MUSEUM KAA GELAR BANDUNG SPIRIT SUMMER PROJECT 2013

bandung-spirit-summer-project-mkaa

BANDUNG, MUSEUM KAA – Museum KAA dan AIESEC UC Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar program magang mandiri bertajuk Bandung Spirit Summer Project bagi sekitar 50 mahasiswa exchange participants. Program ini akan berlangsung hingga Agustus dan diikuti sejumlah negara, antara lain Perancis, Meksiko, Polandia, India, Vietnam, Amerika Serikat, Rusia, dan Cekoslowakia.

“Kami memandang Bandung Spirit Summer Project sangat positif. Selain dapat menjadi ajang pertukaran pengetahuan antar bangsa, program ini diharapkan dapat memiliki program berkelanjutan”. kata Thomas Ardian Siregar Kepala Museum KAA, Senin, (03/06/2013) dalam sesi pembukaan pelaksanaan program di Museum KAA Bandung.

Bukan tidak mungkin, jika di masa depan, mereka adalah calon-calon pemimpin strategis di lingkungannya masing-masing, lanjutnya.

Di sela-sela sesi tanya jawab bersama Kepala Museum KAA, salah seorang peserta asal Perancis, Jerome Duaoud menyampaikan bahwa Konferensi Bandung adalah mata kuliah yang mereka pelajari di bangku kuliah di Perancis tentang fenomena kebangkitan bangsa kulit berwarna.

Demikian juga Shachi Nelli dan Eric Saldhanna, peserta asal India, yang mengaku mengetahui Konferensi Bandung karena peran besar Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru.

Riva, salah satu project officer AIESEC UC Unpad, menjelaskan bahwa akan ada tiga kelompok kedatangan exchange participants antara bulan Juni sampai Agustus 2013 yang terlibat aktif pada program learning and sharing di Museum KAA.

Dalam program ini, peserta mendapat kesempatan untuk mempelajari banyak hal tentang Indonesia, seperti sejarah dan seni budaya. Seni Ikeut Sunda dan seni musik angklung, yang dipresentasikan oleh Komunitas Pulasara Ikeut dan Masyarakat Musik Angklung, mampu menyedot perhatian peserta.

“Antusias para peserta sangat tinggi terhadap materi yang diberikan oleh berbagai narasumber. Kami, Public Educators yang mengelola program ini, mau tidak mau dituntut memiliki informasi dan pengetahuan yang memadai untuk mengimbangi rasa penasaran mereka,” ujar Yasmin Nindya Chaerunnisa, Koordinator Public Educator Corps Sahabat Museum KAA pada hari Selasa, 04/06/2013 di Bandung.

Program ini telah berlangsung di Museum KAA sejak tahun 2012 untuk kali pertama. Saat itu, sekira 25 mahasiswa exchange participant asal RRC dan Mesir bergabung dalam Bandung Spirit Summer Project 2012 di Museum KAA.

“Saat itu saya sedang melaksanakan praktik kerja di Museum KAA. Saya bertugas sebagai Liaison Officer (LO). Pengalaman itu sangat berkesan bagi saya. Bahkan, salah seorang di antara mereka, Mohamed Ibrahim menjadi Duta Sahabat Museum KAA untuk Inggris,“ tutur Jefry Raditiyo, mahasiswa Prodi Hubungan Internasional FISIP Universitas Pasundan Bandung.

Mohamed Ibrahim adalah mahasiswa asal Mesir yang sedang menempuh studi di Universitas Southampton, Inggris. Setelah mengetahui betapa besar peran Mesir dalam usaha perdamaian dunia melalui Konferensi Bandung dan Gerakan Nonblok di Museum KAA, ia merasa sangat terharu dan bangga serta berkomitmen untuk mendukung upaya diseminasi Nilai-nilai Semangat Bandung di Inggris.

Bandung Spirit Summer Project sebagai program hasil kerja sama Museum KAA dan AIESEC UC Universitas Padjadjaran diharapkan dapat berkesinambungan.

Melalui program ini, elemen dasar diplomasi kebudayaan dapat berperan penting dalam menciptakan peluang multi players effects yang akan berdampak positif terhadap penguatan strategi diplomasi publik Indonesia.

(Sumber: Museum KAA Bandung/sppnkaa/dsa/Ditjen IDP)

Share