Sepanjang Tahun 2019 Akhir Pekan Jadi Pilihan Berkunjung Paling Favorit di Museum KAA

poster-publikasi

Infografis kaleidoskop Museum KAA di tahun 2019. (Desain: Museum KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Sepanjang tahun 2019 ada pemandangan tak biasa di setiap akhir pekan di Museum KAA. Pasalnya, ruang pameran tetap museum ini tak pernah sepi dari pengunjung. Uniknya, rerata pengunjung di waktu ini merupakan kaum milenial. Selainnya, pengunjung keluarga juga sangat mencolok di penghujung pekan.

Fakta ini sejatinya bukan hal biasa bagi museum yang diresmikan pada puncak Peringatan ke-25 Tahun KAA sekitar empat puluh tahun silam. Sebab, kehadiran mereka menandai segmen pengunjung Museum KAA yang makin luas.

Awalnya, museum ini di hari-hari biasa cenderung ramai oleh pengunjung pelajar sekolah. Mereka umumnya datang berkunjung dalam rangkaian kunjungan lapangan yang dikelola oleh pihak sekolah.

Akan tetapi, belakangan ini terutama sepanjang tahun 2019 Museum KAA akhirnya turut merasakan dampak era disrupsi, yakni perubahan perilaku pengunjung.

Segmen pengunjung milenial dan pengunjung keluarga di akhir pekan di Museum KAA dikenal memiliki perilaku khas. Mereka datang tak melulu untuk berkunjung tapi juga mengabadikan momen kunjungan itu.

Bahkan, bukan cuma jumlahnya yang naik, durasi berkunjung mereka di akhir pekan cenderung agak lebih lama bila dibandingkan pengunjung di hari-hari lain.

Perubahan perilaku pengunjung itu sudah mulai disadari oleh pengelola museum yang bernaung di bawah Direkorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu ini. Itu sebabnya, setiap akhir pekan museum ini juga melibatkan mahasiswa praktik kerja lapangan dan relawan Sahabat Museum KAA.

Mereka bahu-membahu bersama para edukator Museum KAA mengantisipasi gelombang perubahan pengunjung museum ini di akhir pekan.

Berdasarkan amatan sepanjang tahun 2019, perubahan perilaku pengunjung di Museum KAA mulai tampak pada sejumlah program edukasi publik yang digelar oleh museum. Misalnya, pada acara Jelajah Malam.

Acara ini yang kerap digelar setiap empat bulan sekali selalu melampaui target kuota yang ditentukan. Umumnya pesertanya adalah para milenial dan keluarga. Mereka sengaja datang di malam hari mengenakan kostum khas untuk mengikuti serunya acara Jelajah Malam.

Selain itu, amatan lain muncul dari media sosial Museum KAA, khususnya akun Instagram @asiafricamuseum. Laman statistik di balik akun ini mengungkapkan siapa followers aktifnya. Ternyata, sepanjang tahun 2019 follower aktif akun Museum KAA adalah berusia 13 hingga 22 tahun.

Mereka bukan saja aktif menyukai setiap unggahan akun @asiafricamuseum tapi juga turut serta memberikan komentar dan, bahkan, membagikannya kepada para follower masing-masing.

Sumber: Museum KAA

Share