600 Peserta Ikuti Lomba Jelajah Sejarah KAA

BANDUNG, MUSEUM KAAKetika fajar belum menyingsing, kesibukan dan persiapan acara BHSG (redBandung Historical Study Games) mulai tampak di Gedung Dwi Warna di bilangan Diponegoro Bandung pada Sabtu, 21/4/2018. Di pelataran gedung terlihat dua ratus panitia berseragam topi dan kaos coklat muda dengan tulisan Feel the Living History where the Spirit of Solidarity and Friendship Live on di punggungnya.

Panitia sibuk melayani peserta yang mendaftar ulang di sisi kanan Gedung Dwi Warna dengan meja dan kursi berderet di sepanjang serambi muka. Mereka adalah relawan remaja yang tergabung pada Klab Edukator Sahabat Museum KAA.

Tak jauh dari panitia telah berbaris rapi 120 kelompok peserta acara BHSG. Setiap kelompok terdiri atas lima peserta. Alhasil, ada 600 peserta yang bergabung pada acara lomba sejarah itu. Mereka mengenakan kaos dan topi abu-abu. Semua berjejer di sepanjang pelataran gedung. Di sudut kiri gedung, ada seperangkat podium untuk acara peresmian.

112A7771Peserta bersiap dalam kelompok masing-masing menjelang lomba BHSG 2018 pada Sabtu, 21/4/2018. (Sumber Foto: Dok. MKAA)

Pukul 06.40WIB pranatacara mengumumkan acara siap dimulai dan menuturkan urutan acara pembukaan, yakni menyanyikan Lagu Indonesia Raya, sambutan acara oleh Kepala Kanwil DJPb Jawa Barat, dan pembukaan acara oleh Kepala Museum KAA.

Lantas seorang dirigen mengaba panitia dan peserta acara untuk bersama-sama mengumandangkan lagu Indonesia Raya.

Pada sesi sambutan Kepala Kanwil DJPb Jawa Barat Yuniar Yanuar Rasyid mendukung upaya Museum KAA dalam pelestarian Nilai-nilai KAA.Bukan saja lantaran secara historis Gedung Dwi Warna terkait erat dengan peristiwa KAA namun juga Museum KAA sudah menjadi Sister Museum dari museum kami, yakni Museum Perbendaharaan,” jelas Yuniar yang mengenakan setelan olahraga warna gelap itu.

112A7756Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie, Kepala Kanwil DJPb Jawa Barat Yuniar Yanuar Rasyid, dan Koordinator Tim Medis Kemenlu dr. Tety pada sesi pembukaan acara BHSG 2018 di Gedung Dwi Warna pada Sabtu, 21/4/2018. (Sumber Foto: Dok. MKAA)

Pukul 06.50WIB Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie resmi membuka acara. Peresmian ditandai dengan bunyi sirine. Kepada peserta acara BHSG, Meinarti mengajak peserta memaknai kembali pesan sejarah di setiap situs dan monumen yang akan dilalui. “Kami berharap melalui acara ini (red – BHSG) kalian lebih mengenal sejarah Kota Bandung dan kontribusinya tak hanya bagi Indonesia tapi juga dunia,” ucapnya.

Kepala Museum KAA yang dibalut setelan olahraga lengan panjang berwarna oranye itu mengajak peserta acara BHSG yang sebagian besar remaja dan pelajar untuk mencintai sejarah bangsanya. “Sejarah KAA mengajarkan kepada kita pentingnya prinsip-prinsip kerja sama, kesetaraan, dan hidup damai berdampingan,imbuhnya.

Tepat pukul 07.00WIB Kepala Kanwil DJPb Jawa Barat Yuniar Yanuar Rasyid dan Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie mengangkat bendera start diiiringi tepuk tengan peserta.Horee!seru peserta memberi semangat.

Peserta berangkat dari Gedung Dwiwarna menuju Gedung Merdeka menempuh jarak sekitar 3,9 km.

Tema BHSG kali ini adalah ‘Kontribusi Bandung untuk Dunia’. BHSG dirancang sebagai kegiatan perlombaan berbentuk permainan yang edukatif dan rekreatif. Pesertanya dipersilakan menjelajah sambil menjawab pertanyaan di sejumlah tempat dan monumen bersejarah di Kota Bandung. Misalnya, pertanyaan tentang sejarah KAA dan sejarah Kota Bandung. Selain itu, ada pula soal terkait bangunan bersejarah. Tak melulu pertanyaaan, ada juga permainan. Tujuannya untuk menumbuhkan kekompakan dan kerjasama tim.

BHSG 2018 digelar dalam rangkaian acara Peringatan 63 Tahun KAA. Tahun ini adalah perhelatan keenam kali. Sebelumnya acara ini telah sukses terselenggara pada tahun 2013 dengan 806 peserta, tahun 2014 dengan 960 peserta, tahun 2015 dengan 1500 peserta, tahun 2016 dengan 800 peserta dan tahun 2017 dengan 500 peserta.

Melalui acara ini masyarakat diajak menjiwai dan mengggelorakan kembali Semangat Bandung.

Sumber: Museum KAA