Peringatan 63 Tahun KAA: Beri Apresiasi, Kepala Museum KAA Kunjungi Sakola Ra’jat Iboe Inggit Garnasih

BANDUNG, MUSEUM KAAKamis petang itu (12/4/2018) usai matahari tergelincir puluhan siswa dan siswi yang tergabung dalam Barisan Merah Putih Sakola Ra’jat (SR) Iboe Inggit Garnasih berjejer memanjang mulai dari gerbang halaman menuju pintu masuk Aula Kantor RW 05 Jalan Liogenteng Kelurahan Nyengseret Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung. Tiap-tiap anak memegang bendera kecil. Mereka tampak ceria. Senyum sumringah terpancar di bibir mereka.

Sejurus kemudian sepasang siswa dan siswi maju ke depan untuk bertindak sebagai penyambut. “Selamat datang di SR Iboe Inggit Garnasih, Ibu Meinarti,ucap keduanya bersamaan sambil menyerahkan rangkaian bunga sebagai ucapan selamat datang kepada Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie. Di belakang mereka berdiri Pendiri SR Iboe Inggit Garnasih Gatot Gunawan yang akrab disapa Kang Gatot. “Selamat Datang, Ibu,” ucapnya sambil mengulurkan tangan berjabat tangan dengan Kepala Museum KAA dan mempersilakan masuk ke Aula Kantor RW 05.

Di dalam aula telah berhimpun kelompok Paduan Suara Indonesia Pusaka, mereka berdiri berbanjar, dan menghadap jajaran tamu dan pengelola SR Iboe Inggit Garnasih. Lalu, pranatacara membuka acara. Lantas segera seorang dirijen tampil ke depan dan mengaba hadirin mengumandangkan lagu Indonesia Raya 3 stanza bersama-sama. Bak paduan suara profesional, mereka membawakan lagu Indonesia Raya dengan kompak, harmonis, dan bersemangat.

Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, hadirin menerima sajian dua tarian, yakni Tari Ganefo dan Tari Mari bersuka Ria. Siswa mengenakan baju pangsi dan iket dan siswi dibalut kebaya sunda berwarna putih. Mereka membentuk formasi tari di tengah aula. Lalu, terdengar lagu Mars Viva Ganefo dilantunkan. Seiring itu, selama hampir 5 menit mereka dengan luwes membawakan tari Viva Ganefo. Puncaknya adalah sajian tari Mari Bersuka Ria. Tari ini ditampilkan dengan iringan lagu Mari Bersuka Ria ciptaan Presiden Sukarno.

Pranatacara menjelaskan, gerakan tari Ganefo sendiri dirancang menyesuaikan pada tema Ganefo yang mengambarkan persatuan, solidaritas, dan persaudaraan. Sedangkan, Tari Mari Bersuka Ria gerakannya diambil dari gerakan-gerakan Tari Lenso.

Pada sesi sambutan, Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie mengapresiasi acara penyambutan itu. Menurutnya, “Kami tidak menyangka kunjungan Museum KAA pada hari ini mendapat sambutan yang luar biasa.”

Ia juga mengatakan, Kami di Museum KAA juga ingin mengapresiasi bagaimana SR Iboe Inggit Garnasih berkembang. Pada hemat kami SR Iboe Inggit Garnasih dan Museum KAA bertolak dari prinsip yang sama, yakni kesetaraan, kerjasama, kesetiakawanan, dan gotong royong. Saya dapat merasakan spirit Dasasila Bandung hidup di sini.”

Menanggapi hal itu, Kang Gatot mengaku, “Kunjungan Kepala Museum KAA ke SR Iboe Inggit Garnasih merupakan suatu kehormatan bagi kami. Kami mengucapkan terima kasih tak terhingga atas perhatiannya kepada kami.”

Pasalnya, jelas Kang Gatot, “Ini adalah kali pertama seorang Kepala Museum berkunjung ke SR Iboe Inggit Garnasih. Semoga di masa depan terjalin hubungan yang makin erat antara kedua belah pihak”.

Mengakhiri acara kunjungan itu, Kepala Museum KAA meninjau bangunan Poskamling RW 05 yang kini telah dialihfungsikan sebagai Perpustakaan SR Iboe Inggit Garnasih.

87a3bae8ade39faf10bf39afd3ad3c00Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie saat meninjau Perpustakaan SR Iboe Inggit Garnasih. (Sumber Foto: @sriboeinggit)

Sumber: Museum KAA dan SR Iboe Inggit Garnasih