Museum Benteng Vredeburg Belajar Soal Sahabat Museum di Museum KAA

22122020

Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi berfoto bersama dengan tim benchmarking Museum Benteng Vredeburg di Ruang Utama Gedung Merdeka, Selasa, 22/12/2020. (Sumber Foto: Dok. Museum KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Pengalaman adalah guru terbaik. Ungkapan itu kiranya yang telah membawa tim benchmarking Museum Benteng Vredeburg Jogjakarta menyambangi Museum KAA pada Selasa, 22/12/2020 silam.

Kunjungan itu seperti diungkapkan oleh Ketua Tim Benchmarking Rosyid bertujuan untuk menimba pengalaman dari Museum KAA soal pemanfaatan teknologi serta pelibatan komunitas dalam pelaksanaan program dan layanan publik di Museum KAA.

Pasalnya, Museum KAA yang bernaung di Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu itu dianggap cukup berpengalaman. Sebab, tak kurang dari satu dasawarsa museum ini terbukti sukses menjalankan konsep public participatory melalui Sahabat Museum KAA. Bahkan, berkat itu Museum KAA pernah diganjar penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik pada tahun 2018 oleh Kemenpan RB.

Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi dalam paparannya kepada tim benchmarking itu mengatakan, Sahabat Museum KAA hadir sebagai mitra dalam pelaksanaan program dan kegiatan Museum KAA, terutama dalam upaya penyebarluasan sejarah dan Nilai-nilai KAA.

Berkelindan dengan Dahlia, Koordinator Eksekutif Sahabat Museum KAA Zulfikar yang hadir secara daring melalui Zoom mengungkapkan, program-program Sahabat Museum KAA yang digelar dalam konsep kerelawanan semua bertujuan untuk mendukung pencapaian visi dan misi Museum KAA. Ia juga dalam kesempatan itu menguraikan berbagai program edukasi publik Sahabat Museum KAA yang dijalankan bersama Museum KAA, seperti Jelajah Malam, Weekend Tour Service, dan Bandung Historical Study Games.

Dalam sesi diskusi, Rosyid menggali lebih dalam soal kepengurusan Sahabat Museum KAA, penganggaran, dan program Sahabat Museum KAA serta bentuk kemitraan antara Museum KAA dan Sahabat Museum KAA.

Di luar itu, Dahlia juga membagikan pengalaman pelayanan publik Museum KAA di masa pandemik. Menurutnya, pihaknya kini lebih mengedepankan pelayanan digital, seperti virtual museum dan sosialisasi melalui media sosial.

Ia juga menambahkan, pihaknya kini sedang mempersiapkan digitalisasi koleksi, membuat portal aplikasi mobile Museum KAA dan menyempurnakan layanan daring.

Tim benchmarking ini dipimpin Edukator Museum Benteng Vredeberg Rosyid. Bersamanya turut hadir delapan orang yang terdiri atas para pelaksana teknis museum, seperti kurator, konservator, registrar dan reparator.

Diskusi kali itu dilaksanakan secara hybrid sesuai himbauan protokol kesehatan. Staf Museum KAA yang tengah menjalani Work from Home (WFH) dan perwakilan Sahabat Museum KAA hadir melalui tatap maya. Sedangkan, staf Museum KAA yang menjalankan Work from Office (WFO) hadir tatap muka bersama tim benchmarking.

Sumber: Museum KAA