Calendar

nov
16
Vie
Jelajah Malam Museum KAA @ Museum KAA
nov 16 @ 18:30 – 21:00

natm-16112018Segera daftarkan geng kalian melalui posel asianafrican.museum@kemlu.go.id. Ini caranya. Sahabat Museum mengirimkan nama lengkap rombongan, jumlah rombongan maksimal 7 orang, nomor telepon yang dapat dihubungi, asal lembaga atau kota, dan pilihan waktu kunjungan, yaitu 18.30WIB, 19.00WIB, 19.30WIB, 20.00WIB, 20.30WIB, 21.00WIB. Jangan lupa pada kolom Subjek cantumkan Registrasi Jelajah Malam.

Biar keseruan makin maksimal, ada outfit of the day, lho. Sahabat Museum kompakan dech mengenakan kostum Tempo Dulu. Museum KAA punya hadiah menarik untuk kelompok dengan kostum terbaik.

Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Namun, kuota terbatas. Untuk itu, ayo segera daftarkan geng kalian.

dic
11
Mar
Pemutaran & Diskusi Film: PETER PAN (2003) @ Ruang Audiovisual Museum KAA
dic 11 @ 16:00 – 20:00

47689313_10156142289566173_5484179135364333568_o

PETER PAN (2003)
Selasa, 11 Desember 2018
Pukul 16.00 – 20.00
di Ruang Audiovisual Museum Konferensi Asia Afrika
Kerjasama Museum Konferensi Asia Afrika dengan Komunitas LayarKita

Ketika Wendy Darling sedang bercerita kepada kedua adiknya, tiba-tiba ia didatangi oleh Peter Pan. Peter, seorang anak laki-laki yang tidak menua, mengajak Wendy dan adik-adiknya ke Neverland, sebuah pulau tempat dimana ia tinggal. Setibanya di sana, entah bagaimana Wendy dan adik-adiknya diculik oleh Captain Hook. Dengan bantuan kerabatnya, Tinker Bell, Peter pun harus menghadapi Captain Hook demi menyelamatkan Wendy.

Peter Pan (2003) adalah salah satu film adaptasi dari karya klasik milik J. M. Barrie yang berjudul sama yang rilis pada tahun 1904. Film ini adalah film adaptasi Peter Pan yang pertama kali menjadikan Peter, sebagai pemeran laki-lakinya, yang memimpin jalannya cerita.

Pemutaran film ini akan dilanjutkan dengan diskusi santai.

Gratis dan terbuka untuk umum!

ene
22
Mar
Pemutaran dan Diskusi Film @ Museum KAA
ene 22 @ 16:00 – 20:00

layarkita

TIMBUKTU (2014)
Selasa, 22 Januari 2019
Pukul 16.00-20.00WIB
di Ruang Galeri 1 Museum Konperensi Asia Afrika
Kerja sama Museum Konperensi Asia Afrika dengan Komunitas LayarKita

Timbuktu, kota yang berada di Mali sempat dikuasai oleh kelompok radikal penebar terror yang mengatasnamakan dirinya dengan suatu agama tertentu.

Di kota, orang-orang menderita dan tak berdaya. Musik, rokok, bahkan permainan sepak bola adalah hal yang dilarang. Kelompok radikal yang mengatasnamakan agama ini dengan seenaknya memberikan aturan dan hukuman pada warga, tanpa pandang ia memeluk agama apa. Menyamaratakan aturan yang ditetapkan harus diterima warga tanpa terkecuali.

Kidane, bersama istri dan kedua anaknya memilih untuk tinggal di gurun demi mencari ketenangan dari kelompok radikal.

Namun, takdir tak dapat ditolak, seketika nasib mereka berubah dan nyawa mereka terancam tanpa disadari dari mana awalnya.

Pemutaran film ini akan dilanjutkan dengan diskusi santai.

