News

BANDUNG, MUSEUM KAA — Usia 40 tahun kerap dianggap sebagai capaian titik matang dalam sebuah perjalanan usia. Demikian pula dengan Museum KAA yang menginjak usia 40 tahun pada Jumat, 24 April 2020 ini. Dalam perjalanan usia yang tak lagi muda itu, Museum KAA tetap berkomitmen pada visinya untuk melestarikan Nilai-nilai KAA yang lahir dari peristiwa […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA — Minggu pagi, 24 April 1955 Ketua Komite Ekonomi KAA Rooseno dan Ketua Komite Kebudayaan KAA M. Yamin datang menyambangi Komite Politik KAA di lantai dua Gedung Dwi Warna di Jalan Diponegoro Bandung. Mereka melaporkan hasil pembahasan di kedua komite itu untuk mendapat pengesahan Ketua KAA Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Sementara itu, […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA — Menurut rencana KAA ditutup pada Sabtu, 23 April 1955. Akan tetapi, ternyata ditunda sehari lagi hingga Minggu, 24 April 1955. Sebab, dua Panitia Perumus dalam Komite Politik di Gedung Dwi Warna yang membahas kolonialisme dan hidup berdampingan secara damai belum dapat merampungkan tugasnya. Buku Sejarah Diplomasi Indonesia dari Masa ke Masa […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA – Pembahasan terberat dalam sepekan KAA enam puluh lima tahun silam adalah topik hidup berdampingan secara damai. Topik ini menyangkut upaya memajukan perdamaian dan kerja sama dunia. Sejak digulirkan pada Jumat sore, 22 April 1955 dalam Sidang Komite Politik di Gedung Dwi Warna, topik ini belum tuntas hingga sesi berakhir pada hari […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA – Delegasi asal Suriah dalam sidang tertutup Komite Politik KAA yang berlangsung di Gedung Dwi Warna mengungkap soal Irian Barat ke dalam forum. Meski sempat melalui diskusi yang hangat, akhirnya seluruh delegasi sepakat mendukung penyelesaian soal Irian Barat. Sesudah pembicaraan soal Palestina pada Rabu, 20 April 1955, hari berikutnya Kamis, 21 April […]

Read more

Bandung, Indonesia – Persamaan nasib melahirkan persatuan tindakan dan rasa. Demikian pula dengan pergerakan kemerdekaan di antara negara-negara di benua Asia dan Afrika. Persamaan nasib itu kelak mewujudkan Solidaritas Rakyat Asia Afrika yang lahir 65 tahun silam dalam Konferensi Asia Afrika yang dibuka Presiden Soekarno tepat pada tanggal 18 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung. “Saya […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA – Mempersiapkan KAA bukan soal mudah. Apalagi pertemuan antar benua itu merupakan kali pertama bukan saja bagi Indonesia tapi juga bagi semua bangsa Asia Afrika. Pemerintah Indonesia mematangkan persiapan KAA dalam Konferensi Bogor di penghujung tahun 1954. Dalam konferensi itu, pemerintah Indonesia turut mengundang hadir para Perdana Menteri peserta Konferensi Kolombo lainnya. Konferensi ini atas persetujuan Presiden Sukarno digelar di Istana Presiden […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA – Meski telah resmi mendukung usul Indonesia soal KAA di Konferensi Kolombo, keraguan terhadap kemampuan Indonesia masih menggelayuti para Perdana Menteri peserta Konferensi Kolombo, terutama PM India Jawaharlal Nehru. Buku Sejarah Diplomasi Indonesia dari Masa ke Masa (1950-1960) dengan gamblang merekam ketegangan itu di tengah persiapan KAA. Menurut buku terbitan Kementerian Luar Negeri RI tahun 1997 itu, pendirian PM India […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA — Dalam Konferensi Kolombo yang digelar di Sri Lanka, usulan KAA awalnya ditanggapi skeptis. Akan tetapi, PM Ali Sastroamidjojo tidak mundur. Sikap skeptis terhadap usul Indonesia itu terekam dalam memoar Roeslan Abdulgani The Bandung Connection. Meski tak hadir langsung dalam Konferensi Kolombo lantaran kala itu tengah menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Indonesia, ia rajin mengikuti perkembangan Konferensi Kolombo mulai 28 April hingga 2 Mei 1954 melalui kawat-kawat sandi yang mengalir setiap hari ke Jakarta. Senada […]

Read more