Calendar

Share
Mar
6
Wed
Diskusi buku ‘El Filibusterismo’ karya Jose Rizal @ Museum KAA
Mar 6 @ 17:00 – 20:00
aarc06032019
[Undangan Asian African Reading Club]
 
Sahabat, ikutilah Tadarusan buku El Filibusterismo, karya Jose Rizal. Insyaallah pada Rabu, 6 Maret 2019, mulai jam 16.45 s.d 20.00WIB, bertempat di Ruang Galeri 1 Museum KAA, Jalan Asia Afrika No.65 Bandung.
 
Terbuka untuk umum, gratis. Mari. Salam Asia Afrika.
Share
Mar
12
Tue
Pemutaran dan Diskusi Film ASRAMA DARA (1958) @ Museum KAA
Mar 12 @ 16:00 – 20:00

layarkita2

ASRAMA DARA (1958)
Selasa, 12 Maret 2019
Pukul 16.00 – 20.00 WIB
Di Ruang Galeri 1 Museum Konferensi Asia Afrika
Kerjasama Museum Konferensi Asia Afrika dengan Komunitas LayarKita

Asrama Dara mengisahkan tentang penghuni asrama wanita milik Ibu Siti. Para gadis tersebut memiliki persoalan masing-masing. Ada yang jatuh cinta dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi ayahnya, ada yang dipaksa menikah oleh orang tuanya di kampung, ada juga yang terlibat cinta segi empat, hingga kakak-beradik yang dititipkan orang tuanya karena sibuk berpolitik.

Film besutan Usmar Ismail ini dibuat salah satu alasannya karena ingin mengulang kesuksesan fenomenal yang diraih Tiga Dara (1956). Asrama Dara adalah sekumpulan persoalan kebudayaan dalam menghadapi transisi kebudayaan modern di awal-awal kemerdekaan Indonesia. Persoalan ini dibahas melalui perspektif sekelompok wanita dengan latar masalah yang berbeda yang tinggal di satu atap.

GRATIS DAN TERBUKA UNTUK UMUM

Share
Mar
13
Wed
Tadarusan Buku El Filibusterismo @ Museum KAA
Mar 13 @ 16:45 – 20:00

aarc

[Undangan Asian African Reading Club]

Sahabat, ikutilah Tadarusan buku El Filibusterismo, karya Jose Rizal. Insyaallah pada Rabu, 13 Maret 2019, mulai jam 16.45 s.d 20.00WIB bertempat di Ruang Galeri 1 Museum KAA, Jalan Asia Afrika No.65 Bandung.

Ada Hafidz Azhar (Penulis & Pegiat LPIK UIN Sunan Gunung Djati Bandung) sebagai pembahas.

Terbuka untuk umum, gratis. Mari. Salam Asia Afrika.

Share
Mar
15
Fri
Pameran Museum @ Museum Gedung Sate
Mar 15 @ 13:00 – 22:00

3 2 1Halo, Sahabat Museum!

Sudah punya rencana liburan akhir pekan? Jika belum, coba kunjungi gerai Museum KAA dalam acara Muvies (Museum Festivities) di Museum Gedung Sate Bandung.

Gerai Museum KAA berada pada nomor 16. Gerai ini hadir bersama 48 museum se-Jawa Barat di area taman belakang Gedung Sate. Muvies menyajikan eksibisi 3D selama dua hari mulai tanggal 15-16 Maret 2019.

Yuk, ke Muvies. Dapatkan kisah menarik KAA dari edukator kami dan cinderamata unik di gerai Museum KAA.

Sampai jumpa di Muvies, Sahabat Museum!

Share
Apr
4
Thu
Donor Darah @ Ruang Burangrang Gedung Merdeka
Apr 4 @ 09:30 – 12:30

wHalo, Sahabat Museum!
Maukah Sahabat menjadi pahlawan bagi kemanusiaan?

Mari donorkan darah untuk selamatkan saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Dalam rangka peringatan 64 Tahun Konferensi Asia Afrika, Museum KAA akan mengadakan kegiatan donor darah pada:

Kamis, 4 April 2019
09.30 – 12.30 WIB
Ruang Burangrang, Gedung Merdeka
Jl. Dr. Ir. Sukarno No. 1

Jangan sampai ketinggalan, ya Sahabat!
Mari berbagi untuk sesama!

PS. Ada bingkisan untuk pendonor, lho!

Narahubung:
Sdr. Aep Tiswa, +62 852 2021 2572

Setetes darah anda menyelamatkan nyawa orang lain

Share
Apr
23
Tue
Pemutaran dan Diskusi Film Nobody Knows (2004) @ Galeri I Museum KAA
Apr 23 @ 16:00 – 20:00
layarkita
Nobody Knows (2004)
Selasa, 23 April 2019
Pukul 16.00-20.00WIB
di Ruang Galeri 1 Museum Konferensi Asia Afrika
Kerjasama komunitas LayarKita dengan Museum Konferensi Asia Afrika
 
Nobody Knows menceritakan tentang sebuah keluarga yang terdiri dari seorang anak dan ibunya yang baru saja pindah ke apartemen baru. Anak-anak hidup di apartemen itu secara sembunyi-sembunyi tanpa ada yang mengetahui, dan penghuni resmi apartemen itu hanyalah sang ibu dan anak sulung yang berusia 12 tahun.
 
