Peringati 62 Tahun KAA, Kepala Museum KAA Konsolidasikan Relawan

IMG_1053

Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie berpose bersama tim relawan Peringatan 62 Tahun KAA di Ruang Utama Gedung Merdeka pada Jumat (13/4/2017). (Sumber Foto: Dokumentasi Museum KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie mewanti-wanti korps relawan Sahabat Museum KAA untuk tetap solid dan senantiasa berpedoman pada prinsip Tiga Tertib untuk bertugas pada acara Peringatan 62 Tahun KAA yang rencananya digelar selama sepekan mulai tanggal 18 hingga 24 April 2017 di Museum KAA-Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika No.65 Bandung.

Prinsip Tiga Tertib adalah tertib fisik, tertib waktu, dan tertib administrasi. Semua tanggung jawab dan tugas kita pikul bersama demi lancarnya acara peringatan ini (red – Peringatan KAA),” ujar Meinarti saat membuka acara temu relawan di Ruang Utama Gedung Merdeka Jumat (14/4/2017) pagi.

Arahan Kepala Museum KAA secara khusus membahas perihal tingginya partisipasi keterlibatan anggota Sahabat Museum KAA pada acara Peringatan KAA kali ini bila dibandingkan pada acara-acara Peringatan KAA di tahun-tahun sebelumnya.

Dalam catatannya, sedikitnya ada 307 relawan yang tergabung dalam panitia pelaksana Peringatan KAA. Sebagian besar mereka adalah anggota Sahabat Museum KAA (SMKAA). Mereka sehari-hari aktif di berbagai klab SMKAA mengembangkan berbagai program edukasi yang bertujuan untuk mendukung visi Museum KAA, yakni Pelestarian Nilai-nilai KAA.

Bahkan, selain anggota SMKAA ada puluhan relawan yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Bandung. Umumnya mereka terlibat di kepanitiaan Peringatan KAA melalui jalur komunitas di kampus masing-masing.

Diketahui juga, sejumlah relawan yang hadir adalah wajah-wajah lama. Pasalnya, mereka telah sering terlibat dalam acara Peringatan KAA di tahun-tahun sebelumnya. Pengalaman mereka dalam mengelola acara edukasi di Peringatan KAA sebelumnya sangat membantu Museum KAA dalam berkoordinasi dengan para relawan baru. Sebab, para relawan itu akan bertugas di delapan divisi acara pada Peringatan KAA tahun ini.

Mereka antusias sekali untuk membantu Museum KAA. (Mereka) giat dan bahu-membahu bergotong royong mempersiapkan setiap acara. Namun, tanpa prinsip Tiga Tertib tadi kontribusi mereka bisa kurang berdampak maksimal,” imbuh Meinarti.

Oleh sebab itu, lanjut Meinarti, penting bagi setiap relawan untuk bersama-sama menerima prinsip Tiga Tertib itu guna mencapai kerja sama tim yang erat dan berdampak positif guna menggapai visi dan tujuan bersama Museum KAA sebagai sarana diplomasi publik Kemlu.

Dalam kesempatan terpisah, Koordinator Eksekutif Sahabat Museum KAA Fri Pryanto menjelaskan saat diwawancara, delapan divisi itu adalah acara pembukaan, acara saksi sejarah KAA, acara mahasiswa internasional, acara donor darah, acara lomba permainan sejarah, acara panggung, dan acara senam anak, serta divisi konsumsi.

Sebagian besar relawan sudah aktif bertugas mempersiapkan pelaksanaan acara peringatan KAA sejak bulan Maret,” terang Fri.

Menyoal tingginya partisipasi anggota Sahabat Museum KAA, Fri menjelaskan, itu menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih hidup menyala-nyala di kalangan generasi penerus bangsa. Masih menurutnya, kontribusi para relawan di setiap peringatan KAA jadi bukti nilai-nilai KAA tak hanya hidup dalam alam idealisme. “Di tangan para relawan nilai itu justru telah mewujud menjadi sebuah realita,” pungkas Fri.

Sumber: Museum KAA