mengikuti acara edukasi sejarah yang dikemas dalam bentuk acara jalan santai dalam rangkaian Peringatan KAA. Peringkat kedua diraih artikel ‘Museum KAA kembali Gelar Peringatan KAA’ dengan pembaca sebanyak 1466.

Selanjutnya, 1354 pembaca telah mendudukkan artikel ‘Lomba Video Kreatif Tingkat SMP Creativlog: Aku dan MKAA’ pada peringkat ketiga. Terakhir, 1025 pembaca yang tertarik pada artikel ‘Persiapkan Peringatan KAA, Begini Kesibukan Relawan KAA’ menempatkan artikel ini di peringkat keempat.

Keempat artikel ini mulai tayang di laman situs Museum KAA sebulan sebelum ‘bulan suci’ KAA, yakni medio bulan Maret. Tujuannya tak lain adalah untuk menumbuhkan kesadaran (awareness) publik terhadap program-program edukasi publik yang digelar museum dalam misinya untuk pelestarian nilai-nilai KAA. Melalui keempat artikel ini pula, fase kesadaran terus bergerak mendorong ketertarikan (interest) publik terhadap program yang ditawarkan Museum KAA. Hingga akhirnya, publik memutuskan (decision) untuk terlibat baik sebagai relawan maupun peserta aktif program (action).

Selain artikel Peringatan KAA, lima artikel lainnya telah pula mendorong kesadaran publik terhadap Museum KAA. Artikel bertajuk ‘Delegasi Padjadjaran MUN 2019 Belajar Sejarah KAA’ meraih 704 pembaca. Sementara itu, arahan Kepala Museum KAA kepada para relawan Peringatan 64 Tahun KAA bertajuk ‘Di Hadapan Relawan, Kepala Museum KAA: Semangat Bandung Tetap Menyala!’ dibaca hingga 698 pembaca.

Masih ada tiga artikel lain yang meraih pembaca cukup tinggi. Berita soal acara mendongeng yang menghadirkan seorang pendongeng profesional asal Afrika cukup menarik perhatian 636 pembaca. Demikian pula berita yang memuat kunjungan Duta Besar Belgia di Museum KAA dibaca hingga 603 kali.

Yang di luar dugaan adalah berita yang mengupas peran mahasiswa praktik kerja lapangan di Museum KAA dikunjungi tak kurang dari 547 pembaca.

Melalui artikel-artikel ini konsep AIDA (awareness, interest, decision, action) yang dijalankan Museum KAA dalam mempublikasikan Nilai-nilai KAA kepada publik terbukti berjalan sesuai harapan.

Sepanjang tahun 2019 yang terdiri atas 52 minggu, Museum KAA sedikitnya telah melansir 53 artikel berita di laman situs Museum KAA. Secara keseluruhan, museum yang bernaung di bawah Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu ini meraih 25.703 pembaca.

Laman situs Museum KAA merupakan salah satu kanal publikasi yang dikelola oleh Museum KAA. Museum ini juga memiliki kanal-kanal lainnya di media sosial, seperti Instagram, Twitter, Facebook Group, Facebook Fanpage, dan Youtube Channel. Semua kanal ini memiliki nama @AsiAfricaMuseum.

Sumber: Museum KAA

Share