Peringati KAA, Seratus Mahasiswa Asing Kumpul di Museum KAA

isg2

Mahasiswa internasional menghadiri acara International Students Gathering yang dilaksanakan dalam rangkaian Peringatan 62 Tahun KAA di Museum KAA, Jumat (21/4/2017). (Sumber Foto: Dokumentasi Museum KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Museum KAA memiliki banyak mahasiswa asal Asia Afrika. Tercatat hingga saat ini saja sudah ada 150 mahasiswa Asia Afrika. Mereka bergabung di Sahabat Museum KAA (SMKAA). Di SMKAA ada dua komunitas mahasiswa asing, yakni Young African Ambassadors in Asia (YAAA) dan Asian Students Association in Indonesia (ASAI) tempat mereka bernaung.

Dalam rangkaian Peringatan 62 Tahun KAA, guna membina relasi baik antara mahasiswa asing Museum KAA menghelat sebuah International Students Gathering (ISG) pada Jumat (21/4/2017) petang. Sekitar 100 mahasiswa tak hanya asal Asia Afrika tapi juga Amerika, Australia, dan Eropa hadir mengikuti acara itu.

Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, Azis Nurwahyudi dalam sambutannya mengatakan, “Pemerintah Indonesia melalui beasiswa KNB telah menyediakan kesempatan bagi para mahasiswa potensial dari negara-negara berkembang untuk menuntut ilmu di 16 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.”

Azis juga mengingatkan, kesempatan emas itu diharapkan dapat berdampak positif nantinya bagi mereka sepulang dari Indonesia. Selain itu, selama berada di Indonesia mereka dapat mempromosikan kebudayaan dari negara masing-masing. Sebab, saling memahami kebudayaan masing-masing adalah langkah awal untuk memajukan perdamaian dunia kelak dalam cakupan yang lebih luas.

Museum KAA melalui ISG bermaksud mempererat hubungan kerja sama yang telah terbina baik selama ini tak hanya dengan para mahasiswa asing tapi juga dengan kantor urusan internasional di berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung. Selanjutnya, Museum KAA di masa depan akan tetap mengembangkan pengayaan program Pelestarian Nilai-nilai KAA bersama kantor urusan internasional itu untuk para mahasiswa asing di Kota Bandung.

Acara ISG diawali tari Sunda kontemporer yang ditampilkan oleh sekelompok dara manis dari padepokan seni tari Santika. Tarian itu mendapat sambutan luar biasa. Tepuk tangan yang membahana dari mahasiswa asing yang memenuhi Ruang Pameran Tetap Museum KAA menghangatkan suasana silaturahmi. Selanjutnya, panitia mengajak para mahasiswa asing itu terlibat dalam permainan. Ada banyak pesan filosofis di baliknya. Di antaranya adalah membangun jiwa sportifitas dan gotong royong.

Dalam acara ISG, para mahasiswa asing menerima refleksi Nilai-nilai KAA dan paparan singkat cita-cita Semangat Bandung yang disampaikan oleh edukator Museum KAA Desmond S. Andrian. Sedangkan, perkembangan terkini Gerakan Nonblok sebagai tindak lanjut cita-cita KAA dipaparkan Duta Besar Venezuela untuk Indonesia Gladys Urbaneja.

Sumber: Museum KAA