Museum KAA Gelar Pameran di Kota Surabaya

WhatsApp Image 2016-09-23 at 09.59.26Siswa mempelajari Sejarah KAA di gerai pameran Museum KAA dalam acara Festival Mpu Tantular 2 di UPT Museum Negeri Provinsi Jawa Timur Mpu Tantular. (Sumber Foto: M. Reza Mansoor)

SURABAYA, MUSEUM KAA – Museum KAA selama sepekan (21 – 25 September 2016) menggelar pameran temporer dalam acara Festival Mpu Tantular 2 di Kota Surabaya. Acara itu merupakan bagian Peringatan 42 Tahun UPT Museum Negeri Provinsi Jawa Timur Mpu Tantular.

Kami menyambut baik undangan Museum Mpu Tantular. Ini kesempatan buat Museum KAA. Terutama untuk mensosialisasikan Nilai-nilai KAA bagi masyarakat Kota Surabaya. Kami memamerkan informasi sejarah peristiwa Konferensi Asia Afrika mulai dari 1955 hingga 2015,” kata Kurator Museum KAA, M. Reza Mansoor.

Museum KAA, lanjut Reza, sebelumnya juga pernah berkesempatan memamerkan Sejarah KAA di Kota Surabaya. “Antusiasme masyarakat di Surabaya bagus. Pameran kami sebelumnya di bulan Mei 2016 dalam rangka Hari kebangkitan Nasional disambangi banyak pengunjung,” jelasnya.

Di gerai pameran temporer Museum KAA, informasi KAA disajikan dalam kolase foto-foto bersejarah. Berbagai kolase diatur dalam alur waktu sejarah. Selain itu, informasi juga disediakan dalam wahana video interaktif. Pasalnya, gerai pameran itu dirancang ringan, menarik, dan atraktif.

Anak-anak lebih menyukai visual dalam belajar sejarah. Alat peraga audiovisual sengaja kami perbanyak dalam pameran ini. Terbukti sangat membantu kami menyampaikan pesan-pesan perdamaian KAA kepada para siswa,” imbuh Reza.

Aditya, salah satu siswa yang berkunjung ke gerai pameran Museum KAA mengaku, “Saya dan teman-teman saya menyukai video Sejarah KAA. Belajar sejarah jadi tidak membosankan. Sekarang kami jadi lebih paham (Sejarah KAA – red) .”

Reza mengungkapkan, “Banyak yang tidak menyadari bahwa di Kota Surabaya terdapat artifak sosial KAA. Di sini (Kota Surabaya – red) ada Jalan Kolombo dan Jalan Lumumba. Itu satu-satunya di Indonesia.

Kolombo adalah kota di Srilanka tempat pertama kali gagasan KAA dilontarkan PM Ali Sastroamidjojo dalam Konferensi Kolombo pada pertengahan tahun 1954. Sejak itu gagasan KAA terus bergulir hingga akhirnya dirumuskan di Kota Bogor pada akhir tahun 1954. Sedangkan Lumumba adalah nama tokoh perjuangan kebangkitan Afrika. Namanya diabadikan di Kota Jakarta dan Kota Surabaya menandai solidaritas rakyat Asia dan Afrika.

Festival Mpu Tantular 2 resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sukardi, M.M pada Rabu, (21/09/2016). Dalam acara peresmian itu, ia didampingi Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Timur Dr. H. Jariyanto, M.Si, dan Kepala UPT Museum Negeri Museum Mpu Tantular.

Gelaran Festival Tantular kali ini yang mengusung tema ‘Pesona Keris sebagai Warisan Budaya Dunia’ menghadirkan pameran regional anggota MPU (Mitra Praja Utama – red). Di antaranya adalah Bidang Kebudayaan Disparbud Provinsi Jawa Barat, Balai Pengelolaan Cagar Budaya, Nilai Budaya dan Sejarah, Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga, Museum Konperensi Asia Afrika, Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang, dan Museum Daerah Kabupaten Subang.

Selain itu, terdapat berbagai macam kegiatan seni dan budaya dalam festival itu. Misalnya, seminar ‘Menguak Misteri Keris Naga Sapta’, pameran keris, pembuatan keris, lomba majalah dinding tingkat SLTP se-Surabaya dan Sidoarjo, pentas kreatifitas seni pelajar SLTP se-Surabaya dan Sidoarjo, dan pergelaran wayang kulit serta pergelaran reyog.

Sumber: Museum KAA