‘AAC Corner’ dan ‘Jalan Bandung’ yang Hadir di Libya

1

 

Suasana peresmian Asian-African Conference Corner (AAC Corner) di Gedung Perpustakaan Ali Al- Gharyani di distrik Tajoura, Tripoli, Libya (Sumber: Dok. KBRI Tripoli)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Meski lebih dari separuh abad berlalu, api Semangat Bandung tetap menyala-nyala. Buktinya, kabar dari Afrika ini membuktikan warisan intelektual KAA tetap hidup dan menginspirasi.

Baru-baru ini, di Libya telah diresmikan ‘Asian-African Conference Corner’ (AAC Corner). Dan bahkan jauh sebelum diresmikannya AAC Corner, Libya telah mengabadikan jejak Semangat Bandung melalui “Jalan Bandung” yang berada di pusat kota Tripoli.

Kini, warga Libya dapat belajar sejarah KAA di ‘AAC Corner’ yang berada di Gedung Perpustakaan Ali Al-Gharyani di distrik Tajoura, Tripoli, Libya. Di dalamnya, dipajang sejumlah memorabilia KAA, terutama peran delegasi Libya di KAA.

Selain itu, kehadiran ‘Jalan Bandung’ di pusat kota Tripoli, Libya, juga akan terus menandai lestarinya solidaritas rakyat Asia dan Afrika yang dicetuskan enam puluh enam tahun silam di Kota Bandung. 

Keduanya merupakan wujud penghargaan rakyat Libya untuk Konferensi Asia Afrika yang dulu digelar di Kota Bandung.

2

Jalan Bandung di Tripoli, Libya (Sumber: Dok. KBRI Tripoli)

Setahun silam, koleksi langka milik Museum KAA tentang Libya di KAA 1955 juga telah dipamerkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli, Libya. Koleksi itu berupa foto langka dan dokumen historis yang mengungkap peran delegasi Libya di peristiwa KAA 65 tahun silam.

Sekretariat Bersama KAA enam puluh enam tahun silam mencatat, Libya telah mengirimkan tiga delegasinya ke Bandung. Mereka diketuai oleh seorang Duta Besar Libya yang sedang ditugaskan di London, Inggris.

Duta Besar Libya itu bernama Mahmoud Muntasser. Bersamanya turut serta dua pejabat Kementerian Luar Negeri Libya kala itu, yaitu Suleiman El Jerbi, dan Ahmed F. Ben Saoud serta seorang pejabat Kementerian Ekonomi Nasional Libya Abdurrazak Omar El Misallati.

Dalam sidang pembukaan KAA di Ruang Utama Gedung Merdeka, Senin, 18/4/1955, Duta Besar Mahmoud Muntasser mengingatkan, perjuangan bangsa Asia dan Afrika dalam mewujudkan harmoni dan perdamaian tidak mudah.

Pasalnya, menurut pria kelahiran Ajeilat, Tripoli, Libya tahun 1930 itu, bangsa Asia dan Afrika menghadapi tiga jenis bahaya.

Tiga bahaya itu, seperti yang ia ucapkan di hadapan empat ratus delegasi KAA asal dua puluh sembilan negara Asia dan Afrika, meliputi ancaman kolonialisme, diskriminasi rasial, dan intervensi ideologi asing.

Selain ‘Jalan Bandung’ di Libya, di Mesir terdapat pula Jalan Ahmed Soekarno serta Jalan Soekarno di Maroko. Semua untuk mengenang peristiwa KAA yang telah menginspirasi gelombang kemerdekaan terutama di benua Afrika.

Sumber: Museum KAA