Suatu hari sang ibu menghilang begitu saja dan hanya menitipkan uang dan menyuruh si sulung untuk bertanggung jawab. Mereka berusaha bertahan hidup dengan uang yang dititipkan sang ibu sebelum mereka pergi. Dan tentu saja uang itu akan habis.
Film Nobody Knows (Dare Mo Shiranai) disutradarai oleh Hirokazu Koreeda, dirilis tahun 2004. Dan telah menyabet beberapa penghargaan.
 
Setelah pemutaran film akan dilanjutkan dengan diskusi santai.
 
GRATIS DAN TERBUKA UNTUK UMUM.
Share
Jul
16
Tue
Pemutaran dan Diskusi Film ‘The Chef of South Polar (2009)’ @ Galeri I Museum KAA
Jul 16 @ 16:00 – 20:00

layarkita“Ini Stasiun Dome Fuji. Sekitar 10.000 kilometer dari Pantai Showa. Terletak di atas gunung pedalaman. Suhu rata-rata -54 derajat celsius. Ketinggian sekitar 3.800 meter lebih tinggi dari gunung Fuji. Tidak ada pinguin dan anjing laut. Bahkan bakteri tidak dapat hidup disini. Area yang sangat dingin.”

Berikut narasi pembuka dalam film komedi karya sineas Jepang, Shuichi Okita ini. Berkisah tentang sebuah tim penelitian Ekspedisi Antartika berisi 8 (delapan) personel, yang harus tinggal selama satu setengah tahun di Kutub Selatan. Ada Taichou si ketua yang ceroboh, Nii-yan anggota termuda dalam tim, Hira-san si Aerolog, Bon sebagai penganggung-jawab komunikasi, seorang ahli medis pemabuk yang mereka panggil ‘Dokter’, Shunnin si pemelihara kendaraan, Moto-san si ilmuwan es dan salju, serta Jun si chef yang berperan sebagai pencerita utama dalam film.

Diangkat dari tulisan otobrigrafi Jun Nishimura, seorang chef coast guard dari Hokkaido yang berkesempatan untuk bergabung dalam Team Ekspedisi Antartika milik Jepang di tahun 1989 dan 1997 –film ini menunjukkan hal-hal jenaka, kejadian menyentuh, serta peristiwa luar biasa yang dilewati tim Observasi Antartika 38. Dari krisis eksistensi yang muncul karena stock mie instan yang habis, sampai kerja keras tim untuk menyuling air tawar dari salju agar bisa makan malam lobster goreng -film ini membangun cerita nya di sekitar meja makan. Makanan digambarkan sebagai satu-satunya ikatan stabil yang dimiliki para anggota tim dengan peradaban dan normalitas, dalam kondisi hidup mereka yang jauh dari normal.

Dalam perjuangan mereka melawan sulitnya beradaptasi, rasa rindu, dan iklim yang tidak bersahabat -terbentuk suatu jalinan solidaritas yang unik. Setiap hari, tantangan baru muncul untuk tim, tetapi selama ada makanan enak di atas meja, nampaknya mereka akan baik-baik saja. Meskipun film ini berlatar di tempat dengan iklim terdingin di dunia, The Chef of South Polar merupakan sebuah film feel-good yang dapat menghangatkan hati siapapun yang menonton nya. Pastikan saja, jangan ditonton dengan perut kosong!

Setelah pemutaran film ini akan dilanjutkan dengan diskusi santai.

Gratis dan terbuka untuk umum. Sangat disarankan untuk membawa cemilan.

Share
Jul
17
Wed
Diskusi Buku ‘Rasta dan Perlawanan (2009)’ @ Galeri I Museum KAA
Jul 17 @ 16:45 – 20:30

IMG-20190716-WA0037Rambut gimbal, musik Reggae, dan Ital food merupakan lambang yang memiliki tujuan. Namun di Indonesia, ada kesalahan persepsi tentang hal ini. Selain atribut yang digunakan oleh penggemar musik Reggae, musik ini juga identik dengan Rasta dan ganja. Oleh karena itu, melalui Buku ‘Rasta dan Perlawanan’ karya Horace Campbell komunitas literasi Asian-African Reading Club (AARC) akan membedah tentang perjuangan Rasta dengan ideologi dan tujuan untuk melepaskan diri dari perbudakan.

Buku ini menceritakan asal-usul gerakan Rastafari, perkembangan dan dinamikanya yang memaksa jutaan warga Afrika bermigrasi ke Amerika untuk menjadi budak perkebunan tebu pada abad ke-18. Selain itu, buku ini juga mengupas tentang bagaimana melepaskan diri dari tuduhan Eskapis, Cultist, dan Repatriasi sebelum akhirnya mendapat status konsultatif dari PBB tahun 1996.