Gratis dan terbuka untuk umum.

ene
29
Mar
Pemutaran dan Diskusi Film MY LEFT FOOT (1989) @ Museum KAA
ene 29 @ 16:00 – 20:00

layarkita

MY LEFT FOOT (1989)
Selasa, 29 Januari 2019
Pukul 16.00-20.00WIB

Tempat di Ruang Galeri 1 Museum Konperensi Asia Afrika

Kerja sama Museum Konperensi Asia Afrika dengan Komunitas LayarKita

My Left Foot adalah kisah seorang pria luar biasa: pelukis dan penulis asal Irlandia, Christy Brown (1932-1981), yang lahir di keluarga miskin dengan kondisi lumpuh otak, namun berhasil meraih kesuksesan dengan hanya menggunakan kaki kiri—satu-satunya anggota tubuh yang dapat digerakkannya secara bebas.
Awalnya, tak ada yang menaruh harapan pada Christy.

Tumbuh dalam keluarga miskin dengan 13 anak, Christy yang lumpuh, tak bisa bicara maupun bergerak sejak lahir, selalu dianggap terbelakang secara mental. Namun, keajaiban terjadi saat berumur 5 tahun, Christy menunjukkan kemampuannya mengontrol kaki kirinya untuk menulis di lantai rumahnya.

Adalah ibu Christy yang melihat kecerdasan dan semangat luar biasa di dalam diri anak yang dianggap cacat itu. Sejak itulah, dengan bantuan ibunya yang behati baja, Christy mengalahkan keterbatasannya dan menjadi salah satu pelukis dan penulis tersukses di Irlandia.

Pemutaran film ini akan dilanjutkan dengan diskusi santai.

Gratis dan terbuka untuk umum.

mar
5
Mar
Pemutaran dan Diskusi Film ‘ENAM DJAM DI DJOGDJA (1951)’ @ Museum KAA
mar 5 @ 16:00 – 20:00

layarkita

ENAM DJAM DI DJOGDJA (1951)

Selasa, 05 Maret 2019 jam 16.00 – 20.00 WIB
di Ruang Galeri 1 Museum Konperensi Asia Afrika (Jalan Asia Afrika No. 65) Bandung
Kerjasama Museum Konferensi Asia Afrika dengan Komunitas LayarKita.

Setelah Yogyakarta diduduki Belanda (Desember 1948), pasukan RI melakukan perang gerilya. Pada suatu ketika Yogya diserbu dan bisa diduduki, walau hanya selama 6 jam.

“Serangan Oemoem” pada 01 Maret 1949 itu sekedar menunjukkan kepada dunia internasional, bahwa RI masih punya kekuatan, dan tidak/belum hancur seperti dipropagandakan oleh Belanda.

Film ini dengan sadar melukiskan peristiwa nyata terkenal dalam sejarah revolusi Indonesia itu dengan cara fiktif, karena merasa dokumen-dokumen yang ada masih belum lengkap dan takut menyinggung berbagai pihak. Yang dilukiskan adalah kerjasama antara rakyat, tentara dan pemerintah. Meski fiktif, tapi fakta nyata menjadi acuannya. Dan kisah disuguhkan lebih dari sisi rakyat atau tentara yang berpangkat rendah.

Tekanan Belanda membuat rakyat menderita dan berbagi sikap. Ada yang mendukung perjuangan tentara, ada yang menggerutu. Tentara yang memeras rakyat pun sekilas dilukiskan. Kesulitannya adalah menyatu padukan sikap, gerakan dan menegakkan disiplin semua anggota gerakan. Ada juga terselip kisah cinta.

Tidak ada tokoh yang menonjol dalam kisah, karena begitu banyak pihak yang diceritakan sedikit-sedikit, karena yang jadi tujuan memang pelukisan peristiwa itu secara global.

Film besutan dewa film Indonesia ini (Usmar Ismail), menginspirasi film lain yang serupa: “Janur Kuning (1979)” dan “Serangan Fajar (1981)”

Selesai pemutaran akan dilanjutkan dengan diskusi seputar perang gerilya, agresi militer dan perang kemerdekaan.

