Hari ini Peringatan 63 Tahun KAA Resmi Dibuka

BANDUNG, MUSEUM KAAPeringatan 63 Tahun KAA di Museum KAA Bandung mulai digelar hari ini, Rabu (18/4/2018). Masyarakat dan awak media tampak terlihat berbaris rapi di sisi Jalan Asia Afrika sejak pagi hari sabar menantikan acara peresmian peringatan itu.

Sementara itu sekira dua ratus siswa berbaris di pinggir Jalan Asia Afrika ruas Jalan Tamblong dan Braga menantikan prosesi BHW (redBandung Historical Walk). Para siswa itu berasal dari dua puluh sekolah di Kota Bandung mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas. Dengan mengenakan busana daerah, mereka memegang bendera negara-negara peserta KAA ukuran kecil untuk dilambaikan menyambut BHW. Sedangkan untuk keselamatan, para petugas keamanan dan guru-guru pendamping berjaga-jaga di sekitar kawasan Museum KAA agar acara pembukaan itu berjalan lancar.

Pukul 07.45WIB BHW dimulai. Dalam iring-iringan itu, tampak Dirjen IDP Kemlu Cecep Herawan bersama Pjs. Walikota Bandung Muhamad Solihin, staf ahli Pangdam III Siliwangi Kolonel K.H. Khuluq, Ketua Komisi I DPRD Jabar Syahrir dan Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie. Anak-anak sekolah menyambut antusias iring-iringan BHW. Para siswa langsung bergabung bersama barisan iring-iringan itu.

Clip0066T01 Clip0067T01Bandung Historical Walk di Jalan Asia Afrika mengawali acara pembukaan Peringatan KAA di Museum KAA. (Foto: Dok. Museum KAA)

Mereka bersama-sama menempuh jarak sekitar 100 meter dengan berjalan kaki di Jalan Asia Afrika, dari Savoy Homann Hotel menuju Jalan Dr. Ir. Sukarno di sisi barat kompleks Museum KAA – Gedung Merdeka. Iring-iringan BHW kali ini tampak berbeda dengan kebiasaan BHW dalam acara peringatan KAA sebelumnya. Jika biasanya panitia menutup Jalan Asia Afrika, kali ini para petugas keamanan yang mengawal berada di ujung dan sisi kiri iring-iringan untuk membelah Jalan Asia Afrika menjadi dua lajur sehingga lalu lintas tetap berlangsung normal.

Sesampainya di depan Gedung Merdeka, iring-iringan itu disambut oleh Tari Kupu-kupu dan seikat bunga. Dalam tarian itu, empat orang penari berdandan seperti Kupu-kupu. Dalam catatan sejarah KAA 63 tahun silam Tari Kupu-kupu juga ditampilkan untuk menyambut para tamu negara Asia dan Afrika.

Clip0073T01Tari Kupu-kupu menyambut peserta Bandung Historical Walk di Jalan Asia Afrika. (Foto: Dok. Museum KAA)

Pukul 08.00WIB iring-iringan tiba di Jalan Dr. Ir. Sukarno. Dirjen IDP Kemlu Cecep Herawan didaulat sebagai pembina upacara pada upacara pengibaran bendera negara-negara peserta KAA dan bendera PBB. Upacara itu mengawali acara pembukaan peringatan KAA.

Dari sisi utara Jalan Dr. Ir. Sukarno 400 anggota pasukan pengibar bendera dari Paskibra Kota Bandung berjalan tegap dan seirama berbaris rapi menuju tiang-tiang bendera di sekeliling kompleks Museum KAA – Gedung Merdeka. Tiap-tiap tiang bendera negara Asia Afrika dan bendera PBB terdapat 3 anggota Paskibra yang bertugas melakukan penurunan bendera. Bendera dikibarkan secara serentak di tiga titik utama, yakni Jalan Dr. Ir. Sukarno, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Braga.

112A7478Pasukan pengibar bendera bersiap mengibarkan bendera Negara-negara Peserta KAA dan Bendera PBB di Jalan Dr. Ir. Sukarno. (Foto: Dok. Museum KAA)

Usai pengibaran bendera, Kepala Museum KAA melaporkan, kegiatan Peringatan KAA terdiri atas serangkaian mata acara kegiatan. Ia mengatakan, “Kegiatan-kegiatan dalam rangkaian peringatan itu merupakan cermin penerapan nilai-nilai KAA dalam kehidupan nyata”. Lantaran, imbuhnya, semua kegiatan melibatkan para pemangku kepentingan Nilai-nilai KAA, khususnya para generasi muda sebagai calon penerus cita-cita pejuang nilai-nilai kemerdekaan pada KAA 1955.

Dirjen IDP Kemlu Cecep Herawan selaku Pembina Upacara dalam amanatnya menyampaikan, “Bagaimanapun, kemerdekaan tanpa perdamaian adalah sebuah penderitaan, sementara perdamaian tanpa kemerdekaan adalah sebuah perbudakan”. Menurutnya, kemakmuran dapat mendorong perdamaian. Maka, Indonesia tidak hentinya memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan dengan bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.

Terkait itu, ia menjelaskan,Peringatan 63 Tahun Konferensi Asia Afrika 2018 mengusung tema Beyond the Bandung Spirit yang menggambarkan kerja nyata Indonesia dalam membangun hubungan baik dengan negara-negara Asia dan Afrika sehingga memberikan hasil nyata berupa peningkatan nilai perdagangan yang signifikan antara Indonesia dengan negara-negara di kedua benua tersebut.”

Clip0088T01Dirjen IDP Kemlu Cecep Herawan bertindak selaku Pembina Upacara pada Upacara Pengibaran Bendera Negara-negara Asia Afrika dan Bendera PBB. (Foto: Dok. Museum KAA)

Pukul 08.30WIB, pembukaan Peringatan 63 Tahun KAA sebulan penuh itu ditandai dengan pemukulan gong oleh Dirjen IDP Kemlu Cecep Herawan bersama Pjs. Walikota Bandung Muhamad Solihin, staf ahli Pangdam III Siliwangi Kolonel K.H. Khuluq, Ketua Komisi I DPRD Jabar Syahrir dan Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie.

Usai upacara pembukaan, dua ratus siswa yang berbaris rapi di Jl. Dr. Ir. Sukarno diarahkan edukator Museum KAA menuju Ruang Utama Gedung Merdeka untuk tur museum. Para siswa kini mengetahui asal-usul nama Gedung Merdeka dan Jalan Asia Afrika. Tak hanya itu, siswa juga mulai memahami awal mula gagasan KAA, lika-liku pelaksanaan KAA serta dampaknya terhadap perdamaian dunia. Tak sedikit di antara siswa yang akhirnya bangga akan sumbangsih Indonesia terhadap perdamaian dunia melalui KAA.

Kementerian Luar Negeri melalui UPT Museum KAA dalam Peringatan KAA tahun ini menggelar sedikitnya delapan mata acara, seperti, Lomba Mewarnai Tingkat SD (18-31/3/2018), Donor Darah Asia Afrika (5/4/2018), Pengibaran Bendera Negara-negara peserta KAA dan Bendera PBB (18/4/2018), lomba sejarah Bandung Historical Study Games (21/4/2018), Jamuan Teh Petang bersama Saksi Sejarah KAA dan Konferensi Lanjutan (23/4/2018), International Students Gathering: Indonesia-Africa Forum (24/4/2018), Jelajah Malam Museum KAA (27/4/2018), dan Penurunan Bendera Negara-negara peserta KAA dan Bendera PBB (30/4/2018).

Sumber: Museum KAA