RIDWAN KAMIL BAHKAN TERINSPIRASI “THE BANDUNG CONNECTION”

IMG_4904

Walikota Bandung, Ridwan Kamil memberi sambutan pada “Talkshow 203 Tahun Kota Bandung: Bandung Berbenah”, Sabtu, 28/09/2013 di Museum KAA – Gedung Merdeka. (Foto: Feriyanto)

Bandung, Museum KAA – Walikota Bandung, Ridwan Kamil dalam pidato sambutan acara “Talkshow 203 Tahun Kota Bandung: Bandung Berbenah” di Museum KAA – Gedung Merdeka, Sabtu pagi, 28/09/2013 mengakui bahwa buku “The Bandung Connection” telah menginspirasi dirinya untuk mendirikan lembaga kerja sama luar negeri “Bandung Connection” di Kota Bandung.

Sambil mengutip pidato Bung Karno tentang “Jasmerah”, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa gagasan Roeslan Abdulgani di buku “The Bandung Connection” masih sangat relevan dengan Kota Bandung saat ini.

“Pesan Bung Karno tentang ‘Jasmerah’ selalu saya serukan di berbagai forum. Di buku ‘The Bandung Connection’, Cak Roes merekam dengan baik KAA 1955 sebagai pesan keteladanan bagi kita di masa kini,” tambahnya.

Menurut Ridwan Kamil, lembaga “Bandung Connection” akan menjadi mitra kerja sama Pemerintah Kota Bandung. Berbagai skema kerja sama luar negeri yang strategis untuk Kota Bandung akan diciptakan dalam format “Bandung Connection”.

“Yang akan menjadi Manager ‘Bandung Connection’ sendiri adalah seorang warga kota Bandung asal Perancis. Ia sangat mencintai Kota Bandung dan bersedia mengembangkan hubungan luar negeri Kota Bandung,” papar Ridwan.

Masih menurutnya, Museum KAA – Gedung Merdeka adalah identitas diri Kota Bandung. Untuk melindunginya, konsep “Old City of Bandung” akan dikembangkan dalam beberapa langkah, misalnya penentuan zonasi bangunan bersejarah. Bahkan, Sungai Cikapundung yang melintasi Gedung Merdeka akan diupayakan difilter sejak di hulu.

“Dalam dua tahun ke depan, para delegasi negara Asia Afrika yang bersidang di Kota Bandung akan dapat menikmati indahnya Sungai Cikapundung yang berair jernih,” tegasnya.

Menutup pidatonya, Ridwan Kamil mengajak seluruh komponen masyarakat di Kota Bandung untuk bersama-sama mewujudkan slogan “Bandung, a lovable and livable city” atau Bandung, kota yang layak dicintai dan ditinggali.

Sebagai puncak acara, Walikota Bandung, Ridwan Kamil bersama Direktur Diplomasi Publik, Al Busyra Basnun meresmikan “Pameran Sejarah Singkat Kota Bandung dalam Sketsa” karya M. Ichsan Harja di Galeri I Museum KAA. (sppnkaa/dsa)