Begini Reaksi Pengunjung Saat Dengar Kisah Diplomasi Perjuangan

112A3125Pengunjung menyimak penjelasan edukator dalam acara Jelajah Malam Museum KAA di Gedung Merdeka, Jumat (10/8/2018). (Sumber: Dok. MKAA)

BANDUNG, MUSEUM KAAPuluhan remaja mengenakan pakaian zaman dulu atau tempoe doeloe berkerumun di Selasar Timur Museum KAA pada Jumat petang, (10/8/2018). Para remaja itu sudah berada di depan pintu masuk Museum KAA sejak pukul 18.30WIB. Mereka menunggu dimulainya acara Jelajah Malam Museum KAA.

Tepat pukul 18.30WIB, sesuai dengan jadwal, pintu masuk pengunjung dibuka. Antrean kembali dibuka menurut jadwal reservasi setiap 30 menit. Ada enam jadwal hingga pukul 21.00WIB. Beberapa orang tua juga tampak datang bersama putra-putrinya yang masih berusia Sekolah Dasar (SD).

112A3084Edukator Museum KAA Elda Tartila menjelaskan ‘Kisah Diplomasi Perjuangan’ kepada pengunjung acara Jelajah Malam Museum KAA. (Sumber: Dok. MKAA)

Para edukator Museum KAA telah bersiap menyambut pengunjung dengan salam merdeka. Mereka tampak mengenakan padu badan busana tempo doeloe. Semua dibalut setelan busana atasan putih dan bawahan hitam, dasi hasduk, dan serta pita kecil warna merah putih di lengannya.

Di Ruang Utama Gedung Merdeka edukator membimbing pengunjung menengok kembali sejarah diplomasi perjuangan Indonesia. Salah seorang edukator Museum KAA Elda Tartila dengan runtut menjelaskan diplomasi perjuangan yang ditempuh pemerintah Indonesia untuk mendapat pengakuan de facto dan de jure atas kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia.

Usai proklamasi kemerdekaan, perjuangan Indonesia ternyata belum usai. Masih ada lagi yang tak kalah penting yang perlu diperjuangkan, yaitu pengakuan internasional atas kemerdekaan Indonesia. Maka, ditempuhlah diplomasi perjuangan,” jelas Elda kepada pengunjung. Selanjutnya, dikisahkan pula berbagai perundingan antara Indonesia dan Belanda mulai dari Perundingan Linggarjati hingga Konferensi Meja Bundar.

Pengunjung kemudian diajak melihat Ruang VIP di Selasar Barat Gedung Merdeka. Padahal sehari-hari ruang itu tertutup untuk kunjungan umum. Ruang-ruang yang berada di sayap kanan gedung itu sarat dengan sejarah yang senantiasa terkait tokoh-tokoh penting di Indonesia.

112A3118Peserta Jelajah Malam Museum KAA bersama-sama membacakan teks proklamasi kemerdekaan di Ruang Utama Gedung Merdeka. (Sumber: Dok. MKAA)

Seorang pengunjung Jelajah Malam, Ely Muliawati mengatakan, banyak hal baru yang ia peroleh dari acara itu, terutama kisah sejarah diplomasi perjuangan. “Lika-liku perjuangan kemerdekaan jadi begitu jelas sekarang,” katanya. Ia menambahkan, acara ini cocok bagi yang ingin belajar sejarah dengan cara santai. “Saya pun baru tahu tentang sejarah diplomasi perjuangan karena tadi dikisahkan oleh edukatornya,” ujarnya.

Senada dengan Ely, salah seorang relawan edukator Sahabat Museum KAA yang bertugas malam itu Farida mengaku, rata-rata pengunjung turut bangga lantaran kemerdekaan Indonesia yang telah menginspirasi kemerdekaan di kawasan Afrika melalui Konferensi Asia Afrika. “Tadi kepada pengunjung saya menjelaskan dampak diplomasi perjuangan Indonesia. Mereka umumnya baru tahu dan ikut bangga,” katanya.

112A3255Usai tur museum, peserta Jelajah Malam Museum KAA menuliskan pesan kemerdekaan di sepotong kain putih. (Sumber: Dok. MKAA)

Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie mengungkapkan, dalam acara Jelajah Malam sejarah sebagai sumber inspirasi dan perenungan selalu berhasil mendorong animo masyarakat berkunjung ke Museum KAA.

Tema diplomasi perjuangan ini dalam rangka peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kami ingin mengajak anak muda lebih giat menengok sejarah melalui acara semacam ini supaya dapat meraih spirit perjuangan bangsa,” katanya.

112A3095Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie berfoto bersama salah satu pengunjung cilik yang menjadi peserta perdana acara Jelajah Malam Museum KAA. (Sumber: Dok. MKAA)

Menurutnya, acara Jelajah Malam di Museum KAA digelar berkala dengan tema yang berbeda sejak tahun 2010. Untuk menciptakan sensasi pengalaman berkunjung, pihaknya selalu mengutamakan atmosfir, pengalaman, dan pelayanan di setiap acara Jelajah Malam.

Sumber: Museum KAA