Delegasi Padjadjaran MUN 2019 Belajar Sejarah KAA

2Anggota Klab Edukator Sahabat Museum KAA Salma Nur Al Hafidz menjelaskan koleksi tanda tangan delegasi KAA kepada delegasi PadMUN 2019 di Museum KAA, Minggu, (7/4/2019). (Sumber Foto: Dok. Museum KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Respon negara-negara di Eropa terhadap KAA 1955 mencuri perhatian delegasi Padjadjaran Model United Nations 2019 atau akrab disingkat PadMUN 2019. Selain itu, para delegasi PadMUN itu juga baru menyadari kunci sukses KAA lantaran prosedur yang informal, sederhana, dan tidak mengikat.

Hal itu terungkap kala 130 delegasi PadMUN 2019 berkunjung ke Museum KAA, Minggu, (7/4/2019). Kunjungan ini merupakan bagian program field trip dari rangkaian kegiatan delegasi PadMUN di Bandung. Melalui kunjungan itu, delegasi diharapkan dapat mempelajari sejarah KAA sebagai sumbangsih nyata bangsa Indonesia terhadap perdamaian dunia.

3Anggota Klab Edukator Sahabat Museum KAA Miftahul Choir menjelaskan Dasasila Bandung kepada delegasi PadMUN 2019 di Museum KAA, Minggu, (7/4/2019). (Sumber Foto: Dok. Museum KAA)

Dalam kunjungan itu, selain edukator museum, tiga relawan pemandu turut terlibat. Mereka – Farida, Salma Nur Al Hafidz, dan Miftahul Choir – tercatat sebagai anggota Klab Edukator Sahabat Museum KAA.

Farida mengaku, “Pertanyaan yang kadang bikin deg-degan jadi indikator peserta tertarik dan antusias dengan sejarah KAA.”

1Usai tur museum, Farida, Salma Nur Al Hafidz, dan Miftahul Choir berfoto bersama delegasi PadMUN 2019 di Ruang Utama Gedung Merdeka, Minggu, (7/4/2019). (Sumber Foto: Dok. Museum KAA)

Mirip dengan Farida, Salma pun merasakan animo delegasi terhadap sejarah KAA. “Bahkan, ada salah satu peserta yang mencoba membaca artikel dari Swedia di salah satu panil pameran,” katanya soal delegasi yang tertarik terhadap respon negara Eropa pada KAA.

Sebagaimana dilansir laman situs Padjadjaran MUN, dua delegasi PadMUN Karen dan Ricky berhasil menjawab kuis di penghujung tur museum. Dijelaskan juga, kunjungan ke Museum KAA memang bertujuan membekali para delegasi sebelum mengikuti kegiatan puncak di Gedung Sate Bandung.

Sumber: Museum KAA

Share