Bendera Diturunkan, Tiga Program Edukasi Peringatan KAA Resmi Dimulai

BANDUNG, MUSEUM KAA – Jumat, 30/4/2021, menjelang senja, belasan awak media sibuk mengabadikan momen penting di mulut Jalan Asia Afrika yang bersilang dengan ekor Jalan Braga di sisi selatan. Suara jepretan kamera silih berganti menangkap momen langka setahun sekali itu.

Di seberangnya, tak sedikit warga yang lalu lalang di sekitar Gedung Merdeka sejenak tertegun dan menatap tajam ke setiap tiang bendera di sekeliling Museum KAA. Ekor mata mereka seolah tak lepas dari gerak-gerik pasukan penurunan bendera yang berseragan hitam-putih menurunkan satu demi satu 109 bendera Asia dan Afrika serta 1 bendera PBB.

Meski 109 Bendera Negara Asia dan Afrika serta 1 Bendera PBB resmi diturunkan di Kompleks Museum KAA – Gedung Merdeka, bukan berarti berakhir pula rangkaian Peringatan 66 Tahun KAA di Museum KAA. Pasalnya, masih ada tiga agenda edukasi publik lainnya yang rencananya bergulir mulai awal bulan Mei hingga di hampir penghujung tahun ini.

Menyinggung tiga agenda itu, Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi mengatakan, ketiganya meliputi lomba edukasi sejarah Bandung Historical Study Games (BHSG) untuk pelajar dan umum dalam rentang usia 15 tahun hingga 55 tahun, lomba storytelling untuk pelajar sekolah menengah pertama, dan webinar nasional yang didedikasikan untuk khalayak umum.

Seperti dijelaskan Dahlia, ketiga acara itu sejatinya bagian dari delapan program utama Peringatan 66 Tahun KAA. Namun, lantaran pertimbangan protokol kesehatan, pihaknya memutuskan program-program itu tidak semua digelar di bulan April. Melainkan, diselenggarakan secara terpisah dalam beberapa bulan.

Dahlia merinci, lomba edukasi sejarah Bandung Historical Study Games (BHSG) dihelat di bulan Juni 2021. Akan tetapi, pendaftaran peserta sudah dibuka sejak Mei 2021. Kemudian, lomba storytelling rencananya dilakukan di bulan Juli 2021.

Puncaknya, tambahnya, urgensi merawat solidaritas dalam menopang upaya bersama menghadapi pandemi global dikupas dalam sebuah webinar bertema ‘Kemanusiaan dan Solidaritas Internasional untuk Kesehatan Dunia’ di bulan Oktober 2021.

Ini kali pertama, seperti diakuinya, mata acara Peringatan KAA yang sebelumnya cenderung terpusat di bulan April digelar terpisah. Semua tak lepas dari upaya yang ditempuh oleh museum yang bernaung di Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu itu dalam menyesuaikan semua bentuk pelayanan publiknya terhadap era adaptasi kebiasaan baru.

Menutup penjelasannya, Dahlia mengungkapkan, sejumlah agenda ini meskipun dirancang sedemikian rupa sarat dengan muatan nilai edukasi tapi tetap menarik dan menyenangkan.

Sumber: Museum KAA

Share