Atap Gedung Merdeka Bocor Saat KAA

BANDUNG, MUSEUM KAA — Tak lama usai Presiden Sukarno resmi membuka KAA pada Senin, 18 April 1955 di Ruang Utama Gedung Merdeka, Kota Bandung kala itu diguyur hujan lebat. Akibatnya, sisi barat ruang utama bocor. Air menetes begitu deras.

Ruang utama basah kuyup, terutama di sisi barat. Sebab, yang paling hebat bocornya di sebelah pinggiran barat. Air terus menetes dari atas. Tempat duduk delegasi dan balkon bawah untuk para menteri dan pembesar-pembesar lain ikut basah. Lantai di bawahnya juga ikut tergenang air.

Untunglah ketika itu, sidang pleno terbuka sedang beristirahat. Para delegasi rehat di Hotel Savoy Homann. Mereka sesuai jadwal berada di sana mulai pukul 13.00WIB. Selanjutnya, pukul 15.00WIB delegasi akan kembali ke Gedung Merdeka untuk sesi pidato ketua delegasi yang telah mencatatkan namanya.

Roeslan Abdulgani yang karib disapa Cak Roes itu dalam memoarnya berjudul The Bandung Connection mengingat peristiwa hujan lebat siang itu sangat menegangkan dan tak pernah ia lupakan.

Menurutnya, setelah para delegasi meninggalkan ruang sidang untuk beristirahatia pun ikut pulang ke penginapannya tak jauh dari Hotel Preanger untuk makan siang. Dalam perjalanan itu, ia melihat seluruh Kota Bandung kala itu tengah diliputi oleh awan mendung gelap.

Tengah Cak Roes menikmati santap siangnya, sekonyong-konyong hujan turun amat derasnya disertai dengan guntur dan halilintar. Sejurus kemudian pemimpin pasukan keamanan Gedung Merdeka datang menemuinyaDengan suara gugukepada Cak Roes, ia melaporkan keadaan Gedung Merdeka yang bocor.

Tanpa menyelesaikan makan siangnya, Cak Roes meloncat ke dalam mobil bersama dua stafnya. Senin siang itu sejarah mencatat Cak Roes memang tak pernah kembali ke hotel untuk menyelesaikan makan siangnya.

Tiba di Gedung Merdeka, Cak Roes bertemu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jawa Barat Ir. Srigati Santoso dan timnya yang rupanya juga sudah menerima laporan. Saat itu diperkirakan ada genteng di atap Gedung Merdeka yang merosot. Akan tetapi, mengingat masih lebatnya hujan, usaha untuk naik ke atap belum mungkin.

Sekitar pukul 14.00WIB hujan mulai perlahan-lahan berhenti. Segera petugas Pekerjaan Umum sigap naik ke atap. Mereka meniti dinding tembok luar di sebelah barat Gedung Merdeka.

Sementara itudi dalam gedung semua terus bekerja keras mengeringkan ruang dengan menggunakan lap, karung, dan ember air. Cak Roes sendiri sontak melepas celana, jas, kemeja, kaos kaki, dan sepatunya. Ia lantas kemudian bergabung mengeringkan kursi dan meja dengan goni dan lap.

Cak Roes meminta supaya pintu Gedung Merdeka sementara ditutup rapat dulu sampai pukul 14.45WIB. Keputusan itu penting supaya jangan sampai ada delegasi yang datang sebelum Pkl. 15.00WIB.

Kerja gotong royong siang itu berbuah hasil. Akhirnya, semua dapat bernafas lega kembali. Sebab, dalam waktu 45 menit semua di ruang utama terlihat bersih dan kering kembali.

Peristiwa hujan besar itu untung hanya terjadi di hari pertama KAA. Usai itu, panitia lokal KAA di Bandung giat mengerahkan segala macam cara untuk menolak hujan.

Sumber: Museum KAA

Share