Museum KAA Gelar Acara Seni, Peringati 62 Tahun KAA

panggung

Festival of the Bandung Spirit digelar dalam rangkaian Peringatan 62 Tahun KAA di kawasan Cikapundung Timur pada Sabtu (22/4/2017). (Sumber Foto: Dokumentasi Museum KAA) 

BANDUNG, MUSEUM KAA – Museum KAA menggelar pentas seni dan budaya Festival of the Bandung Spirit untuk memperingati KAA di kawasan Cikapundung Timur, Bandung, Sabtu (22/4/2017). Acara itu diikuti ratusan peserta dari puluhan komunitas anak muda dari seluruh Kota Bandung termasuk komunitas mahasiswa Asia dan Afrika. Kawasan Cikapundung Timur di sisi barat Museum KAA yang sehari-hari lengang disulap menjadi sebuah lokasi pertunjukan seni dan budaya Asia dan Afrika sehingga peringatan KAA kali ini terasa makin semarak.

Acara itu digelar guna menjadi wadah ekspresi kreativitas serta menyerukan Nilai-nilai KAA yang setara, berkerja sama, dan hidup berdampingan secara damai. Sejak Sabtu pagi panggung di kawasan Cikapundung Timur ramai dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan pagelaran.

Pagelaran yang diinisiasi Museum KAA itu ingin mengangkat seni dan budaya Asia dan Afrika sebagai refleksi dari Semangat Bandung yang mempersatukan bangsa Asia dan Afrika dalam keberagaman. Melalui seni dan budaya itu pesan persatuan dalam keberagaman yang menjadi slogan Museum KAA dalam Peringatan 62 Tahun KAA Live and Let Live: Peace and Harmony for All diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat.

Pesan KAA tak hanya semata mendorong kerja sama di bidang politik dan ekonomi tapi juga sosial budaya. Terlebih lagi Asia Afrika menjadi tempat berkembangnya berbagai peradaban kebudayaan dunia. Melalui simbol-simbol komunikasi yang dikemas dalam pagelaran pentas seni dan budaya ini, pesan perdamaian KAA diharapkan dapat lebih dekat dengan masyarakat,” ucap Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie pada Sabtu malam.

Sejumlah suguhan kreatif seni dan budaya dipentaskan di panggung. Di antaranya adalah pertunjukkan seni drama yang digelar komunitas Teater Tak Bernama Sahabat Museum KAA yang mengangkat Nilai-nilai KAA. Selain itu, panitia juga mengundang perwakilan komunitas mahasiswa Asia dan Afrika untuk gelar wicara.

Selama panggung berlangsung beberapa komunitas asal berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kota Bandung tampil membawakan tari-tarian, band, puisi kebangsaan, dan paduan suara.

Acara ini sengaja diadakan selain supaya dapat menyalurkan kreativitas seni dan budaya anak muda juga dapat lebih mengakrabkan mahasiswa Asia Afrika dengan anak muda Kota Bandung. Selain itu, acara ini juga untuk media berbagi yang efektif mengenai Nilai-nilai KAA kepada anak muda,” ujar project officer acara Hadyan Parinduri.

Selama acara berlangsung masyarakat juga leluasa berinteraksi langsung dengan komunitas mahasiswa Asia dan Afrika. Selain itu di sekitar panggung acara tersedia gerai yang menyajikan berbagai informasi tentang sejumlah negara di Asia dan Afrika.

Penyanyi Tiwi, Cassandra, dan Tompi juga tampil menghibur peserta acara ini.

Acara ini terselenggara atas kerja sama Museum KAA dan sejumlah radio swasta di Kota Bandung.

Sumber: Museum KAA