Gelar Sambang Griya, Museum KAA Dipadati Generasi Milenial

Untitled 1Pengunjung yang sebagian besar remaja memadati acara sambang griya di Selasar Timur Museum KAA pada Sabtu, (4/8/2018). (Sumber Foto: Dok. MKAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Di teras Selasar Timur Museum KAA yang menghadap Jalan Braga, Kelurahan Braga, Kota Bandung, Sabtu, (4/8/2018), pukul 09.00 WIB, para generasi milenial berduyun-duyun merapat, meramaikan suasana akhir pekan di Museum KAA.

Pengelola Sahabat Museum KAA yang bertugas sebagai panitia acara dan pengunjung acara yang sebagian besar remaja terlihat membaur dan terpantau hilir mudik. Semua tampak antusias mengunjungi 13 anjungan klab yang bernaung di Sahabat Museum KAA.

Sementara di dalam Museum KAA, ada dua ruang yang disediakan untuk kelas pengenalan program. Di Ruang Audiovisual ada 6 klab, yakni Klab Global Literacy, Klab Young Crafter, Klab Nihao, Klab Edukator, Klab Cinemaker, dan Klab Ruga Furmiko. Sedangkan di Ruang Galeri ada 4 klab, yakni Klab Guriang, Klab SahabArt, Klab Abada, Klab Journativist, Klab Maghribi, Klab Young Announcer, dan Klab Heiwa.

Seperti tertera di media sosial Sahabat Museum KAA @smkaa.info, sesi sambang griya untuk calon anggota Sahabat Museum KAA itu berlangsung satu hari mulai pukul 09.00WIB dan rampung pukul 15.45WIB. Sesi kelas pengenalan terdiri atas dua bagian. Sesi pertama adalah antara pukul 09.00WIB hingga 12.00WIB. Selanjutnya setelah istirahat sampai pukul 13.00WIB adalah sesi kedua yang berlangsung hingga pukul 15.45WIB.

Tak kenal maka tak sayang. Sahabat Museum KAA punya program kerelawanan yang menarik. Ini yang kami perkenalkan melalui acara sambang griya kali ini,” jelas Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie.

Acara sambang griya yang digelar di Selasar Timur Museum KAA di bilangan Braga itu, imbuhnya, merupakan kerja sama antara Museum KAA dan Sahabat Museum KAA. Acara itu bertujuan memperkenalkan Sahabat Museum KAA kepada masyarakat.

Di bulan Agustus 2018 ini pengelola Sahabat Museum KAA akan kembali merekrut calon anggota baru. Ini merupakan bagian dari upaya regenerasi dan kaderisasi Sahabat Museum KAA,” katanya.

Ia melanjutkan, melalui acara sambang griya itu diharapkan masyarakat dapat mengenal lebih jauh Sahabat Museum KAA sebelum memutuskan bergabung sebagai relawan. “Rata-rata setiap tahun kami menerima 200 sampai 300 relawan. Mereka bergabung di Sahabat Museum KAA untuk menjadi mitra kami dalam mempromosikan Nilai-nilai KAA kepada masyarakat,” tuturnya.

Koordinator Eksekutif Sahabat Museum KAA Aria Aulia di sela-sela kesibukannya mengatur acara menjelaskan, animo masyarakat terutama remaja terhadap program kerelawanan Sahabat Museum KAA sangat memuaskan.

Kami berharap melalui acara ini akan lebih banyak anak muda yang menyukai museum,” kata Aria yang kini masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Bandung itu.

Sumber: Museum KAA