Temu Wicara Juru Potret KAA 1955

WhatsApp Image 2021-02-09 at 19.49.10

Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi dan Tim berpose bersama Juru Potret KAA 1955 Inen Rusnan. (Sumber Foto: Dok. Museum KAA)

Bandung, Museum KAA – Bertepatan dengan Hari Pers Nasional – 9 Februari 2021, Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi menyambangi kediaman seorang fotografer pers Konferensi Asia-Afrika 1955. Beliau adalah Inen Rusnan, bertugas mendokumentasikan momen bersejarah Konferensi Bandung, dan bahkan tanpa pamrih melakukannya semata untuk kesuksesan acara.

Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh Kepala Museum KAA kepada Sang Juru Potret demi menggali informasi Konferensi Asia-Afrika di mata pelakunya. Melalui memori kolektifnya, Inen berkisah pengalaman selama berburu gambar menggunakan tustel Leica F3 di KAA 1955. Saat ini tustelnya pun dipamerkan dan dirawat dengan baik di Museum Konperensi Asia-Afrika.

“Saya selalu hadir pada setiap kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Merdeka, bahkan rela untuk meninggalkan kegiatan lain.” ujar Inen Rusnan. Karena kepiawaiannya dalam memotret dan memiliki sikap sopan santun baik, Beliau tak pernah absen ambil bagian penting dalam kegiatan-kegiatan kenegaraan, termasuk kegiatan bertaraf internasional.

Dahlia Kusuma Dewi mengungkapkan, karya dari Inen Rusnan tidak hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu tapi bisa dirasakan oleh semua. Hal tersebut tampak dari salah satu foto Gedung Merdeka hasil jepretan Beliau yang menggambarkan alih fungsi Gedung Merdeka dari masa ke masa. Dengan segala keterbatasan teknologi kamera di masa itu, Beliau mampu menghasilkan potret yang bisa dinikmati hingga kini dan mengandung nilai informasi yang tak lekang oleh waktu.

WhatsApp Image 2021-02-09 at 19.49.08

Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi berbincang dengan Inen Rusnan yang didampingi istrinya. (Sumber Foto: Dok. Museum KAA)

“Bagaimana pengalaman Bapak, khususnya pada saat KAA 1955?” tanya Dahlia Kusuma Dewi. Sosok yang mengawali karir sebagai asisten foto di studio bapak angkatnya – James Photo Press ini, menuturkan bahwa pengalaman luar biasa menjadi juru potret KAA 1955. Kala itu panitia lokal begitu memercayakan pendokumentasiaan KAA kepada Beliau. Bahkan, ada delegasi yang menginginkan potret dari Beliau diberikan secara cuma-cuma demi memberi pelayanan terbaik.

Sang Juru Potret KAA 1955 berpesan kepada generasi muda agar selalu mencontoh segala perbuatan terbaik dari orang-orang terdahulu, dan jangan pernah melupakan sejarah. Selalu kunjungi museum-museum agar kita bisa selalu merawat semangat nasionalisme dan mengenal jati diri bangsa.

“Kiprah Inen Rusnan mempunyai nilai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan bangsa, senada dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional.” ungkap Kepala Museum KAA Dahlia Kusuma Dewi mengakhiri sesi temu wicara.

Sumber: Museum KAA

Share