Museum KAA dan Universitas Telkom Gelar International Students Gathering 2019

isg1Poster acara ISG 2019 di Museum KAA. (Desain: Publikasi MKAA)

BANDUNG, MUSEUM KAASebagai bagian dari rangkaian kegiatan Peringatan 64 Tahun Konferensi Asia Afrika, Museum KAA bekerja sama dengan Universitas Telkom menggelar International Students Gathering (ISG) dengan tema “Public Diplomacy and the Youth” pada Rabu, 24 April 2019 di Ruang Pameran Tetap Museum KAA. Ini adalah kali kedua kerja sama Museum KAA – Universitas Telkom dalam penyelenggaraan kegiatan ISG sejak tahun 2018.

Acara diawali dengan sambutan selamat datang dari Kepala Museum KAA, Meinarti Fauzie, dan sambutan dari Rektor Universitas Telkom, Prof. Dr. Adiwijaya. Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Azis Nurwahyudi dan Wakil Rektor III Bidang Admisi dan Career Development, Universitas Telkom, Dida Diah Damajanti.

ISG bertujuan untuk mengumpulkan generasi muda internasional untuk menciptakan saling pemahaman yang akan mendorong peningkatan solidaritas dan kerja sama. Kegiatan ISG tahun ini mendapat antusiasme yang tinggi dengan lebih dari 160 peserta asing yang mendaftar dan 33 anggota Sahabat Museum KAA. Mereka adalah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di berbagai universitas di Kota Bandung dan kota-kota lain di Indonesia diantaranya berasal dari Kenya, Maroko, Sudan, Thailand, Korea Selatan, Timor Leste, Amerika Serikat, Rusia dan Polandia.

isg2Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Azis Nurwahyudi, dan Wakil Rektor III Universitas Telkom Dr. Dida Diah Damajanti berfoto bersama mahasiswa internasional, (Kamis, 24/4/2019) di Ruang Pameran Tetap Museum KAA. (Foto: Dok. MKAA)

Sesuai dengan tema ISG 2019, Wakil Rektor III Universitas Telkom selaku mitra pelaksanaan ISG menyampaikan mengenai program-program Universitas Telkom untuk mahasiswa, terutama mahasiswa asing, yang berkaitan dengan pengembangan karakter dalam kerangka Telkom University Youth Diplomacy.

Sementara itu, Direktur Diplomasi Publik selaku pembicara utama memaparkan mengenai program-program diplomasi publik Kementerian Luar Negeri yang menyasar generasi muda khususnya yang melibatkan konstituen asing. Diantaranya adalah Bali Democracy Student Conference, Outstanding Youth for the World, Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia, Friends of Indonesia, Interfaith Dialogue, dll.

Menutup penjelasannya, Direktur Diplomasi Publik menyampaikan harapan kiranya melalui kegiatan ini para peserta dapat memperoleh gambaran tentang kontribusi nyata yang dapat diberikan dalam upaya peningkatan hubungan bilateral antara masing-masing negara peserta dengan Indonesia.

Setelah acara diskusi selesai, para peserta melakukan ramah tamah (mingling session) untuk berbagi cerita dan pengalaman mereka selama studi di Indonesia.

Sumber: Museum KAA