200 Pengunjung Jelajah Malam Museum KAA Lafalkan Dasasila Bandung

112A9038Edukator Museum KAA Ginanjar Legiansyah saat membimbing pengunjung acara Jelajah Malam Museum KAA mengikrarkan Dasasila Bandung pada Jumat, 27/4/2018. (Sumber Foto: Dok. MKAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – “Kami baru saja dari sana. Sungguh menyenangkan bisa mengikuti kegiatan Jelajah Malam di museum ini. Saya semakin bangga menjadi warga Bandung karena memiliki sejarah KAA yang dikenang sepanjang masa oleh seluruh rakyat dunia, khususnya Indonesia,cuit akun @marsut70 pada Jumat malam, 27/4/2018 dan dimention ke akun @asiafricamuseum. Ada apa di balik itu?

Ada hal tak biasa dalam acara Jelajah Malam di Museum KAA pada Jumat, 27/4/2018. Pasalnya, dalam acara Jumat malam itu, pengunjung mendapat kesempatan istimewa untuk bersama-sama melafalkan Dasasila Bandung tepat di tempat kelahirannya dahulu.

112A9022Koordinator Asian Students Association in Indonesia (ASAI) Sikandar menyambut pengunjung acara Jelajah Malam Museum KAA. (Sumber Foto: Dok. MKAA)

Awalnya pengunjung dilayani seperti biasa, sampai akhirnya para edukator mempersilakan pengunjung berdiri di depan tribun utama Gedung Merdeka. Di tribun itu Sekretaris Jenderal KAA Roeslan Abdulgani pernah membacakan enam hasil KAA pada Minggu, 24 April 1955 pukul 21.30WIB menjelang Sidang Penutupan KAA. Dasasila Bandung adalah butir keenam dari hasil KAA itu.

Dasasila Bandung adalah warisan intelektual bangsa Asia Afrika terhadap perdamaian dunia. Melalui Dasasila Bandung bangsa Indonesia telah memberikan sumbangsih nyata bagi upaya kemerdekaan, dan perdamaian dunia. Selanjutnya saya akan melafalkan isi Dasasila Bandung. Silakan ikuti saya jika berkenan,” ujar edukator Ginanjar Legiansyah kepada pengunjung museum saat membimbing ikrar Dasasila Bandung.

Dalam rangka Peringatan 63 Tahun KAA, Kementerian Luar Negeri melalui UPT Museum KAA mempersembahkan acara Jelajah Malam Museum KAA pada Jumat, 27 April 2018, Pkl. 18.30WIB – 21.00WIB di Museum KAA – Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika No.65 Bandung.

Pengelola Museum KAA sebelumnya telah membuka pendaftaran secara online sejak Selasa, 10 April 2018 dan ditutup pada Kamis, 19 April 2018. Jumlah pendaftar melampaui target. Awalnya diharapkan 300 orang. Namun, yang mendaftar mencapai 341 orang. Animo masyarakat yang berminat mengikuti acara Jelajah Malam Museum KAA selalu bagus.

Akan halnya tema acara, kali ini acara Jelajah Malam Museum KAA sama dengan tema Peringatan 63 Tahun KAA, yakni Beyond the Bandung Spirit. Melalui tema ini pengunjung diajak meraih pesan perdamaian KAA di masa silam untuk selanjutnya mewujudkan kerja sama dan persahabatan antara warga Asia Afrika.

Sekaitan tema itu, para edukator membimbing pengunjung untuk membaca bersama-sama Dasasila Bandung di depan tribun utama di Ruang Utama Gedung Merdeka supaya dapat merasakan kembali nilai-nilai utama Dasasila Bandung, yakni kesetaraan, kerja sama, toleransi, dan hidup damai berdampingan.

Selain itu, para edukator juga mengajak pengunjung naik ke balkon Ruang Utama Gedung Merdeka. Titik ini adalah salah satu tempat terbaik untuk merasakan kemegahan arsitektur Gedung Merdeka. Di titik ini pula terdapat Ruang Perdana Menteri Sponsor KAA yang digunakan 63 tahun silam oleh Lima Perdana Menteri Sponsor KAA. Sehari-hari pengunjung tidak diizinkan mengunjungi balkon.

112A9058Pengunjung acara Jelajah Malam Museum KAA didampingi edukator Museum KAA Usman Effendi mengunjungi balkon Ruang Utama Gedung Merdeka. (Sumber Foto: Dok. MKAA)

Dua hal ini yang membedakan acara Jelajah Malam Museum KAA tahun 2018 dengan acara sejenis pada tahun sebelumnya.

Dalam pelaksanaan acara ini pengelola Museum KAA tak hanya melibatkan edukator Museum KAA, tapi juga edukator relawan yang terdiri atas sejumlah mahasiswa magang, Klab Edukator Sahabat Museum KAA, dan sejumlah mahasiswa Asia dan Afrika yang bernaung di Sahabat Museum KAA.

112A9003Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie berfoto bersama edukator acara Jelajah Malam Museum KAA. Semua edukator bergotong royong meneruskan pesan sejarah KAA kepada masyarakat. (Sumber Foto: Dok. MKAA)

Melalui acara Jelajah Malam Museum KAA, pengelola Museum KAA berharap agar pengunjung mendapatkan pengalaman dan sensasi baru berwisata malam hari di Museum KAA sambil belajar sejarah KAA.

Acara Jelajah Malam telah menjadi acara tetap Museum KAA sejak tahun 2010. Selanjutnya, Museum KAA rutin menggelar acara ini 3 kali dalam setahun. Hingga kini acara Jelajah Malam selalu menjadi favorit pengunjung Museum KAA.

Sumber: Museum KAA