Pekan Literasi Asia Afrika Kembali Digelar di Bandung

poster-plaa6Poster publikasi acara Pekan Literasi Asia Afrika ke-6 di Museum KAA. (Desain: Museum KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Sudah menjelang akhir pekan tapi belum terbayang rencana mengisi waktu luang ke mana? Museum KAA menawarkan beberapa acara menarik minggu ini. Sayang kalau dilewatkan begitu saja. Sebab, dalam acara ini bukan hanya hiburan tetapi juga sarat informasi literasi yang penting. Apalagi, dalam acara kali ini Museum KAA mengusung tema ‘Literasi di Era Dijital’.

Di penghujung pekan ini, Pekan Literasi Asia Afrika (PLAA) akan kembali hadir di Museum KAA, Jalan Asia Afrika Bandung. Acara akan berlangsung selama tiga hari, yaitu 4-6 Oktober 2019 mulai pukul 08.00-16.00WIB. Rangkaian acara terdiri atas pameran literasi dan bazar buku, diskusi film, diskusi buku, diskusi teknologi, dan mendongeng.

Selama acara berlangsung, museum yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu ini menggelar pameran literasi dan bazar buku. Sedikitnya delapan gerai dari berbagai kementerian dan lembaga turut memajangkan koleksi buku terbaik mereka di area pameran literasi. Sedangkan bazar buku akan diisi sejumlah penerbit buku.

Bagi peminat film, ada dua pilihan jadwal pemutaran dan diskusi film, yaitu film ‘Il Postino’, Jumat (4/10/2019) pukul 14.00-16.00WIB bersama komunitas film LayarKita dan film ‘Sampei Si Kappa’, Minggu (6/10/2019) bersama Japan Foundation.

Tak ketinggalan, tiga judul buku keren akan dikupas dalam acara ini. Peminat diskusi buku sebaiknya meluangkan waktu lebih banyak di hari Sabtu (5/10/2019). Pasalnya, pada hari ini mulai pukul 09.00-16.00WIB tiga diskusi buku digelar secara bergantian. Awalnya, buku ‘Sepatu Orang Lain’ karya Mia Saadah bersama Perpustakaan Diplomasi Kemenlu, lalu dilanjutkan dengan buku ‘Menggali Pundi-Pundi Lewat Tren Sosial Media’ bersama penulisnya sendiri Astrid Savitri, dan terakhir buku ‘Silang Cahaya Kearifan Budaya’ bersama komunitas literasi Asian-African Reading Club.

Selain itu, dalam acara kali ini Museum KAA bekerja sama dengan Yayasan Mata Hati Indonesia menggelar diskusi soal pemanfaatan teknologi dijital bagi kaum disabilitas terutama dalam proses pendidikan, Minggu (6/10/2019) pukul 09.00-11.00WIB. Tak hanya itu, diskusi ini juga menyoroti perkembangan literasi bagi disabilitas netra dari format braille hingga dijital.

Acara PLAA ini direncanakan dibuka resmi oleh Direktur Informasi dan Media selaku Plt. Direktur Diplomasi Publik Kemenlu Listiana Operananta, Jumat pagi (4/10/2019). Usainya, disusul dengan acara mendongeng bagi pelajar usia Sekolah Dasar, termasuk dari Sekolah Dasar Luar Biasa. Acara ini melibatkan 125 pelajar dari 12 Sekolah Dasar di Kota Bandung.

Penyelenggaraan PLAA di Museum KAA pada tahun ini telah menginjak tahun yang keenam. Adapun tema ‘Literasi di Era Dijital’ dilatari keinginan Museum KAA untuk mendukung upaya mempersiapkan publik menghadapi era perkembangan dan sirkulasi informasi dijital sekaligus mengedukasi publik soal pemanfaatan teknologi untuk penggalian informasi yang baik, valid, dan akurat.

Sumber: Museum KAA

Share