Untuk Kedua Kalinya, Museum KAA Raih Penghargaan ‘Museum Menyenangkan’

foto-2-museum-awards

Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie menerima penghargaan Museum Award yang diserahkan Netty Heryawan, istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada Sabtu (14/10/2017) di Aula Barat Gedung Sate Jalan Diponegoro No.22 Bandung. (Foto: Museum KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Di ajang Indonesia Museum Award 2017, Museum KAA kembali menerima penghargaan kategori ‘Museum Menyenangkan’. Sabtu kemarin (14/10/2017) di Aula Barat Gedung Sate Jalan Diponegoro No.22 Bandung Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie menerima penghargaan tersebut yang disampaikan oleh Netty Heryawan, istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Penghargaan itu diterima Museum KAA karena museum ini dianggap berhasil melibatkan komunitas dalam penyampaian informasi koleksi kepada masyarakat. Tak hanya itu Museum KAA juga dinilai sukses mensinergikan kegiatan museum dengan komunitas.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam sambutan singkatnya mengingatkan agar fungsi museum sebagai sumber informasi masa lalu dapat bermanfaat untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Dalam kesempatan itu, Gubernur mencontohkan Museum KAA yang menciptakan cara yang informatif dan menyenangkan bagi masyarakat yang mempelajari sejarah.

Museum KAA lolos penilaian yang dilakukan tim survei Komunitas Jelajah yang melibatkan 54 orang relawan. Mereka berpartisipasi mengumpulkan data secara incognito. Survei sendiri memakan waktu cukup lama.

Dewan Juri yang diketuai Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M. Arch., Ph.D (Wakil Menteri Pendidikan Kebudayaan 2011-2014) menilai Museum KAA sebagai ‘Museum Menyenangkan’ karena museum ini dianggap paling memenuhi aspek menyenangkan, mulai dari pelayanan yang tepat sasaran, pemanfaatan koleksi museum, fungsi museum sebagai rumah belajar, kelengkapan informasi pelayanan, dan kelengkapan sarana dan prasarana yang tersedia.

Selain kategori ‘Museum Menyenangkan’, ada sejumlah kategori lain yang turut diberikan. Komunitas Jelajah melalui serangkaian diskusi dan sidang menyepakati pada Rabu (27/9/2017) pemberian anugerah dalam kategori Museum Cerdas, Museum Cantik, Museum Bersahabat, dan Museum Unik.

Indonesia Museum Award 2017 yang digelar Komunitas Jelajah merupakan ajang penghargaan prestisius di dunia permuseuman Indonesia. Seperti dilansir di laman resmi Komunitas Jelajah, komunitas ini adalah sebuah komunitas yang bertujuan menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah, budaya, bahasa, kemasyarakatan, teknologi dan sains, termasuk peristiwa, tokoh, tempat dan peninggalannya.

Sejak tahun 2012 Komunitas Jelajah telah lima kali menggelar acara Museum Awards. Pada tahun 2017 Museum Awards memasuki era baru. Museum Awards berubah menjadi Indonesia Museum Awards.

Rahasia Museum KAA Bisa Dua Kali Raih Penghargaan ‘Museum Menyenangkan’

Museum KAA kembali dinobatkan sebagai ‘Museum Menyenangkan’. Kepala Museum KAA berharap penghargaan itu bisa menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh komunitas pegiat Sahabat Museum KAA (SMKAA).

Meinarti mengungkapkan, pendirian SMKAA awalnya datang dari keinginan Museum KAA (MKAA) untuk dapat bersinergi dengan masyarakat terutama dalam melestarikan Nila-nilai KAA. Masyarakat diharapkan tak hanya menjadi penikmat museum tapi juga aktif terlibat menyumbangkan waktu, ilmu, dan materi. Peran serta masyarakat itu, lanjut Meinarti, juga sejalan dengan sasaran diplomasi publik Indonesia. Sebab, selain publik di mancanegara, publik di dalam negeri juga menjadi sasarannya.

foto-3-admin-smkaa

Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie dan jajaran Administrator Sahabat Museum KAA 2017-2018 serta para pegiat Sahabat Museum KAA lainnya berfoto dengan trofi Museum Awards pada Minggu, (15/10/2017) di Sekretariat Museum KAA-Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika No.65 Bandung. (Foto: Meinarti Fauzie)

SMKAA hadir sebagai sebuah portal komunitas yang mengelola keterlibatan masyarakat di MKAA. Sebagai mitra MKAA, SMKAA berfungsi sebagai event management dengan prinsip bersahabat dan bermanfaat. Hubungan kerja sama di SMKAA dijalankan secara kesukarelaan dan gotong royong,” jelasnya.

Meinarti mengaku pihaknya bersyukur karena program MKAA melalui SMKAA terbukti bermanfaat untuk masyarakat. “Awalnya sama sekali tidak diduga untuk dapat penghargaan. Pengakuan ini di luar dugaan kita. Tentu ini menyuntik jajaran MKAA dan SMKAA agar berkinerja lebih semangat lagi,” katanya.

Meinarti menuturkan, sejak berdiri di tahun 2011 kehadiran SMKAA telah mengubah citra MKAA. Semula MKAA yang hanya dikenal publik sebagai tempat penyimpanan koleksi KAA berubah menjadi tempat yang menyenangkan.

Setiap tahun jumlah anggota klab belajar dan hobi yang bernaung di SMKAA terus bersemi. Anggota SMKAA juga makin beragam. Tak hanya datang dari penjuru di Indonesia tapi juga dari negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. Para mahasiswa Asia dan Afrika yang tengah menempuh studi di Indonesia bergabung dalam dua komunitas YAAA (redYoung African Ambassadors in Asia) dan ASAI (redAsian Students Association in Indonesia) di SMKAA.

Tahun 2015 SMKAA sukses menggelar Konferensi Mahasiswa Asia Afrika. Konferensi ini adalah kali kedua setelah pertama kali dihelat di Bandung tahun 1956. Tak kurang dari 200 delegasi mahasiswa perwakilan 50 negara Asia dan Afrika hadir merumuskan deklarasi akhir. Tak hanya itu, di tahun 2016 Klab Esperanto SMKAA didaulat jadi tuan rumah pelaksanaan kongres internasional Bahasa Esperanto Tiga Negara, yakni Indonesia, Australia, dan Selandia Baru. Sekira 120 delegasi esperantis asal berbagai negara di dunia ikut hadir.

SMKAA memiliki aneka program yang sengaja dirancang beragam dan menyenangkan. Masyarakat bebas memilih sesuai minat. Ada klab diskusi buku, diskusi film, seni, bahasa, keterampilan, dan kajian. Bahkan, ada klab relawan edukator museum.

Kehadiran SMKAA di MKAA akhirnya mencuri perhatian publik. MKAA dinilai telah bertransformasi lantaran kiprah SMKAA. Alhasil, Museum KAA diganjar penghargaan Museum Menyenangkan pada Minggu, (7/6/2015) di Galeri Indonesia Kaya-Grand Indonesia Jakarta.

Sumber: Museum KAA