Makin Dekatkan Museum KAA dengan Para Milenial, SMKAA Gelar Sambang Griya

2-01Kalangan milenial memadati sambang griya SMKAA yang digelar, Minggu (15/9/2019) di Selasar Timur MKAA. (Foto: Dok. MKAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Sahabat Museum KAA (SMKAA) didukung Museum KAA (MKAA) menggelar acara sambang griya bertajuk Open House and Trial Class Minggu (15/9/2019) di Selasar Timur MKAA di Jalan Asia Afrika, Bandung.

Kegiatan ini, menurut Koordinator Eksekutif SMKAA Sagia Hutmaira, bertujuan menginspirasi kalangan milenial di Kota Bandung untuk turut menyebarluaskan Nilai-nilai KAA melalui SMKAA. “Kami mendorong (mereka) bergabung dengan klab-klab belajar di SMKAA. Dengan begitu, (mereka) kelak ikut serta melestarikan pesan KAA, seperti kerjasama, kesetaraan, dan hidup berdampingan secara damai,” kata mahasiswi Prodi HI Unikom di bilangan Dipati Ukur Bandung itu.

Dalam acara sambang griya kali ini, mojang asal Kota Cianjur ini mengaku, pihaknya mengkoordinir 12 klab belajar yang bernaung di SMKAA. Setiap klab memajang profil dan program di bilik-bilik kecil di sepanjang Selasar Timur Museum KAA. Pengunjung bebas hilir mudik mencari tahu lebih dalam kegiatan setiap klab di bilik-bilik tersedia.

Para pengelola klab juga menyediakan kelas percobaan gratis. Dengan demikian, ga cuma tahu profil dan programnya aja tapi juga bisa merasakan sendiri kegiatan klab,” ujar Sagia.

1-01Dinda bersama kawan-kawannya asal SMKN 1 Bandung tengah diwawancara dalam acara sambang griya SMKAA, Minggu (15/9/2019) di Selasar Timur MKAA. (Foto: Dok. MKAA)

Dinda, siswi SMKN 1 Bandung merupakan salah satu pengunjung acara sambang griya. Ia tak datang sendiri melainkan bersama empat kawan sekolah lainnya. Gadis remaja ini mengaku tertarik bergabung dengan SMKAA. “Saya sekolah di jurusan pariwisata jadi ya harus tahu sejarah Kota Bandung, termasuk Sejarah KAA. Selain itu, saya juga suka bahasa Perancis dan tentunya pengin punya kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi waktu luang. Pokoknya ga mager-mageranlah,” ungkap siswi SMK jurusan pariwisata ini yang disambut gelak tawa para pengunjung sambang griya.

Senada Dinda, Luthfi pengunjung acara sambang griya lainnya turut merasakan kelas percobaan. Ia memilih Klab Edukator. Usai menerima arahan dari panitia, ia memeragakan dengan luwes penjelasan sejarah KAA di salah satu sudut Ruang Pameran Tetap MKAA bak edukator museum sebenarnya. Hal itu tak sulit baginya lantaran Luthfi yang kini tengah duduk sebagai mahasiswa Prosi Sastra Inggris UPI sebelumnya pernah melaksanakan praktik kerja lapangan selama tiga bulan di MKAA sebagai edukator.

3-01Suasana kelas percobaan Klab Maghribi dalam acara sambang griya SMKAA, Minggu (15/9/2019) di Galeri 1 MKAA. (Foto: Dok. MKAA)

Acara sambang griya yang berlangsung dari pagi hingga petang itu, diutarakan Sagia, telah berhasil menarik tak kurang dari 400 pendaftar. Mereka telah mendaftarkan diri baik daring maupun during. Para pendaftar ini, lanjutnya, kelak akan melalui proses wawancara yang digelar SMKAA pada Minggu (22/9/2019) di MKAA.

Dalam wawancara itu, setiap pengelola klab akan menelusuri lebih dalam kesiapan pendaftar sebagai calon relawan SMKAA. Pasalnya, kesiapan pendaftar ini, terutama soal waktu kelak menentukan kelancaran tugas mereka dalam menyebarluaskan Nilai-nilai KAA kepada publik melalui berbagai program kreatif yang digelar oleh klab masing-masing.

Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie menjelaskan, melalui acara sambang griya ini pihaknya berharap SMKAA mampu menjaring lebih banyak calon anggota baru. “Selain bertujuan untuk makin mendekatkan MKAA kepada kalangan milenial, para anggota baru ini kelak akan menjadi regenerasi keanggotaan SMKAA di masa depan sehingga SMKAA dapat berkesinambungan.”

Dengan begitu, lanjutnya, program Jarum Pentul (red-Jadi Relawan Museum itu Penting dan Gaul) yang pernah meraih penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Top 99 dan Top 40 dari Kemenpan RB pada tahun 2018 silam dapat terus bermanfaat bagi MKAA maupun SMKAA.

Sumber: Museum KAA

Share