Museum KAA Luncurkan Surel Khusus Reservasi Kunjungan

1

Infografis prosedur reservasi kunjungan kelompok di Museum KAA. (Desain: Hadyan)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Pengelola Museum KAA terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung museum. Pengelola situs bersejarah bangsa Asia Afrika ini kembali meluncurkan layanan untuk memanjakan pengunjungnya. Pengelola meluncurkan surel (Red - surat elektronik) khusus reservasi kunjungan, yaitu reservasi.mkaa@kemlu.go.id.

Menurut hasil riset yang ditempuh pengelola museum ini, layanan surel reservasi dari Museum KAA bisa sangat efektif untuk kualitas pelayanan. Sebab, kurun waktu terakhir museum yang didirikan pada tahun 1980 ini mengalami lonjakan pengunjung yang pesat. Lonjakan tak hanya pada kunjungan kelompok yang dikelola biro perjalanan tapi juga kunjungan individual. Lonjakan pengunjung di Museum KAA akhir-akhir ini tidak berbanding lurus dengan jumlah edukator dan fasilitas yang ada. Alhasil, kenyamanan berkunjung di Museum KAA memerlukan penjadwalan yang tepat. Jelas, kehadiran surel sangat cocok dengan skenario ini.

Kepala Museum KAA, Meinarti Fauzie mengatakan, peluncuran surel reservasi ini semata-mata demi kenyamanan pengunjung Museum KAA. Melalui surel reservasi calon pengunjung dapat lebih awal memberikan informasi rencana kunjungan. Dengan begitu pengelola Museum KAA dapat mengatur jadwal kunjungan.

Layanan ini adalah persembahan dari Museum KAA yang didukung oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemlu untuk pengunjung museum,” ujarnya Jumat (7/7/2017).

Kepastian jadwal berkunjung, imbuhnya, menentukan keberhasilan Museum KAA menyampaikan pesan utama KAA. Sebab, kenyamanan berkunjung di Museum KAA ditentukan minimal oleh tiga hal, yakni treatment, atmosphere, dan experience.

Ia juga mengungkapkan, hanya dengan itu visi pelestarian Nilai-nilai KAA seperti prinsip kesetaraan, kerjasama, dan hidup damai berdampingan yang diemban Museum KAA dapat disampaikan optimal kepada pengunjung.

Kepala Museum KAA berharap, melalui fasilitas itu kualitas pelayanan dapat semakin meningkat. Calon pengunjung selain bisa mendapat kepastian jadwal kunjungan juga memperoleh kemudahan akses reservasi sekaligus kenyamanan berkunjung.

Menutup penjelasannya, ia menyampaikan, Museum KAA didirikan 37 tahun silam terilhami oleh kehendak untuk mengabadikan KAA sebagai tonggak politik luar negeri Indonesia dan kebangkitan Dunia Ketiga.

Sejak itu, lanjutnya, Museum KAA terus berkembang. Pasca KAA 2005 yang menandai kali kedua pertemuan bangsa Asia Afrika pengelola museum ini terus berbenah diri. Pembenahan secara berkesinambungan dilakukan mulai dari kualitas pelayanan, penambahan koleksi, hingga merangkul masyarakat melalui Sahabat Museum KAA.

Sumber: Museum KAA