Di Hadapan Relawan, Kepala Museum KAA: Semangat Bandung Tetap Menyala!

1Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie berfoto bersama relawan panitia Peringatan 64 Tahun KAA, Sabtu, (23/3/2019) di Ruang Utama Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika No.65 Bandung. (Sumber Foto: Dok. Museum KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie mengungkapkan, Semangat Bandung tetap menyala-nyala. Hal itu disampaikannya kala menghadiri acara Temu Relawan di Ruang Utama Gedung Merdeka, Sabtu, (23/3/2019).

Menurutnya, Klab Edukator yang bernaung di Sahabat Museum KAA pada tahun ini melibatkan 190 orang relawan. Mereka terdiri atas 105 orang anggota Sahabat Museum KAA dan 85 orang relawan hasil rekrutmen.

Kehadiran kalian adalah bukti bahwa Semangat Bandung belum padam, dan masih menggelora. Ini bukti bahwa spirit KAA masih lestari dan hidup,” katanya sambil disambut tepuk tangan meriah ratusan relawan yang memenuhi ruang tempat kelahiran Dasasila Bandung 64 tahun silam itu.

Ia menganggap, mereka adalah orang-orang pilihan. Sebab, ia beralasan, panitia sebelumnya berhasil menjaring 466 orang pendaftar calon relawan. Kendati begitu, hanya 85 orang pendaftar yang lolos rekrutmen.

Untuk itu, ia mengapresiasi semua relawan yang telah berkenan meluangkan waktu untuk bekerja sama dengan Museum KAA dan Sahabat Museum KAA. Melalu program kerelawanan, kalian dapat mengasah kemampuan kerja sama, dan kepemimpinan sebagai bekal di dunia kerja nanti,” katanya.

2Briefing relawan di Ruang Utama Gedung Merdeka, Sabtu (23/3/2019). (Sumber Foto: Dok. Klab Edukator SMKAA)

Ia menambahkan, program kerelawanan di Museum KAA dikenal sebagai Jarum Pentul (red - Jadi Relawan Museum itu Penting dan Gaul). Program ini telah meraih perhatian dari pemerintah pusat. Pada tahun 2018, berkat program itu Museum KAA meraih penghargaan TOP +99 dan TOP 40 Inovasi Pelayanan Publik tingkat nasional dari Kementerian PAN RB.

Pada acara International Public Service Forum 2018, Rabu (7/11/2019), Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan TOP 40 inovasi Jarum Pentul kepada Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir.

Sesuai rencana, para relawan kelak bergabung dalam divisi panitia acara Bandung Historical Study Games (BHSG). Pada Peringatan 64 Tahun KAA, acara edukasi sejarah ini telah dihelat untuk kelima kalinya.

Popularitas acara ini telah mendorong kemunculan program sejenis di Kota Bandung. Meski begitu, menurut Kepala Museum KAA, “Walau sudah muncul beberapa me-too-program, BHSG tetap yang terbaik.”

Sebab, imbuhnya, BHSG sudah sejak awal dirancang menjadi media pelestarian nilai-nilai kerja sama dan gotong royong yang menyenangkan dan menarik.

3Brigette Giovandretta dan Ignatius Kristian Nugroho usai acara Temu Relawan Peringatan 64 Tahun KAA di Ruang Utama Gedung Merdeka, Sabtu (23/3/2019). (Sumber Foto: Dok. Klab Edukator SMKAA)

Brigette Giovandretta, salah seorang relawan, mengaku senang bergabung sebagai relawan. “Saya merasa senang. Di sini saya dapet teman baru, dan pengetahuan baru. Sudah ga sabar rasanya menanti acara BHSG,” ujar mahasiswi Universitas Katholik Parahyangan itu.

Senada dengan Brigette, relawan lain Ignatius Kristian Nugroho membenarkan hal itu. “Meski kali pertama bergabung jadi relawan, acara ini tuh informatif juga konstruktif,” akunya.

Sumber: Museum KAA

Share