Sister Museum

MUSEUM PERBENDAHARAAN

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN, KEMENTRIAN KEUANGAN RI

Latar Belakang

Sejarah perjalanan sistem keuangan negara di Indonesia selalu beriringan dengan sejarah perjuangan bangsa, bahkan sejak sebelum bangsa ini merdeka. Pengelolaan keuangan negara juga telah memberikan warna tersendiri bagi tata kelola pemerintahan di negeri ini. Salah satu fungsi vital dari sistem keuangan negara adalah fungsi perbendaharaan.

Fungsi perbendaharaan adalah sebuah napas yang menjamin keberlangsungan sebuah sistem keuangan di suatu negara. Di Indonesia, fungsi perbendaharaan telah dijalankan sejak pemerintahan kolonial Hindia-Belanda.

Seiring dengan perkembangan zaman, fungsi perbendaharaan di Indonesia telah mengalami banyak perubahan, baik itu secara hukum, struktur organisasi maupun sistem di dalam tubuh fungsi perbendaharaan itu sendiri.

Hingga tahun 2004 saja, sistem keuangan negara di Indonesia masih berkiblat dengan menggunakan hukum keuangan negara buatan pemerintah Hindia-Belanda. Barulah, sejak ditetapkannya UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, bangsa ini memiliki dasar hukum sistem keuangan negara sendiri. Hal ini merupakan sebuah revolusi dan pencapaian yang luar biasa di bidang keuangan negara. Pun, khususnya terhadap fungsi perbendaharaan yang berada di dalam sistem keuangan negara tersebut.

Mengikuti tertibnya UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, maka pada tahun 2004 ditetapkan UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Momen ini tentu saja menjadi sejarah besar bagi fungsi perbendaharaan di Indonesia, yang semakin mengukuhkan peran vital fungsi ini bagi sistem keuangan negara.

Berangkat dari sejarah panjang fungsi perbendaharaan negara, mulai dari pemerintahan Hindia-Belanda, berdirinya Kementrian Keuangan RI, terbentuknya CKC (Central Kantoor Voor de Comptabiliteit), terbentuknya lembaga Thesaury Negara, terbentuknya Direktorat Jenderal Anggaran, hingga lahirnya Direktorat Jenderal Perbendaharaan, maka didirikanlah sebuah museum yang didedikasikan secara khusus untuk menyajikan rekaman salah satu sejarah perjalanan penting bangsa ini.

Koleksi Museum

Museum Perbendaharaan menampilkan berbagai koleksi benda-benda dan dokumen-dokumen perbendaharaan bersejarah yang telah dikumpulkan dari kantor-kantor perbendaharaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap pengunjung diajak untuk turut menyelami perkembangan sejarah dan peristiwa penting dalam bidang perbendaharaan negara. Di sini, pengunjung juga diperkenalkan dengan institusi yang menjalankan fungsi perbendaharaan, yakni Direktorat Jenderal Perbendaharaan, mengenai sejarah terbentuknya, tugas dan fungsi, struktur organisasi dari masa ke masa, serta gambaran di masa depan tentang institusi dan fungsi perbendaharaan.

Museum terbuka bagi siapa saja yang ingin mengetahui dan mempelajari keuangan negara khususnya di bidang perbendaharaan secara lebih dalam. Baik bagi para pelajar/mahasiswa, pegawai negeri/swasta, serta masyarakat umum sebagai wahana rekreasi edukatif yang berkualitas.

MKAA - Visual Booklet Museum Dwi Warna AVisi dan Misi

Visi:

Menjadi sumber informasi, edukasi publik, serta sarana apresiasi sejarah perbendaharaan negara untuk mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang modern, transparan, profesional, dan akuntabel.

Misi:

  1. Mewujudkan museum sebagai media informasi, pendidikan, dan dokumentasi sejarah pelaksanaan perbendaharaan di Indonesia;

  2. Mewujudkan museum sebagai pusat pengembangan dan penelitian pelaksanaan perbendaharaan di Indonesia;

  3. Mewujudkan museum sebagai sarana rekreasi edukatif di bidang perbendaharaan.

MKAA - Visual Booklet Museum Dwi Warna BAlamat

Museum Perbendaharaan

Gedung Dwi Warna Lantai I

Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat

Jalan Diponegoro No. 59, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115

Telepon +62 22 7207046

Waktu Layanan: Hari kerja pukul 09.00 s.d. 15.00WIB.