Museum KAA Siapkan Acara Peringatan 62 Tahun KAA

poster-KAA

Poster acara peringatan 62 tahun KAA di Museum KAA, 18-24 April 2017. (Desain Poster: Museum KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Peringatan 62 Tahun KAA akan kembali digelar bulan April 2017 di Museum KAA, Bandung selama sepekan. Yakni, mulai 18 sampai 24 April 2017. Peringatan kali ini yang dirancang sarat dengan nilai-nilai KAA mengangkat tema ‘Live and Let Live: Peace and Harmony for All‘.

Hal itu disampaikan Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie di tengah kesibukannya memimpin panitia persiapan peringatan KAA, Rabu (5/4) di Museum KAA-Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika No.65 Bandung.

Meinarti menambahkan, sudah tak terhitung lagi sumbangsih Indonesia terhadap perdamaian dunia akibat peristiwa KAA 1955 tersebut yang ditujukan semata-mata untuk menjaga perdamaian dunia yang tengah terancam pecahnya konflik Perang Dingin. Sebab itu, peristiwa bersejarah tersebut akan selalu diingat dan tetap diperingati agar masyarakat khususnya generasi muda menyadari bahwa perjuangan para founding father Asia Afrika itu tidak boleh dilupakan.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, upacara pengibaran bendera, napak tilas sejarah, dan berbagai macam acara edukasi nila-nilai KAA akan mengisi jalannya acara peringatan,” ungkap Mei.

Rangkaian acara peringatan 62 tahun KAA berlangsung selama hampir sepekan. Acara diawali dengan pengibaran 109 bendera negara Asia Afrika dan bendera PBB pada Selasa (18/4). Disusul kemudian dengan Jamuan Teh Petang Saksi Sejarah KAA pada Kamis (20/4), dan selanjutnya pada Jumat (21/4) digelar acara gathering komunitas mahasiswa internasional, dan bakti sosial donor darah.

Puncak acara jatuh pada Sabtu (22/4). Di akhir pekan itu Museum KAA menggelar acara lomba Bandung Historical Study Games, dan Panggung Asia Afrika. Sedangkan pada Minggu (23/4) seribu anak Sekolah Dasar melakukan gerakan senam bersama meramaikan acara Senam 1000 Anak Asia Afrika. Terakhir, penurunan 109 bendera negara Asia Afrika dan bendera PBB pada Senin (24/4) menutup seluruh rangkaian acara peringatan.

Menutup penjelasannya, Mei mengatakan, “Dulu para tokoh Asia Afrika gigih berjuang mewujudkan perdamaian dunia. Sekarang saatnya kita mendukung kemajuan upaya perdamaian itu dengan kontribusi kita, khususnya mendorong pelestarian nilai-nilai KAA di kalangan generasi muda.”

Sumber: Museum KAA