Dubes Belgia Kaget Brussel Pernah Jadi Tempat Pembahasan Awal Gagasan KAA

1Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie menyambut kunjungan Duta Besar Kerajaan Belgia untuk Indonesia, H.E. Stephane De Loecker, Kamis (13/6/2019). (Foto: Dok. MKAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Foto Bung Hatta di Ruang Pameran Tetap Museum KAA menghentikan langkah Duta Besar Kerajaan Belgia untuk Indonesia, H.E. Stephane De Loecker saat menyambangi Ruang Pameran Tetap Museum KAA, Kamis, (13/6/2019). Ia terperanjat kaget. Seluruh perhatiannya tertuju pada foto itu. Matanya menatap tajam deretan kutipan di sudut bawah foto.

Ini informasi baru yang penting,” ujar Dubes Stephane dengan mata berbinar kepada Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie yang mendampingi kunjungan itu.

Seakan tak mau kehilangan momen penting, Dubes Stephane yang hari itu mengenakan jas biru sigap mengarahkan gawai cerdasnya ke arah foto Bung Hatta. Ia segera mengabadikan informasi itu dalam beberapa kali jepretan.

Kepada Kepala Museum KAA, Dubes Stephane mengaku tak mampu menutupi rasa kagetnya saat mengetahui Kota Brussel di Belgia pernah menjadi salah satu tempat fase pembuahan gagasan Solidaritas Asia Afrika yang berlangsung di bulan Februari tahun 1927.

2Duta Besar Kerajaan Belgia untuk Indonesia, H.E. Stephane De Loecker mengamati panil foto Bung Hatta di Ruang Pameran Tetap Museum KAA (Foto: Dok. MKAA)

Sebelumnya, edukator Museum KAA Desmond S. Andrian menyampaikan bahwa kala itu para pemuda Indonesia di bawah pimpinan Bung Hatta menghadiri Kongres Liga Anti Imperialisme, Anti Kolonialisme, dan Kemerdekaan Nasional. Kongres ini sudah menyuarakan perlunya bangsa Asia dan Afrika bersatu.

Dalam kongres itu, Bung Hatta bahkan telah menyerukan perjuangan fundamental antara imperialisme Barat dengan nasionalisme rakyat-rakyat bewarna untuk bela diri.

Turut hadir pula dalam pertemuan itu sejumlah tokoh pemuda Asia dan Afrika lainnya, seperti Jawaharlal Nehru dari India, Liau dari Tiongkok, Hafiz Rahman Bey dari Mesir, dan Senghor dari Senegal.

Diterangkan pula, di kota itu para tokoh pemuda Asia dan Afrika telah bersepakat menggelorakan satu suara untuk bangkit dari penjahan dan penindasan akibat kolonialisme internasional.

Peristiwa di Kota Brussel itu terjadi tepat enam bulan setelah para tokoh pemuda Asia dan Afrika berkumpul di Kota Bierville di Perancis di bulan Agustus 1926. Dalam pertemuan ini delegasi Indonesia juga dipimpin oleh Bung Hatta.

Dubes Stephane yang sebelumnya pernah bertugas di Libanon itu juga menyimak sejumlah nama delegasi KAA 1955, terutama asal negara Timur Tengah. Bahkan, kehadiran Uskup Agung Makarios asal Cyprus sebagai peninjau KAA tak luput dari perhatiannya.

Dubes Stephane menyambangi Museum KAA di sela-sela kesibukan kunjungan kerjanya di Kota Bandung. Sebelumnya Dubes Stephane telah bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk kerja sama pengembangan peternakan rakyat dan ekonomi pesantren di Jawa Barat melalui wirausaha Sapi Belgian Blue.

Sumber: Museum KAA