Museum KAA Akan Gelar Peringatan 63 Tahun KAA

Poster HUT KAA

Poster rangkaian kegiatan Peringatan 63 Tahun KAA pada bulan April 2018 di Museum KAA Bandung. (Desain Poster: RA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Museum KAA akan kembali menggelar acara peringatan KAA mulai 5 April hingga 5 Mei 2018. Melalui acara peringatan museum yang merupakan aset diplomasi Kementerian Luar Negeri itu mengajak masyarakat mengenang kembali peristiwa KAA 63 tahun silam. Serangkaian acara edukatif, seperti lomba mewarnai, jelajah situs sejarah, dan bincang-bincang saksi sejarah KAA akan disajikan Museum KAA.

Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie mengatakan peringatan tahun ini bertemakan Beyond The Bandung Spirit. Tema itu sejalan dengan cita-cita Dasasila Bandung untuk mewujudkan kerjasama kongkret di antara negara-negara Asia dan Afrika.

Menurut Meinarti, pihaknya kini tengah disibukkan dengan persiapkan acara peringatan. “Sedikitnya ada delapan mata acara. Semua dikemas menarik dan menyenangkan. Setiap acara membawa pesan-pesan utama KAA, seperti perdamaian, dan kerja sama,” jelasnya.

Meinarti menguraikan, pada 5 April 2018 akan digelar acara donor darah. Selanjutnya, pada 18 April 2018 di sekeliling kompleks Museum KAA-Gedung Merdeka akan dikibarkan 109 bendera negara Asia Afrika dan 1 bendera PBB.

Pada 21 April 2018 akan ada 600 peserta lomba BHSG (redBandung Historical Study Games) yang menjelajahi tak kurang dari 20 titik bersejarah di Kota Bandung mulai dari Gedung Dwiwarna hingga Gedung Merdeka. Lomba mewarnai bertajuk ‘Warna Warni Semangat Asia Afrika’ yang ditujukan bagi siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar yang digelar daring mulai 18-31 Maret 2018.

Sedangkan acara bincang-bincang bersama saksi sejarah KAA akan dilaksanakan pada 23 April 2018. “Kami mengundang para saksi sejarah KAA. Semangat dan kesaksian mereka tentang KAA adalah penting bagi generasi muda,” imbuhnya.

Para mahasiswa internasional juga akan turut terlibat dalam acara peringatan ini. Mereka akan berkumpul di Museum KAA dalam acara ISG (redInternational Students Gathering) pada 24 April 2018. “Mereka rencananya akan menerima paparan hasil acara IAF (red - Indonesia-Africa Forum) di Bali,” tambahnya.

Tak lupa Museum KAA juga menawarkan acara ‘Jelajah Museum di Malam Hari’ pada 27 April 2018. Selanjutnya pada 30 April 2018 Pramuka Kota Bandung akan menurunkan 109 bendera negara Asia Afrika dan bendera PBB. Acara puncak peringatan sendiri akan dilaksanakan pada 5 Mei 2018, yakni Merdeka Talk: A Day with Bu Menlu.

Meinarti berharap kegiatan peringatan dapat menjadi media pelestarian Nilai-nilai KAA, khususnya bagi generasi muda tak hanya di Kota Bandung tapi juga di Indonesia. Malah, jelasnya, dalam acara peringatan itu Museum KAA telah merekrut 200 relawan. “Ada dua ratus relawan yang terlibat di acara. Mereka direkrut melalui Sahabat Museum KAA,” terangnya.

Tak hanya relawan yang terlibat, imbuhnya, acara ini juga melibatkan berbagai instansi pemerintah dan swasta di Bandung. “Kami senantiasa berkoordinasi dengan banyak stakeholders. Mulai dari instansi pemerintah daerah hingga pihak keamanan” ujarnya.

Pesan perdamaian, kesetaraan, dan kerja sama dari KAA penting disampaikan melalui strategi belajar yang populer seperti ini guna menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah terutama bagi generasi muda,” tutupnya.

Sumber: Museum KAA