RAMADAN IN EGYPT DIGELAR DI MUSEUM KAA

poster

BANDUNG, MUSEUM KAA – Menyambut bulan suci Ramadan 2013, Museum KAA bekerja sama dengan Kedutaan Besar Mesir untuk Indonesia dan Komunitas Film LayarKita Bandung akan menggelar selama sebulan (17/07-17/08/2013) sebuah program edukasi publik bertajuk Ramadan in Egypt di Museum KAA Bandung.

Ramadan in Egypt menawarkan serangkaian program edukasi menarik bagi masyarakat, antara lain pameran Mesir Negeri 1000 Menara, pemutaran dan diskusi film tentang Mesir, pertunjukan kesenian Mesir, dan iftar à la Mesir.

Mesir Negeri 1000 Menara dipilih secara khusus sebagai tema pameran. Digelar selama sebulan di Galeri I Museum KAA, pameran menyajikan informasi seputar sejarah, seni dan budaya asal negeri Sphinx itu.

Sebagai pembuka rangkaian acara Ramadan in Egypt, kami mengundang masyarakat selama dua hari berturut-turut, yaitu 17-18 Juli 2013 untuk menghadiri pemutaran dan diskusi film, talkshow dan buka puasa bersama,” tutur Kepala Museum KAA Thomas Ardian Siregar Jumat, 12/07/2013 di Bandung.

Thomas menguraikan bahwa pada hari Rabu, 17/07/2013, Pkl. 14.00-18.00WIB, akan digelar pemutaran dan diskusi Film Mesir Al Ard (1969) bersama narasumber Tobing Jr. (Ketua Komunitas Film LayarKita) dan Ahmed Muharam Basyari, Lc (Universitas Al Azhar Kairo, Mesir).

Kini saatnya di Museum KAA kita berkesempatan memperkaya kazanah perfilman asal Timur Tengah. Al Ard, sebuah film drama Mesir terpopuler karya sutradara Youssef Chahine,” papar Tobing, Jr. seperti dikutip dari wawancaranya di English Service Program RRI Pro2 FM Bandung Sabtu, 13/07/2013, Pkl. 18.00WIB.

Tahun 1970, film ini sukses menembus Festival Film Cannes di Perancis dan tentunya banyak hal yang dapat kita pelajari darinya untuk mengembangkan perfilman nasional di sini,” lanjut Tobing, Jr. di RRI Pro2 FM Bandung.

Selanjutnya, acara pada Kamis, 18/07/2013, Pkl. 14.00-18.00WIB akan diawali dengan penampilan seni khas padang pasir oleh seniman senior Tan De Seng. Menyusul sebuah film dokumenter Egypt on Documentary Movie yang akan hadir sebagai pengantar talkshow bertema Egypt in General After the 2011 Revolution.

Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Mr. Bahaa El Deen Desouky bersama Direktur Jenderal IDP Kemlu, A.M. Fachir sendiri yang akan tampil sebagai narasumber dalam talkshow ini,” kata Thomas.

Usai talkshow, pameran Mesir Negeri 1000 Menara direncanakan akan diluncurkan secara bersama- sama oleh Duta Besar Mr. Bahaa El Deen Desouky, Dirjen IDP Kemlu A.M. Fachir dan Sesditjen IDP Kemlu Diah Wulandari M. Rubianto.

Ramadan in Egypt merupakan salah satu program edukasi publik unggulan Museum KAA. Acara serupa sejak 2010 sukses digelar di Museum KAA dan mampu menyedot perhatian besar dari masyarakat.

Didukung beberapa mitra yang berbeda setiap tahunnya, antara lain Kedutaan Besar India, Kedutaan Besar Mesir, Perhimpunan Pengusaha Indonesia-Tionghoa (Perpit) Bandung, dan Komunitas Film LayarKita Bandung, program yang rutin digelar di bulan Ramadan ini memiliki tema yang berbeda dari tahun ke tahun.

Tema yang berganti-ganti setiap tahun menjadi daya tarik tersendiri, misalnya Ramadan in India (2010), Ramadan in China (2011), Ramadan in Africa (2012), dan kini Ramadan in Egypt (2013),” beber Thomas. 

Tema Mesir pada Ramadan 2013 terkait erat pada situasi terkini di Mesir. Perkembangan secara umum situasi di Mesir dan juga Timur Tengah selalu mendapat perhatian utama masyarakat di Indonesia.

Indonesia dan Mesir telah bahu membahu sejak lama dalam perjalanan panjang sejarah perjuangan kedua negara. Mulai dari masa diplomasi perjuangan pengakuan kedaulatan Indonesia, KAA 1955, pengiriman Kontingen Garuda I 1956 hingga berdirinya Gerakan Nonblok 1961 dan masih banyak lainnya,” pungkas Thomas.

Ramadan in Egypt terbuka luas untuk khalayak umum dan keikutsertaan dalam seluruh acara tidak dipungut biaya. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang acara, publik dapat menghubungi Kasie Publikasi dan Promosi Nilai-nilai KAA Museum KAA Asep Bahrimansyah Gunawan, M. Hum di +62 22 4233564. (sppnkaa/dsa)

Share