News

BANDUNG, MUSEUM KAA – Awal tahun 1954 PM Sri Lanka melayangkan sepucuk surat undangan kepada PM Indonesia Ali Sastroamidjojo. Indonesia diundang hadir di Konferensi Kolombo yang akan dihadiri para kepala pemerintahan asal Burma, India, Pakistan, dan Sri Lanka sendiri. Akan tetapi, Indonesia bersedia hadir asal Sri Lanka memenuhi dua syarat ini. Pertama, Indonesia ingin konferensi […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA – Presiden Sukarno meminta Sekretariat Bersama KAA supaya tak melulu menghidangkan menu Eropa. Padahal sebelumnya sesuai rencana, delegasi KAA hanya akan menerima sajian menu Eropa. Dalam memoarnya The Bandung Connection, Roeslan Abdulgani sebagai Ketua Sekretariat Bersama mengutarakan alasan penyajian menu Eropa. Menurutnya, pilihan sajian menu itu awalnya bermula dari kebiasaan Istana Belanda […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA – Panitia memperkirakan setiap hari KAA akan memerlukan 30 ton bensin. Sebagai cadangan, panitia juga berencana menyediakan 175 ton bensin. Akan tetapi, beberapa hari menjelang perhelatan KAA perusahaan minyak STANVAC mendadak tidak sanggup lantaran kesulitan teknis. Demikian kenang Roeslan Abdulgani yang karib disapa Cak Roes selaku Ketua Sekretariat Bersama KAA dalam penggalan […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA – “Ingat, Ali. Kali ini adalah cita-cita bersama. Hampir tiga puluh tahun yang lalu kita dalam pergerakan nasional melawan penjajahan, kita sudah mendengungkan solidaritas Asia dan Afrika,” demikian pesan Bung Karno kepada PM Ali Sastroamidjojo. Pesan itu disampaikan Bung Karno kepada PM Ali di Istana Merdeka pada pertengahan bulan April 1954. Kala itu PM Ali akan berangkat ke Kolombo, Sri Lanka guna memenuhi undangan PM Sir John Kotelawala dalam Konferensi Kolombo. Sembilan bulan sebelumnya, Bung […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA – Senin pagi, 18 April 1955 di Gedung Merdeka suara Presiden Sukarno menggelegar. Kala itu putra sang fajar ini tengah mengucapkan pidato pembukaannya. Selama 50 menit pidato itu dibawakan dengan nada bergelombang, berpasang naik, menggugah, membangkit, dan mendorong. Kelak tanggal itu dikenal dalam sejarah sebagai tanggal pembukaan KAA. Namun, di balik tanggal […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA — Sabtu malam Minggu, (23/4/1955) ratusan wartawan dalam dan luar negeri bergerombol di depan bungalow Ketua KAA PM Ali Sastroamidjojo di Jalan Ciumbuleuit Bandung. Udara Bandung Utara yang dingin menggigit tulang kala itu tak mampu menyurutkan langkah para awak media ini. Apa pasal? Mereka tengah menanti berita besar. Di bungalow PM Ali […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA — Di tengah kesibukan persiapan KAA di awal tahun 1955, Muhammad Junus yang merupakan utusan khusus PM India Jawaharlal Nehru tiba di Jakarta. Kepada PM Ali Sastroamidjojo, ia mengusulkan agar KAA di Bandung kelak cukup digelar di bawah tenda di sebuah lapangan luas. Menurut Junus, yang resmi mewakili pemerintah India di Sekretariat Bersama KAA, Partai Kongres di India sudah berpengalaman soal itu apabila menggelar kongres dengan ribuan peserta. Junus meyakinkan, dengan cara itu […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA — Tak lama usai Presiden Sukarno resmi membuka KAA pada Senin, 18 April 1955 di Ruang Utama Gedung Merdeka, Kota Bandung kala itu diguyur hujan lebat. Akibatnya, sisi barat ruang utama bocor. Air menetes begitu deras. Ruang utama basah kuyup, terutama di sisi barat. Sebab, yang paling hebat bocornya di sebelah pinggiran barat. Air terus menetes dari atas. Tempat duduk delegasi dan balkon bawah untuk […]

Read more

BANDUNG, MUSEUM KAA – Liberia, Gold Coast (kini menjadi Ghana), Sudan, Ethiopia, Libya, dan Mesir resmi hadir di KAA 1955. Panitia KAA 1955 yang mengundang mereka. Suara rakyat Afrika terdengar nyaring di KAA 1955 melalui mereka. Kehadiran negara-negara Afrika itu adalah sebagai peserta penuh, bukan peninjau. Sebab, panitia KAA 1955 punya dua syarat untuk negara […]

Read more

Pameran dibuka resmi oleh Kepala Perwakilan RI/KUAI di Tripoli Libya Bapak Moehammad Amar Ma’ruf pada Kamis, (27/2/2020). (Foto: KBRI Tripoli Libya) BANDUNG, MUSEUM KAA – Koleksi langka milik Museum KAA tentang Libya di KAA 1955 dipamerkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli, Libya. Koleksi itu berupa foto langka dan dokumen historis yang mengungkap peran delegasi […]

Read more