Tak Disangka, 700 Calon Relawan Mendaftarkan Diri ke Sahabat Museum KAA

IMG-20190924-WA0012Pengelola Klab Journativist SMKAA tengah mewawancara sejumlah calon relawan SMKAA, Sabtu (21/9/2019) di Museum KAA, Jalan Asia Afrika No.65 Bandung. (Sumber: Klab Journativist SMKAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Meski bukan yang pertama kali bagi Sahabat Museum KAA (SMKAA), jumlah itu diakui bukan hal biasa, terutama di tengah makin beragamnya pilihan cara berkomunitas di Kota Bandung.

Benar-benar di luar ekspektasi kami untuk dapat menyentuh angka 700 pendaftar,” tulis admin @smkaa.info, Rabu (18/9/2019). Admin akun resmi SMKAA ini juga tak lupa mencuit apresiasi atas tingginya animo calon relawan itu, “Terima kasih banyak atas antusiasme dari sahabat-sahabat sekalian. Sekali lagi terima kasih banyak.”

Seperti dilansir laman situs web SMKAA www.sahabatmkaa.com dengan tajuk Pengumuman Tahap 1, Kamis (19/9/2019) silam, tertera daftar nama-nama calon relawan dari 12 klab yang bernaung di bawah SMKAA. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya umumnya setiap klab mengalami peningkatan jumlah pendaftar sampai dua kali lipat. Klab Young Announcer tampil paling menonjol di antara klab-klab lainnya. Klab yang dikenal sebagai tempat belajar seputar penyiaran dan public speaking ini menjaring pendaftar hingga melampaui 100 orang.

Koordinator Eksekutif SMKAA Sagia Hutmaira yang karib disapa Gia saat dihubungi mengakui, ia dan tim administrator SMKAA tak mampu menutupi rasa kaget soal ini. Pasalnya, bukan saja lantaran jumlah pendaftar di luar prediksi mereka tapi juga waktu publikasi yang cukup singkat dan hanya mengandalkan media sosial.

Kami hanya punya waktu delapan hari untuk publikasi rekrutmen ini. Dibuka mulai tanggal 9 dan ditutup tanggal 17 September,” rincinya.

Gia juga menerangkan, dalam keterbatasan waktu itu pihaknya berusaha sebaik mungkin menjangkau publik untuk menyebarluaskan informasi tentang rekrutmen ini. Paling tidak, menurutnya, selain memaksimalkan akun media sosial @smkaa.info mereka juga melibatkan pengelola klab-klab untuk aktif membagikan informasi rekrutmen melalui akun media sosial masing-masing.

Satu lagi yang tak kalah penting juga dalam publikasi rekrutmen ini adalah acara sambang griya,” imbuhnya. Sebab, acara yang digelar Minggu (15/9/2019) di Selasar Timur Museum KAA dengan dukungan Museum KAA itu, dalam pandangan Gia, telah menambah keyakinan calon relawan soal SMKAA.

Dalam sesi wawancara calon relawan, Sabtu-Minggu (21-22/9/2019) di Museum KAA, terungkap motivasi sebagian besar calon relawan. Mereka ternyata tertarik bergabung dengan SMKAA lantaran ingin mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri melalui berbagai program yang digelar setiap klab di SMKAA.

Motivasi para calon relawan itu diakui Koordinator Journativist SMKAA Hera Mandasari. Menurutnya, sebagian besar calon relawan yang berasal dari latar belakang pendidikan beragam rata-rata pernah belajar jurnalistik sebelumnya baik di SMA maupun kampusnya masing-masing. Tapi sayangnya, hasil tulisan mereka belum pernah ditayangkan. Sebab itu, mereka berharap melalui Klab Journativist dapat meningkatkan kemampuan menulis mereka dan kemudian tampil percaya diri melansirnya untuk publik.

Senada dengannya, Wakil Koordinator Klab Edukator SMKAA Ananda Samuel Hutapea turut mengamini pula pendapat itu. Para calon relawan yang ia wawancara banyak yang menyatakan SMKAA sebagai opsi yang tepat untuk melatih kecakapan dalam public speaking, dan berdiplomasi sambil belajar sejarah KAA.

Menanggapi tingginya animo pendaftar SMKAA, Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie melihatnya sebagai tren yang baik, terutama bagi upaya pelestarian Nilai-nilai KAA yang diemban Museum KAA. Menurutnya, dengan begitu Museum KAA sebagai UPT di bawah Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu itu makin diterima di masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

Mereka selanjutnya akan kami bekali Nilai-nilai KAA untuk kemudian bersama kami di Museum KAA menyebarluaskan pesan Semangat Bandung kepada publik yang lebih luas,” pungkasnya.

Sumber: Museum KAA

Share