Koleksi Langka Museum KAA Dipamerkan di Libya

foto1

Pameran dibuka resmi oleh Kepala Perwakilan RI/KUAI di Tripoli Libya Bapak Moehammad Amar Ma’ruf pada Kamis, (27/2/2020). (Foto: KBRI Tripoli Libya)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Koleksi langka milik Museum KAA tentang Libya di KAA 1955 dipamerkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli, Libya. Koleksi itu berupa foto langka dan dokumen historis yang mengungkap peran delegasi Libya di peristiwa KAA 65 tahun silam.

Sedikitnya 10 foto dipajang dalam pameran itu. Umumnya foto-foto ini belum pernah dipamerkan oleh Museum KAA. Melalui foto-foto itu, pengunjung dapat merasakan suasana jalannya persidangan KAA. Tak hanya itu, berbagai aktifitas delegasi Libya di KAA tergambar jelas.

Suasana KAA terwakili pada sejumlah foto yang disusun berurutan mulai dari sidang pembukaan di Gedung Merdeka hingga sidang-sidang komite KAA di Gedung Dwi Warna. Tak lupa sebuah foto dengan citra luapan masyarakat yang menantikan dengan tak sabar kedatangan delegasi asal negara-negara di kawasan Asia dan Afrika di sepanjang Jalan Alun-alun Timur Kota Bandung memperkuat kesan lain tentang KAA.

Sedangkan aktifitas delegasi Libya di KAA tampil pada sebuah foto hitam putih yang berlatar Jalan Asia Afrika. Foto ini menggambarkan Ketua Delegasi Libya Mahmud al-Muntasir tengah berjalan bersama para pemimpin Afrika lainnya menuju Gedung Merdeka. Foto lawas ini diperkirakan diabadikan pada peristiwa Langkah Bersejarah atau kerap disebut The Bandung Walk menjelang sidang pembukaan KAA di Gedung Merdeka.

foto2

Suasana Ruang Pamer Arsip Sederhana Konferensi Asia Afrika 1955 di KBRI Tripoli Libya. (Foto: KBRI Tripoli)

Di sisi lain terdapat sebuah foto yang tak kalah penting. Foto berukuran sekira kertas folio ini menangkap momen ketika para delegasi Libya tiba di Bandara Andir Bandung sehari menjelang pelaksanaan KAA. Dalam foto itu, sejumlah delegasi Libya terlihat tengah menuruni anak tangga pesawat. Beriringan tepat di belakang Mahmud al-Muntasir beberapa delegasi Libya lainnya, seperti Suleiman El Jerbi, Abdurrazak Omar El Misallati, dan Ahmmed F. Ben Saoud.

Tak lupa turut dipamerkan pula naskah pidato Mahmud al-Muntasir di KAA. Dalam pidato itu, ketua delegasi Libya ini menekankan tiga hal pokok yang wajib menjadi perhatian KAA. Tiga hal itu, seperti ia ungkapkan, menyangkut persoalan kolonialisme, diskriminasi rasial, dan intervensi ideologi eksternal.

Pameran itu resmi dibuka oleh Kepala Perwakilan RI/Kuasa Usaha Ad-Interim (KUAI) di Tripoli Libya Moehammad Amar Ma’ruf pada Kamis, (27/2/2020). Pameran yang digelar di Ruang Pamer Arsip Sederhana Konferensi Asia Afrika 1955 juga dihadiri oleh Kepala Otoritas Umum Kebudayaan Libya Hassan Faraj Onais, dan Menteri Perburuhan dan Rehabilitasi/Peningkatan Kapasitas Libya Dr. Mahdi Wardhani.

Semua materi pameran yang dipajang untuk publik kali ini terkait seputar hubungan Indonesia dan Libya pada peristiwa Konferensi Asia Afrika 1955. Dalam mewujudkan pameran ini, KBRI Tripoli Libya telah bekerja sama dengan Museum KAA, ANRI, dan Perpustakaan Nasional RI.

Seperti dilansir resmi oleh KBRI Tripoli, pameran itu diharapkan dapat bermanfaat bagi penguatan hubungan dan kerja sama antar antar bangsa dan negara Libya dan Indonesia serta bagi upaya memupuk kerja sama pembangunan yang positif bagi masyarakat internasional.

Sumber: Museum KAA

Share