Ulang Tahun KAA, Museum KAA Gelar Acara Donor Darah

donar

Para pendonor sedang diambil darahnya di Ruang Burangrang Gedung Merdeka, Jumat (21/4/2017) pagi. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan 62 Tahun KAA. (Sumber Foto: Dokumentasi KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Museum KAA kembali mengadakan acara donor darah. Acara itu digelar dalam rangkaian Peringatan 62 Tahun KAA pada Jumat (21/4/2017) pagi di Museum KAA Jalan Asia Afrika No.65 Bandung.

Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie menjelaskan, dalam acara ini Museum KAA bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kota Bandung.

Ini kontribusi untuk kebutuhan darah terutama di Kota Bandung,” ucap Meinarti di Ruang Burangrang Gedung Merdeka saat mengunjungi para pendonor.

Meinarti menambahkan, acara donor darah selalu ada dalam rangkaian peringatan KAA di Museum KAA. Pasalnya, menurut keterangan pihak PMI Kota Bandung kebutuhan darah cukup tinggi. Maka acara donor darah ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara mendukung kebutuhan itu.

Senada dengan Meinarti, project officer acara donor darah ini Aep Tiswa saat diwawancara mengatakan, acara donor darah dalam peringatan KAA di tahun-tahun sebelumnya menunjukkan animo pendonor yang baik. “Tahun ini juga demikian. Banyak yang mendonor,” jelas Aep.

Menyoal latar belakang pendonor, Aep menjawab, “Sebagian besar pendonor adalah masyarakat yang mengetahui informasi acara dari media sosial kami. Para karyawan perkantoran di lingkungan museum kami juga banyak yang datang mendaftar. Di samping itu karyawan Museum KAA dan pengelola Gedung Merdeka juga banyak yang mendonor.”

Aep menguraikan, awalnya ada 79 calon pendonor yang mendaftar. Namun, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis akhirnya hanya ada 46 calon pendonor yang diizinkan. “Rata-rata mereka yang ditolak karena alasan tekanan darah saat diperiksa,” imbuh Aep.

Selain itu, Aep juga mengatakan, “Sebenarnya menjelang makan siang masih banyak calon pendonor yang mau tapi sayangnya tim medis terkendala dengan peti pendingin kantong darah.”

Maka itu, jelas Aep, pihaknya tidak pernah menargetkan jumlah kantong darah. Sebab, kualitas darah lebih menjadi pertimbangan utama.

Ia menambahkan, acara donor darah akan terus menjadi agenda tetap peringatan KAA di tahun-tahun berikutnya. “Salah satu nilai Semangat Bandung adalah prinsip kesetiakawanan. Acara donor darah ini hadir untuk itu,” pungkasnya.

Sumber: Museum KAA