Persiapkan Peringatan KAA, Begini Kesibukan Relawan Sahabat Museum KAA

4Relawan Sahabat Museum KAA melakukan simulasi persiapan acara BHSG di sejumlah titik bersejarah di Kota Bandung. [Sumber Foto: Dok. Klab Edukator SMKAA]

BANDUNG, MUSEUM KAA – Sepanjang bulan April 2019, ada enam mata acara dalam rangkaian Peringatan 64 Tahun KAA. Yuk intip seperti apa kesibukan relawan Sahabat Museum KAA di balik Peringatan KAA kali ini. (Baca: Museum KAA kembali Gelar Peringatan KAA)

Kamis (4/4/2019), sejak pagi dua anggota Sahabat Museum KAA Ulva dan Isma tampak sibuk. Keduanya membantu Museum KAA mengatur calon pendonor yang antri dalam acara Donor Darah dalam rangkaian Peringatan 64 Tahun KAA. “Pagi ini saja sudah tercatat ada 60 calon pendonor dalam antrian,” ujar Ulva yang juga tercatat sebagai pengurus Sahabat Museum KAA ini.

1Anggota Sahabat Museum KAA Ulva mengkoordinir calon pendonor di Ruang Burangrang Gedung Merdeka, Kamis, (4/4/2019). (Sumber Foto: Dok. Museum KAA)

Relawan-relawan Sahabat Museum KAA ini tidak hanya terlibat di kegiatan donor darah. Sebelumnya, mereka juga telah aktif mendukung dua acara pra event Peringatan KAA di bulan Maret 2019. Usai acara pemutaran dan diskusi film Jembatan Pensil karya Hasto Broto (2017), Minggu, (10/3/2019), para relawan ini memandu penyandang disabilitas keliling museum. Kemudian, mereka juga bertugas mendampingi anak-anak peserta acara pertunjukan dongeng Conteur d’Eau, Minggu, (24/3/2019).

3b 3aAnggota Sahabat Museum KAA Ananda Samuel dan Hanna Maureen memandu penyandang disabilitas keliling museum di Ruang Pamer Tetap Museum KAA, Minggu, (10/3/2019). (Sumber Foto: Dok. Museum KAA)

Namun, relawan paling banyak terlibat di acara Bandung Historical Study Games (BHSG). BHSG menjadi salah satu acara terbesar yang diselenggarakan Museum KAA. Acara ini yang juga melibatkan Sahabat Museum KAA bertujuan mengedukasi masyarakat soal sejarah Konferensi Asia Afrika dan Kota Bandung. (Baca: Pendaftaran Bandung Historical Study Games 2019)

Untuk mensukseskan acara itu, panitia BHSG menggelar simulasi pertama BHSG 2019, Sabtu (30/3/2019) di Lapangan Gasibu, yang melibatkan sebanyak 140 relawan. Simulasi ini dilakukan sebagai persiapan sebelum terselenggaranya BHSG 2019, Mei mendatang.

2Anggota Sahabat Museum KAA mendampingi anak-anak peserta acara mendongeng di Ruang Pamer Tetap Museum KAA, Minggu, (24/3/2019). (Sumber Foto: Dok. Museum KAA)

Relawan telah berkumpul sejak pukul 06.00 pagi. Relawan dibagi menjadi dua peran, yakni sebagai panitia dan sebagai peserta. Relawan yang berperan sebagai peserta akan bertindak seperti peserta BHSG sebenarnya. Peserta menerima tantangan berupa kuis dan games yang diberikan oleh panitia sambil menjelajah dari pos pertama hingga pos terakhir sepanjang kawasan Diponegoro hingga Jl. Asia Afrika Bandung.

Mellawati salah seorang relawan dari Divisi Keamanan yang saat itu berperan sebagi peserta merasa simulasi ini menyenangkan sekaligus melelahkan. “Memang simulasi ini ternyata penting banget bagi panitia agar mengetahui jalur-jalur yang akan dilewati peserta, selain itu sebelum mengedukasi peserta kita juga jadi kebagian ilmunya, banyak bangunan-bangunan di Bandung yang saya baru tahu sejarahnya” ujar wanita yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar tersebut. Simulasi ini bertujuan untuk menguji teknis dan konten permainan yang telah dirancang oleh panitia BHSG sejak awal tahun 2019. (Video: Bandung Historical Study Games 2018)

5Anggota Sahabat Museum KAA Nungky dan Farida memberikan arahan kepada peserta simulasi lomba BHSG 2019, Sabtu (30/3/2019). (Sumber Foto: Dok. Klab Edukator SMKAA)

Wakil Ketua Pelaksana BHSG Nian Indah Kinanthi menyebut kini saatnya evaluasi. “Simulasi ini diadakan untuk mengukur sejauh mana kesiapan dan kekurangan kita di lapangan, seperti meninjau titik-titik lokasi yang akan dijadikan pos, lalu titik-titik penyeberangan, sehingga kita bisa mengukur kelebihan dan kekurangan dari proses rancangan permainan yang telah disusun oleh teman-teman tim BHSG ini.”

Nian melanjutkan, ia berharap hasil dari simulasi pertama dapat berguna saat hari pelaksanaan BHSG pada 4 Mei mendatang. “Evaluasi kami hadirkan dari sesama rekan relawan. Semakin banyak kritik yang didapat, semakin banyak referensi kami untuk kesempuraan acara di bulan Mei nanti” pungkasnya.

Di penghujung Maret silam, Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie membekali para relawan dalam acara Temu Relawan di Ruang Utama Gedung Merdeka, Sabtu, (23/3/2019). Dalam amanatnya, ia mengatakan,”“Kehadiran kalian (relawan) adalah bukti bahwa Semangat Bandung belum padam, dan masih menggelora. Ini bukti bahwa spirit KAA masih lestari dan hidup.” (Baca: Di Hadapan Relawan, Kepala Museum KAA: Semangat Bandung Tetap Menyala!)

Sumber: Museum KAA