Klab Edukator Sahabat Museum KAA Giat Belajar Sejarah KAA di Tengah Pandemi

14112020

Peserta kelas pembekalan Klab Edukator SMKAA Angkatan XII berfoto bersama usai sesi pembekalan perdana yang digelar daring pada Sabtu, 14/11/2020. (Sumber Foto: Dok. Museum KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Pandemi rupanya tak menyurutkan antusiasme Klab Edukator Sahabat Museum Konperensi Asia Afrika (SMKAA) dalam mempelajari sejarah KAA. Pasalnya, klab ini giat membekali anggota barunya dengan teknik bimbingan edukasi museum. Pembekalan itu bertujuan mempersiapkan anggota barunya agar kelak terampil dan piawai mengedukasi publik tentang Nilai-nilai KAA.

Dalam pembekalan perdana Sabtu, 14/11/2020, Koordinator Klab Edukator SMKAA (2020-2021) Firas Fauziyah yang karib disapa Firas ini menjelaskan, pandemi tak menghalangi aktifitas mereka dalam mempromosikan Nilai-nilai KAA, termasuk aktivitas rekrutmen dan pembekalan anggota baru tahun ini. Sebab, semua dapat dilakukan secara daring. Ia beralasan, alih-alih mempersempit ruang gerak, moda daring justru malah membawa Klab Edukator SMKAA makin mangkus dan sangkil menyebarluaskan Nilai-nilai KAA.

Rekrutmen dan pembekalan penting bagi regenerasi klab ini (red – Klab Edukator SMKAA). Itu sebabnya pembekalan kali ini kami laksanakan secara daring dalam koordinasi Museum KAA,” ujar Firas yang kini tercatat sebagai mahasiswa Prodi Pendidikan IPS UPI Angkatan 2017.

Firas memaparkan, pembekalan tahun ini dihadiri dua puluh lima anggota baru. Mereka tergabung melalui rekrutmen relawan yang digelar Administrator SMKAA di bulan September 2020. “Ini adalah angkatan ke-12 sejak pertama kali klab dirintis oleh Museum KAA pada tahun 2008,” terang Firas.

Aktifitas pembekalan, terang Firas, dilakukan sekali sepekan pada hari Sabtu secara daring. Materi pembekalan meliputi dua hal pokok, yakni Nilai-nilai KAA dan teknik bimbingan edukasi. Sesuai silabus, pembekalan dasar digelar hingga dua belas kali pertemuan. Pembekalan tidak saja melibatkan staf Museum KAA tapi juga para pembina SMKAA, pendiri Klab Edukator SMKAA, dan pendiri SMKAA.

Salah seorang peserta pembekalan Ayudhini Azzahra Permatasari berkomentar, “Pembekalan perdana begitu mengesankan karena saya mendapatkan ilmu yang luar biasa mengenai Politik Luar Negeri RI. Ayudhini yang kini tercatat sebagai mahasiswa Politeknik STIA LAN Bandung Angkatan 2019 itu menilai, pemaparan dalam pembekalan disampaikan dengan cukup baik sehingga dapat diterima oleh mereka yang memiliki latar belakang pendidikan beragam.

Hal senada diungkap oleh siswi SMAN 12 Bandung Kelas XI IPS 1 Anisya Salsabila Albafny. Menurutnya, selama mengikuti sesi pembekalan perdana Klab Edukator SMKAA, ia mendapati kemudahan dalam mencerna materi. “Saya mendapatkan banyak informasi mengenai museum dan, bahkan, tentang situasi Politik Luar Negeri Indonesia di masa lampau dan masa kini. Saya tidak merasakan adanya kesusahan dalam memahami materi dan saya malah merasa seperti sedang berkuliah,” akunya.

Pengakuan serupa muncul dari siswi SMA Taruna Bakti Bandung Kelas XI IPS Hanadia Mumtaz Anzani. Baginya, kelas pembekalan adalah kegiatan yang menyenangkan untuk menjadi wadah pembekalan ilmu bagi anggota-anggota baru Klab Edukator SMKAA. “Kelasnya menjadi menarik karena pemateri banyak menganalogikan hal-hal rumit dengan sesuatu yang lebih sederhana sehingga mudah diikuti oleh seluruh anggota yang isinya dari berbagai kalangan,” katanya.

Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi mengatakan, pihaknya mendukung program edukasi publik yang dijalankan oleh Klab Edukator SMKAA. Kehadiran mereka, lanjutnya, yang bermitra dengan Museum KAA selama ini telah memperluas kemampuan Museum KAA sebagai UPT pada Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik dalam menjangkau publik untuk pelestarian Nilai-nilai KAA.

Museum KAA hadir sebagai sumber belajar sejarah KAA. Sedangkan mereka membantu mengembangkan strategi belajar, dan media belajar sejarah KAA yang sejalan dengan simbol-simbol komunikasi generasi muda saat ini,” pungkas Dahlia.

Sumber: Museum KAA

Share