Museum KAA Gandeng Amida Jabar untuk Pemutakhiran Koleksi

18122020

Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi berfoto bersama Ketua Amida Jabar Koesnadi Adiwijaya dan Sekretaris Jenderal Amida Jabar Bambang Subarnas, Senin, 9/11/2020 di Museum KAA. (Sumber Foto: Dok. Museum KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Koleksi adalah ruh museum. Museum tanpa koleksi tidak akan bisa hidup. Alhasil, koleksi museum bukan hanya dirawat tapi juga dimutakhirkan.

Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi mengungkapkan itu dalam sesi audiensi bersama Ketua Amida Jabar Koesnadi Adiwijaya yang karib disapa Kang Koes, dan Sekretaris Jenderal Amida Jabar Bambang Subarnas, Senin, 9/11/2020 di Museum KAA, Jalan Asia Afrika No.65 Bandung.

Dahlia pun memandang penting untuk melakukan kerja sama dengan Amida Jabar. Pasalnya, pihaknya akan meriset, dan menginventarisir sejumlah koleksi milik Museum KAA yang belum teregistrasi sebagai koleksi cagar budaya nasional.

Selain itu, imbuhnya, tentu saja hasil pemutakhiran itu berguna melengkapi data koleksi di Ruang Pameran Tetap Museum KAA. Dengan demikian, para edukator lebih leluasa mengembangkan narasi interpretasi koleksi yang selalu baru dan menarik bagi pengunjung museum.

Di sisi lain, Dahlia menerangkan, hasil pemutakhiran itu juga sangat diperlukan bagi Museum KAA untuk dibagikan kepada para akademisi dan mahasiswa yang kini makin kerap mengangkat topik sejarah KAA. Ketersediaan data koleksi yang mutakhir soal KAA ini, tegas Dahlia, akan sangat bermanfaat bagi museum ini dalam dalam melestarikan Nilai-nilai KAA sebagai tugas utamanya.

Keseriusan Museum KAA dalam pemutakhiran koleksi itu tak main-main. Pasalnya, Dahlia mengaku, pihaknya telah mematangkan rencana untuk penambahan koleksi KAA dengan berburu koleksi langsung di negara-negara sponsor KAA.

Menanggapi itu, Kang Koes menyatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan Museum KAA. “Kami di Amida Jabar mendukung upaya pemutakhiran koleksi ini. Fungsi Amida Jabar juga untuk memajukan museum-museum di Jawa Barat,” kata Kang Koes yang juga sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Pengelola Museum Sri Baduga itu.

Semua program Amida Jabar, menurut Kang Koes, mendukung seluruh pengelola dan pegiat museum di Jawa Barat. Dukungan itu tidak saja untuk berbagai kegiatan milik museum, tapi juga aneka kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung yang terkait pengembangan museum.

Kang Koes menguraikan beberapa bentuk dukungan Amida Jabar selama ini. Di antaranya, ia mencontohkan, peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia permuseuman. “Kami telah banyak menggelar program bimbingan teknis, pendidikan dan pelatihan permuseuman,” terang Kang Koes.

Dalam kesempatan itu pula, Sekretaris Jenderal Amida Jabar Bambang Subarnas mengajak Museum KAA ikut mendukung upaya mengenalkan museum sejak dini. Pengenalan itu dapat dilakukan mulai dari lingkungan keluarga dan sekolah. “(Program ini) Namanya ecomuseum. Pernah dicoba sebagai eksprimen perdana di SMAN 24 Bandung,” ucapnya.

Sumber: Museum KAA

Share