Museum KAA-Sahabat Museum KAA Rekatkan Persahabatan Lewat Jamuan Teh Petang

IMG-20190126-WA0009Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie berfoto bersama seluruh komunitas pegiat SMKAA dalam acara Jamuan Teh Petang pada Jumat (25/1/2019) di Selasar Timur Museum KAA. (Sumber Foto: Dok. Museum KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Banyak cara untuk merekatkan persahabatan antara Museum KAA (MKAA) dan Sahabat Museum KAA (SMKAA). Salah satunya lewat Jamuan Teh Petang (JTP).

Inilah yang digelar MKAA bersama para anggota dan mitra SMKAA pada Jumat (25/1/2019) di Selasar Timur MKAA di Jalan Asia Afrika No.65 Bandung. Sekitar seratus lebih pegiat SMKAA dari berbagai klab dan komunitas serta mitra memadati petang itu. Bahkan, tak sedikit pula yang hadir dari angkatan perintis pendirian SMKAA satu dasawarsa silam.

Sebut saja Poppy. Ia bersama rekan-rekan komunitas Mata Hati Indonesia sejak tahun 2010 aktif terlibat mendukung aksesibilitas MKAA bagi para sahabat disabilitas. Maka tak heran, dokter spesialis kulit ini masih menyimpan dengan baik kartu anggota SMKAA tahun 2011 ketika SMKAA pertama kali resmi berdiri.

Acara JTP merupakan silaturahim antar komunitas yang difasilitasi oleh MKAA. Dulu, setiap bulan acara ini selalu dinanti-nantikan sebagai ajang pertemuan khususnya bagi para anggota SMKAA. Dan, saya rasa masih seperti itu sampai saat ini,” katanya.

Ia menilai, tradisi ini sangat baik dan patut ditiru oleh fasilitas publik lainnya, khususnya museum karena sekaligus menjadi sarana penarik minat masyarakat untuk mengenal museum lebih dekat.

Senada dengan Poppy, pendiri Asian-African Reading Club (AARC) sekaligus Koordinator Eksekutif SMKAA pertama Deni Rachman mengatakan JTP adalah ajang untuk memupuk kebersamaan, mematangkan saling pengertian, lebih saling mengenal antaranggota SMKAA, staf MKAA, dan komunitas dengan suasana rileks dan nonnformal.

Ajang ini patut diapresiasi dan terus diselenggarakan secara berkala,” ucapnya.

Acara JTP tak hanya berkesan bagi para pegiat SMKAA dari angkatan perintis tapi juga bagi para angkatan baru. Bagi Sagia Hutmaira, yang kini bertanggung jawab sebagai Koordinator Harian SMKAA, acara JTP itu sangat berkesan baginya. “Senang melihat para anggota lama SMKAA datang kembali,” akunya.

Menurutnya, acara itu telah mempersatukan para anggota lama, baru, dan mitra SMKAA. Mereka berkumpul dan bertukar cerita. Bahkan, tambah Sagia, tak sedikit di antara anggota lama SMKAA yang mengaku senang hadir dalam acara petang itu. “Rasanya seperti pulang ke rumah. Itu rata-rata pengakuan mereka,” ungkap mahasiswi Hubungan Internasional ini.

Pengakuan serupa juga datang dari anggota baru SMKAA lainnya. Misalnya, Muhammad Zulfikar, Hanna Maureen, dan Wais Zulqarni. Ketiganya baru bergabung dengan SMKAA enam bulan lalu melalui rekrutmen Klab Edukator SMKAA tahun 2018.

Muhammad Zulfikar mengungkapkan, “Seneng banget bisa ketemu sama anak-anak klab lain, dan emang baru kali ini juga khan ketemu sama mereka. Seneng banget juga acaranya rame. Bisa ketemu sama staf-staf sampe bisa foto sama Bu Mei. Untuk ke depannya mungkin lebih diperbanyak lagi kumpul semua anggota SMKAA beserta stafnya.”

Hal serupa dikatakan Hanna Maureen. “Seneng bisa ketemu anggota SMKAA yang lain dan ada kesempatan buat ngobrol santai,” ucap Hanna yang pernah meraih predikat pemandu favorit versi pengunjung MKAA dalam acara Jelajah Malam MKAA di bulan November 2018 lalu. Sedangkan bagi Wais Zulqarni kunci suksesnya acara JTP justru terletak pada formatnya yang nonformal. Ia menuturkan, “Format acara yang nonformal membantu mengakrabkan kita semua dalam acara itu.”

Selain anggota SMKAA, sejumlah mitra kerja MKAA turut pula hadir. Di antaranya, komunitas film LayarKita, komunitas literasi AARC, komunitas mahasiswa internasional Young African Ambassadors in Asia (YAAA), SR Iboe Inggit Garnasih, dan Rotary District 3410 Bandung-Cirebon.

IMG-20190126-WA0010Sejumlah mahasiswa asal negara-negara Afrika yang tergabung pada komunitas YAAA berfoto bersama Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie dalam acara JTP pada hari Jumat, (25/1/2019) di Selasar Timur Museum KAA. (Sumber Foto: Dok. Museum KAA)

Ketua Korwil RYEP District 3410 Bandung-Cirebon Rina yang mengkoordinir inbound (red-peserta program pertukaran pelajar internasional) dalam program BIPA (red-Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) di Museum KAA mengatakan, “Ke depannya dalam acara ini saya ingin lebih mempersiapkan anak-anak inbound untuk ikut jadi bagian acara, seperti menari.”

Petang itu Rina datang bersama tiga inbound asal Brazil, dan Prancis. Ketiganya merupakan peserta Kelas BIPA yang diselenggarakan atas kerja sama MKAA dan Rotary.

Matheus, inbound asal Brazil yang sudah mulai fasih bertutur Bahasa Indonesia ini mengaku senang, “Acaranya bagus. Ada permainan, makanannya enak, dan orang-orangnya ramah-ramah. Saya suka. Kalau ada lagi acaranya saya mau datang.”

Senada dengan Matheus, inbound asal Prancis Timothee dan Eloise juga mengungkapkan hal serupa meski mereka mengaku cukup kesulitan soal bahasa. “Mereka bicara Bahasa Indonesia cepat sekali,” aku Timothee sambil tersenyum.

MKAA sejak awal merancang JTP sebagai ajang silaturahmi antara pengelola MKAA dan seluruh pegiat komunitas yang bernaung di SMKAA. Hal itu dijelaskan Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie dalam sambutan singkatnya di hadapan peserta acara. “Acara ini merupakan ajang silaturahmi supaya lebih saling kenal satu sama lain,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia pula mengapresiasi seluruh anggota dan mitra SMKAA atas dukungan dan partisipasi selama ini terhadap MKAA. Menurutnya, keberhasilan MKAA selama ini dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai UPT pada Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI berkat kerja sama dan dukungan anggota dan mitra SMKAA.

(berkat itu) MKAA bisa meraih TOP 99 dan TOP 40 Inovasi Pelayanan Publik dari Kemenpan RB pada tahun 2018. Saya berharap agar tahun ini kerja sama dapat lebih erat lagi,” pungkasnya sambil diiringi tepuk tangan meriah dari para tamu JTP.

Sumber: Museum KAA