Upacara Penurunan Bendera Menutup Rangkaian Peringatan 62 Tahun KAA

foto-penurunan-bendera

Paskibra Kota Bandung melaksanakan tugas penurunan bendera 109 negara Asia Afrika dan bendera PBB di Museum KAA, Senin (24/4/2017) petang. (Sumber Foto: Dokumentasi Museum KAA)

BANDUNG, MUSEUM KAA – Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie menjadi pembina upacara pada penurunan bendera Peringatan 62 Tahun KAA di kawasan Cikapundung Timur, di sisi barat Museum KAA-Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika No.65 Bandung, Senin (24/4/2107) petang. Berbeda dengan upacara pengibaran pada Selasa (18/4/2017) pagi yang melibatkan anggota Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung, acara penurunan bendera kali ini melibatkan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kota Bandung (Paskibraka).

Pada upacara penurunan bendera itu, 400 anggota Paskibraka terlibat menjadi pelaksana tugas. Mereka siap bertugas di 110 tiang bendera yang mengibarkan 109 negara-negara Asia Afrika dan 1 bendera PBB. Di setiap tiang bendera ada 3 petugas untuk menurunkan bendera dan melipat bendera.

Dalam barisan peserta upacara tampak hadir seluruh pegawai Museum KAA, perwakilan komunitas Sahabat Museum KAA, dan perwakilan anggota Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung. Mereka berdiri rapi dan bersemangat untuk ikut upacara.

Tepat pukul 16.00WIB upacara dimulai. Komandan Upacara memberikan laporan kepada Kepala Museum KAA selaku Pembina Upacara bahwa prosesi penurunan bendera siap dimulai. Lalu, barisan Paskibraka yang telah bersiap di Jalan Ir. Soekarno berbaris rapi menuju tiang-tiang bendera di sisi barat dan timur bangunan Museum KAA-Gedung Merdeka. Mereka berjalan dengan gagah dan tegap serta seirama.

Rangkaian upacara penurunan bendera berlangsung selama 30 menit. Bendera-bendera Asia Afrika dan PBB yang berkibar selama sepekan itu perlahan-lahan diturunkan serentak. Lalu, dengan cekatan para petugas penurunan bendera segera melipat rapi bendera-bendera itu. Tepat pada pukul 16.30WIB prosesi penurunan bendera rampung. Kegiatan penurunan bendera itu dilaksanakan tanpa iringan musik drumband dan diakhiri dengan pembacaan doa oleh petugas upacara dari Paskibraka.

Masyarakat berkerumun di kawasan Cikapundung Timur menonton prosesi penurunan bendera itu. Tak sedikit di antara mereka yang jauh-jauh datang untuk mengabadikan momen istimewa itu yang terjadi hanya setahun sekali dengan gawai cerdas mereka.

Sumber: Museum KAA