GRATIS DAN TERBUKA UNTUK UMUM

mar
6
Mie
Diskusi buku ‘El Filibusterismo’ karya Jose Rizal @ Museum KAA
mar 6 @ 17:00 – 20:00

Disculpa, pero esta entrada está disponible sólo en English.

mar
12
Mar
Pemutaran dan Diskusi Film ASRAMA DARA (1958) @ Museum KAA
mar 12 @ 16:00 – 20:00

layarkita2

ASRAMA DARA (1958)
Selasa, 12 Maret 2019
Pukul 16.00 – 20.00 WIB
Di Ruang Galeri 1 Museum Konferensi Asia Afrika
Kerjasama Museum Konferensi Asia Afrika dengan Komunitas LayarKita

Asrama Dara mengisahkan tentang penghuni asrama wanita milik Ibu Siti. Para gadis tersebut memiliki persoalan masing-masing. Ada yang jatuh cinta dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi ayahnya, ada yang dipaksa menikah oleh orang tuanya di kampung, ada juga yang terlibat cinta segi empat, hingga kakak-beradik yang dititipkan orang tuanya karena sibuk berpolitik.

Film besutan Usmar Ismail ini dibuat salah satu alasannya karena ingin mengulang kesuksesan fenomenal yang diraih Tiga Dara (1956). Asrama Dara adalah sekumpulan persoalan kebudayaan dalam menghadapi transisi kebudayaan modern di awal-awal kemerdekaan Indonesia. Persoalan ini dibahas melalui perspektif sekelompok wanita dengan latar masalah yang berbeda yang tinggal di satu atap.

GRATIS DAN TERBUKA UNTUK UMUM

mar
13
Mie
Tadarusan buku El Filibusterismo @ Museum KAA
mar 13 @ 16:45 – 20:00

aarc

[Undangan Asian African Reading Club]

Sahabat, ikutilah Tadarusan buku El Filibusterismo, karya Jose Rizal. Insyaallah pada Rabu, 13 Maret 2019, mulai jam 16.45 s.d 20.00WIB bertempat di Ruang Galeri 1 Museum KAA, Jalan Asia Afrika No.65 Bandung.

Ada Hafidz Azhar (Penulis & Pegiat LPIK UIN Sunan Gunung Djati Bandung) sebagai pembahas.

Terbuka untuk umum, gratis. Mari. Salam Asia Afrika.

mar
15
Vie
Pameran Museum @ Museum Gedung Sate
mar 15 @ 13:00 – 22:00

3 2 1Halo, Sahabat Museum!

Sudah punya rencana liburan akhir pekan? Jika belum, coba kunjungi gerai Museum KAA dalam acara Muvies (Museum Festivities) di Museum Gedung Sate Bandung.

Gerai Museum KAA berada pada nomor 16. Gerai ini hadir bersama 48 museum se-Jawa Barat di area taman belakang Gedung Sate. Muvies menyajikan eksibisi 3D selama dua hari mulai tanggal 15-16 Maret 2019.

Yuk, ke Muvies. Dapatkan kisah menarik KAA dari edukator kami dan cinderamata unik di gerai Museum KAA.

Sampai jumpa di Muvies, Sahabat Museum!

abr
4
Jue
Donor Darah @ Ruang Burangrang Gedung Merdeka
abr 4 @ 09:30 – 12:30

wHalo, Sahabat Museum!
Maukah Sahabat menjadi pahlawan bagi kemanusiaan?

Mari donorkan darah untuk selamatkan saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Dalam rangka peringatan 64 Tahun Konferensi Asia Afrika, Museum KAA akan mengadakan kegiatan donor darah pada:

Kamis, 4 April 2019
09.30 – 12.30 WIB
Ruang Burangrang, Gedung Merdeka
Jl. Dr. Ir. Sukarno No. 1

Jangan sampai ketinggalan, ya Sahabat!
Mari berbagi untuk sesama!

PS. Ada bingkisan untuk pendonor, lho!

Narahubung:
Sdr. Aep Tiswa, +62 852 2021 2572

Setetes darah anda menyelamatkan nyawa orang lain