Mendunianya gerakan Rastafarian tidak lepas dari peran Bob Marley penyanyi asal Jamaika melalui musiknya yang bergenre Reggae dan berhasil menyedot jutaan orang menjadi Rastafarian. Musik ini kini tidak hanya didominasi orang kulit hitam tetapi orang kulit putih. Bahkan, Thailand, Indonesia, dan Maori pun ikut dalam gerakan ini.

Sahabat literasi, Rabu 17 Juli 2019, AARC akan menggelar acara Tadarusan dan Diskusi Buku ‘Rasta dan Perlawanan’ karya Horace Campbell pkl 16.45 sd 20.00WIB di Ruang Galeri 1 Museum Konferensi Asia Afrika, Jalan Asia Afrika No.65 Kota Bandung.

Acara ini merupakan kegiatan rutin mingguan yang diselenggarakan oleh AARC untuk sahabat literasi dan gratis serta terbuka untuk umum.

Buat kalian yang merupakan bagian dari gerakan Rastafarian, datanglah untuk berbagi dan berdiskusi, dont miss it!

Share
Aug
6
Tue
Pemutaran dan Diskusi Film DRACULA (1931) @ Galeri I Museum KAA
Aug 6 @ 16:00 – 20:00

layarkita

DRACULA (1931)
Selasa, 06 Agustus 2019
Pukul 16.00 – 20.00 WIB
di Ruang Galeri 1 Museum Konperensi Asia Afrika
Kerjasama Museum Konperensi Asia Afrika dengan Komunitas LayarKita

Didasarkan dari buku gothic-horor terkenal karya Bram Stroker dengan judul yang sama, Dracula merupakan salah satu adaptasi pertama dari cerita tersebut dalam bentuk karya sinema. Juga merupakan film horor pertama yang direkam dengan suara sinkron, film ini dikenal sebagai karya klasik yang diakui di kalangan pencinta film.
Bercerita tentang Count Dracula (Bela Lugosi), seorang bangsawan Transylvania dan upayanya untuk bergabung dengan komunitas kelas atas London, untuk mencari mangsa dan mendatangkan malapetaka.

Cerita diawali dengan agen real-estate Renfield yang melakukan perjalanan ke Transylvania untuk mengadakan pertemuan bisnis dengan Count Dracula (Bela Lugosi) – seorang bangsawan misterius, yang tertarik untuk menyewa dan menempati bangunan Carfax Abbey di London. Dalam pertemuan mereka, Renfield dihipnotis oleh Count Dracula – yang sebenarnya seorang vampir, untuk menjadi budak nya. Sekarang terikat dalam hubungan tuan-pelayan, keduanya pun pergi ke London. Tak lama setelah sampai, Count Dracula segera mencari mangsa – menghisap darah wanita-wanita muda dan mengubah mereka menjadi mayat hidup, yang membawa malapetaka ke Kota London.

Tetapi ketika ia mengarahkan pandangannya kepada Mina (Helen Chandler), putri dari seorang dokter terkemuka –Count Dracula akhirnya menemukan saingannya. Ilmuwan dan pemburu vampir bernama Abraham Van Helsing (Edward Van Sloan) bertekad untuk membantu Mina dan menghentikan kejahatan-kejahatan Dracula.
Seperti biasa, pemutaran film akan dilanjutkan dengan diskusi santai.

Gratis dan terbuka untuk umum.

Share
Sep
17
Tue
Pemutaran dan Diskusi Film MONSTERS (2010) @ Galeri I Museum KAA
Sep 17 @ 16:00 – 20:00

lk

MONSTERS (2010)
Selasa, 17 September 2019
Pukul 16.00 – 20.00 WIB
Di Museum Konferensi Asia Afrika (Jl. Asia Afrika No. 65)
Kerja sama Museum Konferensi Asia Afrika dengan Komunitas LayarKita

Pesawat NASA yang membawa sampel kehidupan dari luar angkasa terjatuh di sekitar Meksiko yang berakibat sampel terlepas dan mulai menghuni sebagian daerah tersebut. Pihak militer lalu mengkarantina daerah tersebut dan menamainya “Infected Zone”. Enam tahun berlalu, manusia harus hidup berdampingan dengan makhluk-makhluk tersebut.
Sementara itu, Andrew Kaulder, seorang jurnalis ditugaskan oleh atasannya untuk menjaga dan membawa sang putri yang bernama Samantha Wynden keluar dari Meksiko dan pulang ke Amerika. Namun perjalanan pulang harus melewati banyak rintangan.

“Bagaimana jika Manusia dan Alien hidup berdampingan?”
Sebuah premis yang menarik untuk diangkat dan jarang ditemui dalam film bertema “Alien Invasion”. Monsters mengingatkan dengan District 9, sama-sama film Sci-Fi yang tidak memiliki dana besar serta memiliki kesamaan premis. Yang membuat Monsters berbeda dengan film sejenisnya ialah melakukan pendekatan yang lebih membumi, dimana manusia harus beradaptasi dengan kehadiran makhluk luar angkasa.

Setelah pemutaran film ini akan dilanjutkan dengan diskusi santai. Gratis dan terbuka untuk umum.

Share