Serunya Belajar Sejarah KAA à la BHSG 2017

bhsg

Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu Azis Nurwahyudi membuka secara resmi pelaksanaan BHSG 2017 di Gedung Dwi Warna, Sabtu (22/4/2017) pagi. (Sumber Foto: Dokumentasi Museum KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Sabtu (22/4/2017) pagi, suasana Gedung Dwi Warna di bilangan Diponegoro Bandung agak berbeda. Pasalnya, sudah sejak fajar menyingsing, jubelan anak muda mengenakan kaos biru yang bertuliskan slogan peringatan 62 tahun KAA Live and Let Live: Peace and Harmony for All memenuhi halaman depan gedung tempat sidang-sidang komite KAA berlangsung. Mereka adalah peserta acara lomba jalan sehat Bandung Historical Study Games 2017 yang digelar Museum KAA dalam rangkaian Peringatan 62 Tahun KAA.

Sebelum acara dimulai, 500 peserta BHSG berbaris rapi layaknya peserta upacara. Ada yang bertugas sebagai sebagai komandan upacara, pemimpin regu dan dirigen. Acara dimulai dengan upacara pembukaan pada pukul 06.30WIB. Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Sochif Winarno dalam sambutannya mengaku bangga menjadi tuan rumah pelaksanaan acara edukasi sejarah itu.

Di gedung ini rapat-rapat komite KAA dilaksanakan. Kecintaan kami terhadap sejarah bangsa Indonesia kami wujudkan dalam bentuk sebuah museum. Di sini kami punya Museum Perbendaharaan Negara. Silahkan datang ke museum kami. Manfaatkan seluas-luasnya ilmu di museum kami,” ujar Sochif.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu Azis Nurwahyudi sesaat sebelum membuka acara secara resmi mengatakan, “Semoga teman-teman muda di sini dapat mengambil manfaat dari kegiatan Bandung Historical Study Games ini dan mendapatkan pembelajaran terkait sejarah kebesaran bangsa Indonesia dalam peristiwa KAA,” kata Azis.

Tepat pukul 07.00WIB pemberangkatan kelompok dimulai. Ada 100 kelompok yang masing-masing beranggotakan 5 orang. Mereka wajib mendatangi 10 pos yang terbentang dari jalan Diponegoro hingga Jalan Asia Afrika. Ketika Azis Nurwahyudi mengangkat bendera, secara bertahap 500 peserta langsung memulai lomba mereka dengan antusias.

Di setiap pos terdapat permainan untuk peserta. Antara lain adalah menemukan salah satu koleksi unik di Museum Perbendaharaan Negara, dan menebak gambar tokoh sejarah di Museum Mandala Wangsit Siliwangi. Selain itu, untuk mengerjakan permainan peserta wajib menyimak petunjuk yang disiarkan melalui stasiun radio. Bahkan, di sejumlah pos panitia juga mewajibkan peserta mengunggah swafoto dan video aktifitas mereka ke media sosial.

Tiga puluh menit pertama peserta lomba masih berjalan beriringan. Selanjutnya, mereka mulai bergegas dan makin berjarak antara satu kelompok dengan kelompok yang lain. Pasalnya, sejumlah kelompok mulai serius mengerjakan permainan. Sebagian besar permainan mengangkat tema peristiwa bersejarah di Kota Bandung mulai dari peristiwa Bandung Lautan Api hingga KAA.

Museum KAA menggelar BHSG setiap Peringatan KAA sudah sejak tahun 2012. BHSG dirancang menjadi salah satu bentuk teknik interpretasi terhadap koleksi bersejarah Museum KAA. Pelaksanaan BHSG selalu melibatkan komunitas penggiat edukasi museum Klab Edukator Sahabat Museum KAA. Ide kreatif dan inovatif selalu muncul tiap tahun supaya BHSG tetap menarik dan relevan.

Sejak kali pertama digulirkan, BHSG selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie mengatakan, “Ada banyak cara yang fun untuk belajar sejarah. Salah satunya adalah BHSG ini. Dengan demikian, Nilai-nilai KAA disampaikan dengan cara yang akrab dengan keseharian dan kekinian para remaja.”

Sumber: Museum KAA