PEMBUKAAN PAMERAN KOLABORASI BUDAYA INDONESIA-JEPANG DI MUSEUM KAA

pembukaan-pameran-ina-jp

BANDUNG, MUSEUM KAA – Pembukaan Pameran Kolaborasi Budaya Indonesia-Jepang di Museum Konperensi Asia Afrika (Museum KAA) Bandung pada hari Selasa, 04 Juni 2013, Pkl. 18.30 WIB ramai dikunjungi masyarakat. Pameran yang dibuka secara resmi oleh Kepala Museum KAA, Thomas Ardian Siregar dihadiri tak kurang dari sekitar 300 pengunjung dan undangan yang memadati ruang pamer temporer museum. Turut hadir dalam kesempatan itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Heri Budaya.

Dalam sambutannya, Thomas Ardian Siregar menyampaikan betapa pentingnya pameran ini sebagai peluang bagi publik dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta meletakkan dasar kuat bagi terbentuknya jati diri dan karakter bangsa, khususnya generasi muda.

Pameran ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat umum, khususnya pecinta dan penggiat seni budaya, baik yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, komunitas, maupun individu untuk menggali dan memperdalam pengetahuan mengenai seni budaya Indonesia dan Jepang, lanjut Kepala Museum KAA.

Sementara itu, Soei Ogura (Perwakilan Museum Topeng Umenosato, Jepang) dalam kesempatan terpisah mengingatkan akan kekayaan dan keragaman budaya Asia, di antaranya topeng.

“Kami sangat bangga dapat berkesempatan bekerja sama dengan Museum KAA yang sangat bersejarah dan megah ini dan kami berterima kasih atas izin dan sambutan yang ramah dari museum ini”, kata Soei Ogura Selasa petang, 04/06/2013 di Bandung.

Museum Topeng Umenosato sendiri sebelumnya telah sukses menggelar berbagai pameran topeng di sejumlah kota penting di benua Amerika dan Eropa, antara lain Kota London (Inggris), Kota Munchen dan Kota Dusseldorf (Jerman), Kota Minneapolis dan Markas PBB di Kota New York (Amerika Serikat), dan Kota Krakow (Polandia).

Hingga kini, Museum Topeng Umenosato telah berpameran di 10 negara Eropa dan 10 negara bagian Amerika Serikat. Sedangkan, pameran topeng di Museum KAA sendiri adalah pameran kali pertama bagi Museum Topeng Umenosato di benua Asia.

Dina Y. Sulaeman, salah seorang Associate Researcher pada The Global Future Institute (GFI) usai berkunjung ke pameran, seperti dikutip dari akun jejaring sosial, Rabu, 05/06/2013 di Bandung mengatakan, “Ada acara menarik untuk warga Kota Bandung. Mari ajak juga anak-anak karena penting untuk mempelajari kultur bangsa lain dan bangsa sendiri secara “langsung”.

“Kami dari Klab Heiwa melihat pameran ini dapat mendukung kesepakatan yang dicapai oleh Komite Kebudayaan KAA 1955. Tanpa pengetahuan budaya, sebesar dan semegah apapun negara itu akan pudar,” tutur Abraham Surya Pratama, Koordinator Klab Budaya Jepang “Heiwa” Sahabat Museum KAA Jumat, 07/06/2013 di Museum KAA Bandung.

Pameran ini berlangsung selama sepekan mulai 04-09 Juni 2013, Pkl. 08.00-16.00WIB. Sebanyak 30 topeng asal Jepang dan 40 topeng dari berbagai daerah di Indonesia ditampilkan secara apik untuk memuaskan rasa ingin tahu masyarakat.

Pameran ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan untuk wisata akhir pekan di Kota Bandung.

Selain dapat menikmati keindahan koleksi pameran dan pertunjukkan Taisho Goto (Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia) serta Musik Karinding (Group Karmila), pengunjung juga berkesempatan menimba pengetahuan tentang fotografi bertajuk “Photo Story Topeng” (Tagawa Kiyomi) pada hari Sabtu, 08/062013, Pkl. 09.00-11.30WIB.

Sebagai puncak dari rangkaian sepekan acara Pameran Kolaborasi Budaya Indonesia-Jepang, akan digelar pada hari Minggu, 09/06/2013 pementasan Nagasaki Odori (Mahasiswa Universitas Widyatama) dan talkshow “Topeng sebagai Perwujudan Budaya Asia Afrika”. Talk show menghadirkan Endo Suanda (Seniman) dan Soei Ogura (Maestro Topeng) sebagai pembicara serta Harry Dim sebagai moderator.

(Sumber: Museum KAA Bandung/sppnkaa/dsa/Ditjen IDP)