Ini Cara Museum KAA Bantu Disabilitas Netra Kenali Sejarah KAA

2

BANDUNG, MUSEUM KAAPengelola Museum KAA memberikan edukasi mengenai sejarah KAA kepada puluhan penyandang disabilitas netra. Edukasi dikemas dalam bentuk museum tour di Ruang Pameran Museum KAA. Acara kunjungan ke museum itu yang diikuti sekira 50 disabilitas netra merupakan rangkaian pelatihan penyiaran radio untuk disabilitas netra pada Minggu (8/10) di Museum KAA-Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika No.65 Bandung.

Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie mengatakan, sosialisasi sejarah KAA kepada disabilitas netra tersebut dinilai sangat penting. Lantaran, selama ini penyandang disabilitas netra masih belum leluasa mengakses museum. Pihaknya, lanjut Meinarti, telah berupaya meningkatkan akses penyandang disabilitas terhadap koleksi sejarah KAA.

Meski sulit, mendeskripsikan sejarah KAA kepada disabilitas netra bukan mustahil untuk dilakukan. Relawan Klab Edukator Sahabat Museum KAA yang mendampingi museum tour itu mengoptimalkan fungsi alat peraga koleksi untuk mendeskripsikan sejarah KAA. Dalam kunjungan itu, misalnya, penyandang disabilitas netra mendapat kesempatan untuk melakukan touch tour. “Kami mengajak mereka menyentuh serta meraba berbagai koleksi KAA di Museum KAA secara langsung,imbuh Meinarti.

Salah satu relawan dari Klab Edukator Sahabat Museum KAA Jody Setiawan yang terlibat dalam touch tour itu merinci, warna-warna bendera negara Asia dan Afrika diasosiasikan dengan aroma, rasa, suara, atau perasaan. Selanjutnya di ruang konferensi edukator membimbing mereka meraba dinding ruang konferensi serta sekaligus mengelilinginya, menyentuh pilar balkon tempat wartawan peliput KAA, dan merasakan kursi delegasi KAA.

Edukator juga menuntun tangan mereka meraba permukaan bola bumi untuk mendeskripsikan kawasan Asia dan Afrika. Pada permukaan bola bumi, ada bagian yang menonjol ke atas dan bagian yang cekung ke bawah yang mendeskripsikan berbagai kawasan di dunia. Bola bumi sebagai salah satu alat peraga koleksi di Ruang Pameran Tetap Museum KAA juga jadi tempat favorit bagi pengunjung, terutama guru-guru untuk menjelaskan sejarah dunia.

Usai dari bola bumi, edukator mengarahkan peserta touch tour itu menuju sebuah multimedia interaktif. Sebuah multimedia interaktif dengan layar sentuh tak jauh dari bola bumi itu menyajikan profil lengkap delegasi dan negara peserta KAA. Multimedia itu membantu edukator mendeskripsikan negara peserta KAA melalui suara lagu-lagu kebangsaan.

Metode touch tour bagi disabilitas netra ini sejalan dengan tekad kami menjadikan Museum KAA sebagai Museum untuk Semua yang tengah kami kejar,” pungkas Meninarti.

Sumber: Museum KAA