Museum KAA Merayakan Hari Museum Internasional

Poster IMD 2018Poster Perayaan Hari Museum Internasional di Museum KAA. (Desain: RA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Perayaan Hari Museum Internasional berlangsung di Museum KAA pada Jumat (18/5/2018). Dalam perayaan itu Museum KAA yang berada di bawah naungan Kementerian Luar Negeri itu menggelar pameran temporer berjudul Warna Warni Semangat Asia Afrika. Tak hanya itu, museum yang setiap Jumat hanya buka setengah hari itu akan buka selama satu hari penuh.

Hal itu disampaikan Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie pada Rabu, (16/5/2018) di Selasar Timur Museum KAA di bilangan Asia Afrika Bandung.

Ia menjelaskan, pihaknya memamerkan sepuluh karya terbaik hasil lomba mewarnai tingkat Sekolah Dasar. Lomba mewarnai itu telah digelar sebelumnya pada bulan Maret silam dalam rangkaian Peringatan 63 Tahun KAA. Lomba yang dihelat perdana oleh Museum KAA itu dirancang untuk memperkenalkan sejarah KAA kepada anak-anak melalui seni lukis. (Baca: Perdana Digelar, Animo Peserta Lomba Mewarnai Peringatan KAA Luar Biasa)

Karya-karya terbaik itu sebelumnya telah melalui penjurian yang kompetitif. Dinilai dari sisi ide, kreativitas, dan harmoni,” terangnya.

112A9983Pameran temporer berjudul Warna-Warni Semangat Asia Afrika digelar di selasar tengah Museum KAA selama sebulan sebagai bagian acara dari perayaan Hari Museum Internasional pada Jumat (18/5/2018). (Sumber: Dok. MKAA)

Selain pameran, imbuhnya, Museum KAA pada hari itu juga buka selama satu hari penuh. “Biasanya kalau hari Jumat kami buka setengah hari. Tapi, saat Hari Museum Internasional kali ini kami buka satu hari penuh,” ucapnya.

Ia menjelaskan, di penghujung tur museum pihaknya memberikan cinderamata kepada tiap-tiap pengunjung. “Acara terbuka untuk umum dan gratis,” rincinya.

Menanggapi tema Hari Museum Internasional 2018, yakni Hyperconnected museums: New approaches, new publics, ia menerangkan, pihaknya setelah sukses dengan program publik Sahabat Museum KAA kini tengah serius mempersiapkan dijitalisasi museum. Upaya itu, menurutnya, telah dirintis melalui museum virtual di laman situs www.asianafricanmuseum.org sejak tahun 2012.

Akhir tahun 2017 kami juga telah memperbaharui isi laman museum virtual dengan video, audio, dan buku dijital. Ini salah satu cara untuk menarik minat pengunjung. Sebab, selain mampu menjangkau lebih luas juga dapat menambah pengalaman berkunjung,” tambahnya.

Diwawancara terpisah, Qonita Maharatu salah seorang pemenang lomba mewarnai mengaku dirinya senang saat mengetahui karyanya dipamerkan di Museum KAA. “Saya sangat bangga karya saya ikut dipamerkan sehingga bisa dinikmati masyarakat luas baik dalam dan luar negeri,” ucap siswa Kelas 1 SD Negeri Sisir 01 Batu Malang itu saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (15/5/2018).

Qonita yang mengaku mewarisi darah seni dari sang ibunda itu mengungkapkan, dirinya senang sekali dapat mengikuti lomba mewarnai itu. “Apalagi bisa jadi yang terbaik. Event-nya keren sekali!” imbuhnya.

Dari pantauan, selasar tengah Museum KAA kini telah tertata apik. Di dinding berderet sepuluh buah karya terbaik hasil lomba mewarnai. Tiap-tiap karya dibingkai warna putih tulang. Pameran itu berlangsung selama sebulan.

Sumber: Museum KAA