Fakta Menarik di Balik Tanggal Pembukaan KAA

BANDUNG, MUSEUM KAA – Senin pagi, 18 April 1955 di Gedung Merdeka suara Presiden Sukarno menggelegar. Kala itu putra sang fajar ini tengah mengucapkan pidato pembukaannya. Selama 50 menit pidato itu dibawakan dengan nada bergelombang, berpasang naik, menggugah, membangkit, dan mendorong. Kelak tanggal itu dikenal dalam sejarah sebagai tanggal pembukaan KAA.

Namun, di balik tanggal itu ada fakta menarik yang jarang diketahui.

1. Tanggal Wafat Albert Einstein

Tercatat dalam sejarah, Senin, 18 April 1955 ilmuwan Fisika Albert Einstein menghembuskan nafas terakhir. Pencetus Teori Relativitas ini meninggal dalam usai 76 tahun di Rumah Sakit Princeton, New Jersey, Amerika Serikat.

Hari kepergiannya bertepatan dengan tanggal sidang pembukaan KAA. Salah satu agenda pembahasan KAA adalah Perang Dingin sebagai dampak perlombaan pembuatan senjata dan pengembangan nuklir yang lekat dengan teori yang ia cetuskan.

Di halaman muka media nasional India Hindustan Times edisi Selasa, 19 April 1955, berita wafatnya Albert Einstein ‘Albert Einstein Dead’ bersanding dengan berita KAA ‘President Soekarno’s Call for Solidarity: Colonialism Not Yet Dead’.

2. Albert Einstein Tokoh Anti Imperialisme

Dalam memoar Ali Sastroamidjojo bertajuk Tonggak-tonggak di Perjalananku, gagasan solidaritas rakyat Asia Afrika ternyata telah bergulir jauh sejak masa Hindia Belanda. Nyaris tiga puluh tahun sebelum KAA bergulir, Mohammad Hatta mewakili Perhimpunan Indonesia di Belanda dalam sebuah kongres ‘Liga Anti Imperialisme, Anti Penindasan Kolonial, dan Pro Kemerdekaan Nasional’.

Kongres itu berlangsung sepekan mulai tanggal 10 hingga 15 Februari 1927 di Kota Brussel, Belgia. Dalam kongres, Mohammad Hatta dipilih sebagai anggota badan eksekutif bersama-sama dengan tokoh pemuda Asia dan Afrika lainnya, seperti Nehru (India), Liau (China), dan Senghor (Afrika). Mereka semua menggelorakan satu jiwa dan mendengungkan satu suara untuk melawan imperialisme.

Tak banyak yang tahu bahwa Albert Einstein adalah Ketua Kehormatan dari Liga Anti Imperialisme, Anti Penindasan Kolonial, dan Pro Kemerdekaan Nasional.

3. Tanggal Kompromi

Konferensi Bogor akhir Desember 1954 di Istana Presiden Bogor tak pernah merinci tanggal pelaksanaan KAA, melainkan minggu terakhir April 1955. Ternyata, akhir April 1955 memasuki bulan puasa. Maka, negara-negara Timur Tengah sulit datang.

Mengingat KAA diperkirakan berlangsung selama 10 hari, KAA diusulkan dibuka pada 15 April 1955. Akan tetapi, tanggal itu adalah hari suci bagi umat Budha. Burma, Thailand, dan negara-negara Indochina lainnya tak dapat datang. Apalagi kala itu Ketua Delegasi India Jawaharlal Nehru dan Ketua Delegasi Mesir Gamal Abdel Nasser sudah dipastikan akan mampir di Rangoon, Burma menghadiri acara Burma’s New Year Water Festival (Thingyan).

Akhirnya, di tengah-tengah jepitan tanggal itu, KAA diputuskan digelar Senin, 18 April 1955.

4. Hari Bersejarah di Amerika Serikat

Bagi bangsa Amerika Serikat tanggal 18 April 1775 adalah hari bersejarah dalam perjuangannya melawan kolonialisme.

Seorang patriot muda Paul Revere malam hari menunggang kuda dengan kencang dari pelabuhan Boston di Kota Concord. Ia membangkitkan semangat perlawanan terhadap tentara Inggris yang sedang mendarat. Peristiwa itu terjadi di tengah-tengah pergolakan revolusi kemerdekaan Amerika Serikat melawan kolonialisme Inggris.

Kisah ini disinggung Presiden Sukarno dalam pidato pembukaan KAA.

Sumber: Museum KAA

Share