Kunjungi Museum KAA, Dubes Bangladesh untuk RI Jajaki Kerja Sama Permuseuman

dok-mkaa

Duta Besar Bangladesh untuk RI Y.M. Mohammad Mostafizur Rahman berfoto bersama Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi dalam kunjungannya ke Museum KAA, Bandung, Selasa (7/9/2021). Sumber Foto: Dok. MKAA

BANDUNG, MUSEUM KAA — Duta Besar Bangladesh untuk RI Y.M. Mohammad Mostafizur Rahman berkunjung ke Museum KAA, Selasa (7/9/2021). Dalam kunjungan itu, ia menjajaki kerja sama di bidang permuseuman bersama Museum KAA.

Seperti yang ia ungkapkan kepada Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi, pihaknya mengusulkan perlunya koleksi anyar terjemahan Dasasila Bandung dalam Bahasa Bengali. Menurutnya, sejarah Bahasa Bengali senafas dengan prinsip kesetaraan yang diusung oleh Dasasila Bandung. “Sejarahnya (red-Bahasa Bengali) kini diperingati resmi sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional,” tambahnya.

Selain sejarah, ia juga mengungkapkan sejumlah kemiripan kosakata antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Bengali. Ia mencontohkan, “Di antaranya adalah kata suami, istri, dan masih banyak lagi lainnya.”

Berbekal kemiripan budaya itu, imbuhnya, sudah selayaknya perlu dijajaki lebih lanjut nantinya kemungkinan kerja sama. Terutama, katanya, kerja sama antara Museum KAA dan museum-museum di Bangladesh.

Menanggapi itu, Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi dalam kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya menyambut baik ide kerja sama tersebut. Pasalnya, Museum KAA hingga kini terus berbenah diri melengkapi koleksi untuk memperkuat visinya dalam melestarikan Nilai-nilai KAA.

Kehadiran terjemahan Dasasila Bandung dalam Bahasa Bengali, menurutnya, akan makin memperkaya khazanah media peraga Dasasila Bandung di Ruang Pameran Tetap Museum KAA. Selain 29 bahasa yang kini tersedia, ke depannya pengunjung museum juga diharapkan dapat menemukan terjemahan Dasasila Bandung dalam bahasa-bahasa lainnya.

Terjemahan dalam Bahasa Bengali ini mengawali ketersediaan pilihan bahasa-bahasa lainnya nanti,” kata Dahlia.

Dahlia melanjutkan, terjemahan itu ia proyeksikan tidak hanya dapat diakses oleh pengunjung luring tapi juga pengunjung daring. Sebab, fasilitas tur virtual museum ini juga akan dilengkapi dengan terjemahan serupa. Alhasil, makin banyak pengunjung yang dapat memahami Dasasila Bandung dalam aneka bahasa. “Ini tentunya akan sangat menarik bagi pengunjung museum kami,” ucapnya.

Dalam kunjungan penjajakan kerja sama itu, Duta Besar Bangladesh juga mengungkapkan keinginannya untuk dapat disediakannya Bangla Corner di Perpustakaan Museum KAA. Nantinya Bangla Corner itu menyajikan koleksi buku-buku tentang Bangladesh.

Menutup kunjungannya, Duta Besar Bangladesh didampingi Kepala Museum KAA menapak tilas sejarah KAA di Ruang Pameran Tetap. Turut hadir pula dalam tur museum itu, Wakil Duta Besar Kazi Anarkoly dan sejumlah staf diplomatik Kedutaan Besar Bangladesh untuk Indonesia.

Sumber: Museum KAA