Coffee Morning and Sharing Knowledge à la Museum KAA

1 (2)Kalisha A. Putri salah satu mahasiswi peserta magang dari Unpad sedang memberikan materi dasar Bahasa Jepang kepada edukator Museum KAA dan peserta magang lainnya di Sekretariat Sahabat Museum KAA, Jumat (19/7/2019). (Foto: Wulan)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Jarinya menari di papan tulis sambil menerangkan. Tiba-tiba di tengah keasyikan itu, ada yang bertanya. Dengan sabar dan senang hati, ia meladeni pertanyaan ‘sang murid’ yang kadang mengundang tawa. Serius namun santai, begitulah suasana sharing knowledge à la Museum KAA.

Belajar Bahasa Jepang jadi begitu menarik. Meski baru dasarnya saja, seperti kalimat sapaan dan kalimat lainnya yang digunakan sehari-hari, namun materi itu penting bagi edukator agar bisa mempraktikannya langsung kepada wisatawan mancanegara, terutama Jepang yang berkunjung ke Museum KAA.

Adalah Kalisha A. Putri, mahasiswi Jurusan Sastra Jepang dari Universitas Pajajaran (Unpad). Ia salah satu peserta magang sekaligus ‘guru’. Ia membagikan materi pengetahuan dasar Bahasa Jepang kepada peserta magang dan edukator Museum KAA di ruang Sekretariat Sahabat Museum KAA, Jumat (19/7/2019).

Kegiatan ini dinamakan Coffee Morning and Sharing Knowledge. Pesertanya, edukator dan peserta magang di Museum KAA. Acara berlangsung selama kurang lebih satu jam. Namun, ‘murid-murid’ tampak antusias menyimak penjelasan ‘sang guru’ sambil menulis dan melafalkan kata demi kata untuk memudahkan pengucapan.

Semua materi yang diberikan memang bersentuhan langsung dengan bahasa komunikasi sehari-hari. Sebab itu, penting bagi edukator untuk mengetahui dan memahaminya. Misalnya, menyapa dan membuka pembicaraan dengan wisatawan Jepang.

Belajar instan à la peserta magang dan edukator di Museum KAA ini menarik. Pasalnya, baik peserta magang maupun edukator saling bertukar ilmu. Dengan begitu, para mahasiswa magang mendapat ‘tiket’ untuk menghadapi dunia kerja, seperti wawasan, kedisiplinan, dan kematangan atau pengembangan diri.

1 (3) 1 (1)Edukator dan peserta magang di Museum KAA tekun berlatih pelafalan Bahasa Jepang dalam sesi Coffee Morning and Sharing Knowledge, Jumat (19/7/2019). (Foto: Wulan)

Bagi edukator Museum KAA sendiri, menguasai berbagai bahasa tidak wajib. Akan tetapi, Bahasa Inggris adalah mutlak. Sedangkan, berbagai bahasa lainnya, seperti Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, dan Bahasa Perancis sangat menentukan sebagai nilai tambah bagi profesi edukator di museum ini lantaran mayoritas wisatawan mancanegara yang berkunjung bertutur dalam bahasa-bahasa itu.

Akan halnya, Coffee Morning lazimnya diawali dengan minum kopi bersama sambil ‘curhat’. Tentu bukan curhat soal hati tapi pengalaman pekerjaan, lebih tepatnya pelayanan publik di Museum KAA dan segala hal penting lainnya yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Kegiatan Coffee Morning and Sharing Knowledge merupakan agenda mingguan setiap hari Jumat. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih sekaligus menambah keterampilan edukator demi meningkatkan pelayanan publik di Museum KAA.

Sumber: Museum KAA

Share